
"Jika kau tidak ingin aku mematahkan kakimu, cepatlah dan minta maaf."
Wang Qifeng meringis dan memelototi Yan Jinyi. "Kenapa aku harus meminta maaf? Huo Zihang-lah yang mencuri pacarku!"
"Bagus jika dia melakukannya!"
Yan Jinyi bertepuk tangan dan melanjutkan, "Seseorang harus selalu merebut apa yang mereka suka. Tidak peduli siapa lawannya, rebut saja."
'Ini...'
Wang Qifeng menatap wajah cantik Yan Jinyi.
'Orang ini sangat cantik, kenapa dia bertingkah seperti gangster wanita?'
'Inikah cara Keluarga Huo mendidik junior mereka?'
'Tidak heran Keluarga Huo tetap kuat selama ratusan tahun. Aku mengerti sekarang.'
Huo Zihang tidak menyangka akan melihat Yan Jinyi berdiri dan membelanya dan dia tiba-tiba merasa tersentuh ketika dia memikirkan fakta bahwa Yan Jinyi telah menghajar seseorang untuknya.
Tepat saat Huo Zihang akan mengatakan sesuatu yang baik padanya, kemoceng mendarat di punggungnya.
"Ah.. wanita terkutuk, untuk apa kau memukulku?"
"Kau adalah Tuan Muda Ketiga dari Keluarga Huo dan kau dihajar sampai seperti itu. Apa kau sama sekali tidak malu?"
"Aku...."
"Diam. Dan juga, apa kau menggali mata babi dan menempelkannya ke wajahmu? Model muda bodoh itu memiliki dada yang lebih kecil darimu. Apa seseorang sepertinya layak untuk diperebutkan?"
Huo Zihang merasa terhina karena Yan Jinyi membandingkan dadanya dengan dada wanita.
Namun, Huo Zihang tidak punya pilihan selain hanya mendengarkannya saat ini.
"Apa kau benar-benar dari Keluarga Huo? Bagaimana bisa ada percmpuan gila dari keluarga elit?"
Terkejut dengan keganasan Yan Jinyi, Wang Qifeng berkata, "Kau bahkan memukul keluargamu sendiri. Ck, ck."
"Apa hubungannya denganmu? Jika kau memiliki keinginan mati, aku akan memotong tubuhmu! Haruskah aku menjelaskannya padamu, apakah aku dari KeluargaHluo atau bukan? Aku telah menghajar lebih banyak orang dari apa yang bisa kau bayangkan. Jika kau tidak ingin mati, pergilah. Berhentilah merusak pemandangan."
'Apa Yan Jinyi benar-benar seorang wanita?'
Namun, orang yang mendominasi dan ganas itu adalah kakak iparnya!
Hah!
Meskipun dia telah dipukul olehnya juga, Huo Zihang merasa bahwa Yan Jinyi tampak bersinar cerah saat ini.
"Kau, kau, kau sama sekali bukan wanita."
"Aku bisa hamil dan melahirkan. Apa kau bisa? Aku akan mengakui bahwa aku bukan wanita di hari kau bisa melahirkan anak." kata Yan Jinyi memelototi Wang Qifeng.
Wang Qifeng tidak bisa berkata-kata. Begitu pula Huo Zihang.
Berdiri di dekat mereka, kepala pelayan itu juga kehilangan kata-kata.
Huo Xishen, yang baru saja menelepon kepala pelayan, kebetulan mendengar kata-kata Yan Jinyi.
"Siapa wanita itu?"
Kepala pelayan itu menggigil dan meletakkan ponselnya di samping telinganya. Kepala pelayan diam-diam menelan air liur dan berkata, "Dia Nyonya Muda Kedua."
"...." Huo Xishen terdiam beberapa saat sebelum berkata, "Baik, lanjutkan tugasmu."
Yan Jinyi tidak tahu bahwa suaminya telah mendengar kata-kata kasarnya.
Saat ini, dia masih menceramahi Wang Qifeng sebuah pelajaran. "Kau sangat jelek, namun kau masih bersaing dengan Tuan Muda Ketiga Huo untuk seorang wanita."
Wang Qifeng mengertakkan giginya dan menunjuk ke Huo Zihang dengan kesakitan di wajahnya. "Jelas, dialah yang bersaing denganku. Nana berkencan denganku sebelum berita tentang mereka keluar."
"Salahkan itu karena ketidakmampuanmu. Ini adalah urusan yang tidak tahu malu. Jika aku jadi kau, aku pasti sudah lama bersembunyi di rumah dan tidak berani keluar. Kau masih memiliki keberanian untuk keluar. Kau pantas mendapatkan ini!"
'Bahkan jika kau ingin membela Huo Zihang, ini bukanlah cara untuk melakukannya!'
'Jadi, apa hubungan wanita ini dengan Keluarga Huo?'
Wajah gemuk Wang Qifeng pucat namun merah. Dia ingin pergi tetapi dia merasa terlalu memalukan untuk melakukannya.
Dia ingin terus berkelahi dengan Huo Zihang tetapi merasa takut ketika dia melihat Yan Jinyi yang ganas.