New World To Live

New World To Live
Chapter 7 - Into The Anime-Verse


pada pagi hari haruto ke ruang barang-barang berbahaya yang di segel, haruto menghampiri salah satu barang tersebut dan barang itu adalah mesin untuk membuka portal ke dunia lain, tidak lama setelah itu salah satu anggota Eternal darkness yang bernama haku yang sedang berpatroli menghampiri haruto dan mengatakan


"selamat pagi tuan kuro, apa yang anda lakukan disini?"


"aku hanya melihat-lihat saja"


"begitu kah? baiklah aku akan kembali berpatroli, kalau begitu sampai jumpa tuan"


tanpa mengatakan apa-apa haruto mengangguk, haku pun kembali berpatroli. haruto membuka segel yang menyegel benda itu, benda itu seperti jam tangan, haruto mencoba memakai benda itu di tangannya. setelah benda itu dipasangkan di tangannya tiba-tiba sebuah lobang hitam kecil muncul dan menarik haruto kedalamnya. didalamnya haruto sekilas melihat beberapa gambar yang sangat tidak asing baginya, tidak lama setelah itu haruto keluar dari lobang hitam kecil itu. haruto bingung dengan apa yang terjadi sebenarnya, haruto melihat dirinya dilihatin banyak orang dengan cepat haruto berubah menjadi bayangan dan kabur secepat mungkin.


"kok bisa aku tiba-tiba berada di sini? apa yang dilakukan alat ini kepada ku?"


haruto lalu berhenti di atas rumah seseorang, lalu dia melihat ada seperti tembok atau gunung yang tinggi dan disana terdapat beberapa patung muka seseorang.


"jangan bilang alat ini..."


tidak lama setelah itu, haruto dihampiri dua orang, laki-laki dan perempuan, yang laki-laki berambut kuning dan yang perempuan berambut pink.


"ohh you gotta be kidding me -_"


"hey siapa kau?"


"*menghela nafas*aku... haruto"


"bisa kah kau ikut dengan ku sebentar?"


tanpa mengatakan apa-apa haruto menjawabnya dengan mengangguk. haruto pun di bawa ke sebuah bangunan yang sangat tidak asing baginya.


"bener aja dong ini dunia naruto"


"nenek tsunade, aku membawa orang yang mencurigakan"


"hah? gimana maksudnya?"


"iya mencurigakan dia tiba-tiba muncul di tengah jalan"


"tiba-tiba... hah? muncul gitu aja gitu? kamu kalo ngejelasin yang bener naruto"


"beneran dia tiba-tiba muncul aja di tengah jalan"


"maaf menyela tapi bolehkah aku menjelaskan semua ini?"


"kau mau menjelaskan kenapa kau tiba-tiba muncul gitu aja di tengah jalan?"


haruto menjawabnya dengan mengangguk, haruto pun mulai mengatakan apa yang terjadi tetapi tidak menceritakan kalau dia berasal dari dunia lain. haruto membuat cerita seolah-olah dia sedang melakukan eksperimen jutsu teleportasi


"jadi gitu ceritanya"


"jadi... kau sedang melakukan eksperimen jutsu teleportasi?"


"iya"


untuk beberapa detik satu ruangan sunyi


"ada apa?"


"tidak apa-apa, jadi kau berasal dari desa pasir?"


"bisa dibilang seperti itu"


tiba-tiba haruto merasakan bahaya, tidak lama setelah itu terjadi sebuah ledakan di luar, mereka melihat ke jendela dan mereka melihat beberapa monster sedang menyerang orang-orang dan mengubahnya menjadi debu. tanpa basa-basi naruto langsung turun untuk mengalahkan monster monster itu. saat naruto sudah sampai di bawah monster-monster itu terikat benang benang tipis benang-benang itu dari haruto dalam sekejap haruto mengalahkan para monster itu. tapi para monster itu tetap berdatangan dari sebuah lobang hitam kecil.


"naruto dengarkan aku kau tidak boleh menyerang para monster itu"


"hah? apa maksudmu? kau melarang ku untuk menyelamatkan desa ku sendiri?"


"SHUT UP AND LISTEN TO ME!!! jika kau atau seseorang yang melawan para monster itu akan berubah menjadi debu mereka tidak bisa disentuh sekalinya benda atau seseorang menyentuh tubuh monster itu. tubuh mu akan menjadi debu dan jika kau menjadi debu dunia ini akan hancur"


Haruto bisa mengetahui hal itu karena beberapa menit yang lalu haruto mendengarkan suara misterius di kepalanya, dia terus mengatakan bahaya akan datang, lalu beberapa detik kemudian suara misterius itu mengatakan


"jangan melawan monster itu jika tidak ingin menghilang. gunakan lah ini" haruto merakan kekuatan baru mengalir pada tubuhnya.


"gunakan lah kekuatan itu ntuk menghapus monster monster itu" suara misterius itupun menghilang,kembali ke waktu sekarang, setelah mendengar hal itu naruto pun terdiam, haruto pun lanjut membantai para monster itu. sore hari pun tiba, saat haruto sedang kelelahan melawan monster monster itu, para monster itu tiba-tiba berhenti keluar.


"hah? udah nih? akhirnyaaa"


haruto merasa bahwa kekuatannya berkurang sejak masuk ke dunia naruto, lalu tiba-tiba alat itu mengeluarkan lobang hitam kecil lagi dan menariknya lagi masuk kedalamnya.


"ohh not again"


haruto jatuh di sebuah tempat yang gelap dan dia melihat seseorang disana


"halo souma haruto, aku telah menunggumu, silahkan duduk"


tiba-tiba haruto duduk di sebuah kursi yang entah muncul dari mana


"siapa kau? apa kau seseorang yang berbicara di kepalaku?"


"iya, dan aku memberikanmu kekuatan untuk menghapus para monster itu karena aku ingin kau untuk menghapus para monster-monster itu, sebut saja mereka dargon"


"baiklah... ngomong-ngomong kau belum menjawab pertanyaan ku sepenuhnya loh"


"iya aku tau di sekolah ku pernah membahas nya"


"nah aku juga menciptakan multiverse itu dan alasan kau terus terusan masuk ke dalam lobang hitam kecil itu karena aku yang membuat lobang hitam kecil itu"


"kalau begitu bawakan aku ke duniaku yang sebelumnya clara dan arch menunggu ku"


"tenang saja saat kau berada dalam multiverse satu tahun disini sama dengan satu detik di duniamu"


"begitu ya? jadi... kalau yang kau katakan itu benar kenapa kau membuat ku terus terusan masuk kedalam lobang hitam sialan itu?"


"karena aku melihat potensi didalam dirimu, saat ini multiverse sedang dalam bahaya karena kedatangan monster-monster yang tidak diketahui asal usul nya beberapa dunia sudah hancur karena monster-monster itu aku ingin kau menjaga dunia dunia yang lainnya"


"apa untungnya bagiku?"


"kau bisa melihat kembali dan menjalankan kehidupan normal lagi bersama adikmu itu"


setelah mendengar hal itu haruto terdiam, dia mengingat almarhum kokomi, masa-masa yang indah bersama kokomi.



setelah terdiam beberapa detik, haruto memutuskan untuk tidak menghidupkan kokomi kembali.


"tidak perlu, masa lalu ya masa lalu aku harus move on. Kokomi sudah mati, aku tidak ingin menghidupkan kokomi dia sudah tenang di alam sana"


"begitukah? tapi apa kau benar-benar tidak mau melihat dia? aku bisa memanggil arwahnya loh"


"kau bisa memanggil arwahnya? kalau begitu tolong panggilkan"


dia pun memanggil arwahnya kokomi, tidak lama kemudian arwah kokomi pun muncul, disitu kokomi kaget dan sedih disaat yang bersamaan


"lama tidak berjumpa kaka"



haruto hanya terdiam setelah kokomi mengatakan itu. beberapa detik kemudian air mata haruto mulai keluar. sambil menangis haruto mulai meminta maaf berkali-kali.


"maaf kokomi andai saja aku lebih cepat untuk menyelamatkanmu"


"kaka tidak perlu meminta maaf, kaka sudah melakukan yang terbaik, selain itu ini adalah reuni kita jadi kenapa kaka malah menangis?"


tidak lama setelah itu air mata haruto mulai berhenti.


"benar juga, ini reuni kita maaf telah memperlihatkan sisi yang memalukan itu"


"sudah kubilang tidak perlu meminta maaf. jadi kenapa kaka memanggilku?"


"tidak apa-apa, aku hanya ingin melihatmu setelah sekian lama"


"begitu ya? aku juga kangen sama kaka, tapi kau sudah memiliki adik lagi kan?"


"maksudmu clara?"


"iya, kau ingat waktu clara berada di pelukanmu lalu kau melihatku? itu beneran aku kaka bukan hanya bayanganmu saja"


"begitu ya? apa kau mengawasiku setiap waktu?"


"tidak setiap waktu juga sih, aku saat itu pengen banget ketemu kaka makanya aku meminta untuk bertemu dengan kaka"


"baiklah haruto waktunya habis"


"apa maksudmu?"


"sayang sekali waktunya habis"


haruto melihat arwah kokomi mulai menghilang


"kalau begitu kaka, sampai jumpa. semoga kita bisa bertemu lagi"


"tunggu, kumohon tunggu kokomi! hey dargon lakukan sesuatu!"


"dia akan kembali ke alamnya haruto tidak ada yang bisa kulakukan"


tidak lama setelah itu arwah kokomi pun menghilang. untuk beberapa detik haruto terdiam haruto mulai berjalan ke arah dargon dan mengatakan


"kau bilang ada dunia yang harus keselamatkan kan? kalau begitu kirim aku kedunia ke 2"


"eh? ko tiba-tiba gini berubah pikiran?"


"shut up and open the portal dargon"


"hhmm baiklah, dunia kedua yang harus kau selamatkan adalah dunia sword art online. semoga beruntung"


"makasih, kirim aku kembali ke dunia ku saat ini selesai. mengerti?"


"iya iya yaampun sama Tuhan aja kau lancang gini"


perjalanan haruto menyelamatkan multiverse atau lebih tepatnya anime-verse pun dimulai.