New World To Live

New World To Live
Chapter 3 - The Bardor Kingdom


Ketika sampai di goa clara kebingungan karena dia sama sekali tidak melihat goa, lalu haruto mulai menghilangkan sihir kegelapan miliknya untuk menyembunyikan goa tersebut, clara kaget ternyata haruto bisa menguasai sihir kegelapan yang hanya bisa dikuasai oleh iblis dan monster. ketika sampai di rumah, clara kaget lagi setelah melihat archon.


"haruto, kau pungut di mana tu anak?"


"aku menemukannya di tengah hutan, dia terlihat tidak ingin ke kediaman manusia jadi aku bawa saja ke sini"


"begitu ya, apapun alasan mu habis makan kita pergi latihan"


"iya iya"


tidak lama kemudian haruto menyadari clara diam saja dari tadi.


"ada apa clara? archon kau tau apa yang terjadi dengannya?"


"itu adalah sifat normal manusia disini ketika melihat wujudku, tapi kau memiliki reaksi yang berbeda dari yang lain setelah melihat wujudku"


"begitu ya, clara itu teman sekaligus guruku. dia archon, tenang saja dia tidak gigit kok"


meskipun haruto mengatakan itu tetap saja clara memiliki trauma terhadap monster dan manusia, tapi setelah beberapa kali haruto menenangkan dia, clara akhirnya tenang. archon merubah tubuh naganya menjadi pria berambut biru.


"hari ini kau masak sushi kan?"


"iya aku masak sushi, tapi kali ini ketika aku masak kau diam di luar rumah"


archon kaget mendengar hal itu dan mengatakan.


"kenapa? memangnya aku berbuat apa? "


"jangan pura-pura polos, kau menggangguku ketika lagi masak, kau menciumi ikan nya, menjilatnya, bahkan kau sampai memakan ikan yang masih mentah. jelas saja kau menggangguku dasar naga aneh!"


"kali ini enggak kok, biarkan aku masuk kerumahmu ya?"


haruto tidak memperdulikan archon yang sedang memohon mohon kepadanya, dia lalu masuk ke rumahnya bersama clara lalu mengunci archon di luar. clara merasa kasihan kepada archon, clara lalu mengatakan.


"haruto archon terlihat sedih bisakah kau membukakan pintunya?"


"dia akan menggangu ku clara, aku jadi tidak fokus nanti masaknya"


walaupun haruto tidak mau membukakan pintunya, clara yang membukakan pintunya untuk archon.


"terimakasih gadis kecil yang cantik, kau penyelamat ku"


"berterimakasih lah pada clara sudah membukakan pintu untukmu"


"diam kau dasar iblis"


ucap archon sambil mengeluarkan tatapan marah kepada haruto, haruto yang melihat itu mengatakan.


"baiklah kau boleh masuk tapi kau tidak akan dapat memakan sushi"


archon yang mendengar itu kembali sedih, lalu haruto mengatakan.


"aku bercanda denganmu, tidak mungkin aku akan sekejam itu kepada guruku sendiri jadi bersemangat lah"


"tapi tadi kau mengunci pintunya beneran"


"pembohong!"


haruto melihat clara tersenyum.


"ada apa?"


"tidak apa-apa, hanya saja ini adalah suasana baru bagiku, sebelumnya aku tidak pernah berasa dalam situasi ini"


haruto lalu pergi memasak sushi dan semuanya makan bareng dan ngobrol bareng, archon yang sedang asik ngobrol tidak sengaja keceplosan mengatakan rahasianya, haruto dan clara terdiam mendengar apa yang diucapkan oleh archon.


"barusan kau bilang pernah dikhianati oleh Kerajaan yang bernama Bardor?"


haruto lalu menyadari ada yang aneh dari clara setelah mendengar kata Kerajaan Bardor.


"clara ada apa?"


"tidak ada apa-apa"


"tidak usah takut katakan saja ada apa?"


"tidak ada apa-apa aku serius"


haruto menyadari kalau clara memiliki hubungan dengan Kerajaan Bardor.


"apa kau memiliki hubungan dengan Kerajaan Bardor? apa itu tempat orang-orang yang menganggap kau sebagai hewan? atau apakah Kerajaan itu tempat tinggal mu?"


haruto mencoba menebak apa yang terjadi antara clara dan Kerajaan Bardor, clara kaget mendengar semua tebakan haruto benar semua.


"kenapa kau bisa tau?"


"apanya? disana orang-orang yang menganggap mu sebagai hewan? atau disitu tempat tinggal mu?"


"semuanya benar, disitu tempat tinggal ku dan tempat tinggal dimana orang-orang hanya menganggap ku sebagai hewan"


amarah haruto terhadap manusia perlahan bangkit lagi, lalu haruto bertanya kepada archon.


"apa yang mereka lakukan kepadamu?"


"sudah terlambat untuk mengelak ya, baiklah aku akan ceritakan semuanya. aku dirawat dan dibesarkan di sana, aku tidak pernah melihat orang tua asli ku, disana aku dilatih untuk menjadi kuat dan diajarkan cara menggunakan sihir, disana aku memiliki banyak teman aku bahkan punya kamar sendiri, mereka sudah seperti keluarga bagiku. tapi semua itu hanyalah kebohongan belaka, saat itu aku terbangun di tengah malam dan berniat keluar kamar, saat ingin membuka pintu aku mendengar seseorang mengobrol tentang perang, dari awal mereka mencuri ku dari orang tua ku dan berniat menggunakan ku sebagai senjata, mereka hanya menganggap ku sebagai alat saja yang jika sudah tak berguna akan dibuang. sampai saat perang sudah dekat aku sudah remaja, saat aku merasa aku sudah sangat kuat aku mengamuk di sana tapi saat itu aku masih sangat naif, mereka sudah memprediksi kan hal ini akan terjadi cepat atau lambat, mereka sudah memanggil pahlawan untuk menghentikan ku dia sangat kuat untuk ku lawan. Dia sama sekali tidak mempan terhadap sihir, dia menyegel sihir kegelapan ku lalu membuang ku ke goa ini, dan dia menyegel ku disini, untungnya disini ada beberapa makhluk hidup untuk ku makan jadi aku dapat bertahan hidup sampai aku bertemu denganmu. baiklah aku sudah mencerikan sem... haruto?"


haruto diam sejenak, tidak lama setelah itu dia bangun lalu dia membuat topeng dan kostum yang serba hitam dan emas lalu mengatakan.


"di mana kerajaan bardor itu?"


"apa kau berniat menyerang kerajaan bardor?"


"jika iya memangnya kenapa?"


"itu terlalu gegabah, mereka punya pahlawan yang sangat kuat, setidaknya biarkan aku ikut"


"kau jaga clara disini biar aku saja yang pergi untuk menghancurkan kerajaan sialan itu"


haruto memulai penyerangan terhadap kerajaan bardor.