
Saat Haruto sampai di rumah dia melihat Clara yang sedang menunggunya.
"Clara apa yang kau lakukan?"
"ah kaka? aku sedang menunggumu"
"kenapa kau menungguku? aku baru saja pulang dari markas ku"
"aku menunggumu karena ingin meminta sesuatu padamu, boleh tidak?"
"meminta apa?"
"aku ingin jalan-jalan ke kota"
"jalan-jalan ke kota? ngapain dikota itu banyak manusia biadab"
"iya aku tau tapi, entah kenapa aku merasa bosan dirumah"
"baiklah kalau begitu akan aku temani kau ke kota"
"boleh?"
"iya asal aku temani"
"baiklah terimakasih"
Mereka akhirnya pergi ke kota terdekat kota itu adalah kota arkham kota yang pernah di jadikan markas oleh sekte asmodeus, saat Haruto dan Clara sampai disana Haruto merasa penjagaan nya lebih ketat dibanding dengan dia datang ke situ sebelumnya.
"wajar sih mereka baru saja di serang"
"kau mengatakan sesuatu kaka?"
"tidak, bukan apa-apa. jadi kau kesini mau ngapain?"
"kau memiliki adik?"
"iya saat hidupku belum bertemu dengan kaka aku selalu mencuri makanan. suatu hari saat aku dan adik ku sedang lari dari kejaran orang-orang adik ku tersandung karena mereka sudah dekat aku terpaksa meninggalkan adik ku sendirian, besoknya saat aku ingin menyelamatkan adik ku adik ku hilang entah kemana tidak ada yang tau keberadaannya, saat aku mulai putus asa aku menemukan sebuah rumah yang sangat mencurigakan, akhirnya aku kesana karena banyak orang didepan rumahnya aku mengendap-endap dan mengintip ke jendela disana aku melihat adik ku dijadikan budak, mereka yang menangkap adik ku menjualnya sebagai budak mulai dari sana aku sangat menyesali perbuatan ku yang sudah meninggalkannya. Tidak lama setelah itu aku ketahuan mengintip dan saat aku ingin melarikan diri ternyata aku sudah di kepung aku tertangkap disana, disana... seperti neraka aku disiksa di perkosa dan masih banyak lagi. Aku berhasil melarikan diri karena aku keluar saat pintu dibuka aku langsung bergegas mengalahkan para penjahat itu dan aku keluar dan lari secepat mungkin sampai aku tiba di sebuah hutan aku tidak bisa berlari lagi, saat itu harapan ku untuk hidup sudah tidak ada lagi sampai akhirnya aku bertemu dengan mu kaka. Hidupku sebelum bertemu kaka sudah seperti di neraka, tapi kaka tidak perlu khawatir, aku yang sekarang sudah cukup bahagia kok"
mendengar hal itu haruto terdiam.
"hei clara, aku sudah memikirkan hal ini dari dulu... Apa aku ini pantas menjadi seorang kaka yang baik?"
"Apa maksudmu? bagiku kau sudah menjadi kaka yang baik kok. Kenapa kaka bertanya seperti itu?"
"tidak hanya saja... tidak jadi lupakan lah"
Clara bingung apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh haruto. Mereka pun melanjutkan jalan jalan di kota tersebut. Mereka memasuki wilayah pasar, saat mereka sedang melihat dagangan yang ada, haruto mendengar sesuatu.
"Barusan itu apa? apakah si dewa itu memanggilku? aku yakin sudah membereskan masalah yang ada di multiverse. Sebentar... Clara apa itu kau?"
"T-tidak bukan aku"
"Kau tau kalau kau itu tidak pandai berbohong kan?"
"... baiklah itu suara perutku"
"Oh iya aku lupa memasak sarapan, kalau begitu kau tunggu disini aku akan membeli sarapan"
"baiklah"
Haruto pun pergi membeli makanan dia membeli steak saat haruto kembali, Clara menghilang.