
"Ini nomor teleponnya Han, Saya tahu tidak mudah membangun pernikahan! Kalian ini masih muda! Kalo begitu saya pamit ya!"
"Iya terima kasih telah mampir kesini!"
Wanita itu kemudian pergi dari toko tersebut.
Nara mencoba menghubungi nomor tersebut. Tuttttttttt..... Tuttttttttt.... Berdering 📳.
"Halo!"jawab Han
"Halo ini Nara! Kamu bisa kesini sekarang So-hyun mengurung diri di kamarnya."
"Hah?? Baiklah aku akan kesana" Han menutup teleponnya.
Tak beberapa lama kemudian....Tok tok tok 🚪 Han mengetuk pintu toko Dan Nara langsung membuka pintunya.
"Han! Ayok masuk!" Nara mempersilahkan Han duduk.
"Emm Han aku mau minta maaf! Kamu benar ini cuman salah paham tapi aku malah--" omongan Nara terputus karena Han menempelkan jari telunjuknya di dekat bibir Nara.
"Sutt jangan bahas lagi aku sudah memaafkannya aku juga minta maaf karena ngga lebih berusaha menjelaskannya!" Ucap Han.
"Hemm baiklah tapi kamu bisa bujuk So-hyun kan??"
Han mengangguk dan naik keatas untuk ke kamar So-hyun tuk tuk tuk 🚪 Han mengetuk pintu kamar.
"So-hyun! Ini ayah ayok kita sarapan!"
Mendengar suara ayahnya so-hyun langsung membuka pintunya.
"Ayah??" So-hyun langsung memeluk erat tubuh ayahnya itu.
"Ya so-hyun ayah disini!"
"Tapi kenapa ayah disini kalau ayah ketahuan gimana??" So-hyun melepaskan pelukannya dan melihat ibunya berdiri dibelakang Han.
"Bu maaf jangan usir ayah lagi!!" So-hyun menundukkan kepalanya.
Dan Tiba-tiba saja Nara memeluk putrinya itu dengan erat.
"So-hyun maafkan ibu selalu melarang mu untuk ketemu ayah kamu!!"
"Aku juga minta maaf selalu membantah perintah ibu!"
Han mendekat dan memeluk mereka berdua.
Skip diruang makan....
Mereka tampak begitu menikmati makanannya.
"Emm sudah lam sekali aku nggak makan masakan kamu! Dan so-hyun jangan ulangi lagi bolos sekolah" ujar Han
"Ayah ini aku cuman sekali ini saja lagi pula aku ingin sarapan bersama kalian."
"Sudah-sudah habisin dulu makanannya nanti lanjut mengobrol nya!" Ucap Nara.
"Ouh iya yah itu soal cafe gimana?" Tanya So-hyun.
"Tenang saja ada ketua chef yang mengurusnya!"
"Cafe? Han kamu punya cafe? dan So-hyun kenapa kamu tahu? Tanya nara
"Emmm" so-hyun membisu.
"Ya aku membangun cafe itu siapa tahu aku bisa bertemu lagi dengan kalian kalau kamu melihat cafe itu dan benar saja di cafe itu aku bisa bertemu dengan So-hyun!"
"So-hyun ngapain kamu kesana?"
"A aku!!"
"So-hyun kerja paruh waktu disana!"
"Apaaa kerja? So-hyun apa ibu kurang memberimu uang jajan??" Bentak Nara.
"Bukan begitu bu aku hanya ingin mencari uang tambahan sendiri apa nggak boleh?? Lagi pula buktinya kita bisa bertemu dengan ayah kan??"
"Kamu ini ya!!!" Nara mencubit lengan so-hyun
"Ahh ayah!!"
Han hanya tersenyum melihat kelakuan keluarganya.
"Yah! Apa ayah akan kembali kerumah ayah lagi? Ayah mau pergi dari kita lagi?"
"Nggak ayah akan tinggal disini!"
"Uhuk uhuk" nara langsung meneguk air sampai habis.
"Lagi pula bukan ayah yang meninggalkan kalian tapi kalian yang meninggalkan ayah sendirian!" Han melirik Nara.
"I iya iya Aku minta maaf telah mengajak So-hyun pergi!"
"Ya baiklah kapan kita menentukan tanggal baiknya??" Tanya Han.
"Hah??? Jadi kalian? Hyaaaaaaa." So-hyun kegirangan.
Pukul menunjukkan jam 1 siang tandanya murid-murid sekolah sudah pulang.
Kring seseorang membuka pintu toko dan itu ternyata Felix dengan rombongannya. Saat Felix masuk kedalam toko ia melihat pak Han dan Nara sedang memasak bersama.
"Ekhem ekhem!" alex pura pura batuk.
"halo tante saya Alex temannya So-hyun."
"Ada acara apa nih rame-rame kesini??" tanya Han.
"Kami mau menjenguk so-hyun Tante So-hyun nya ada?" ucap Ye-bin.
"Jenguk??" nara bingung.
"iya ada kalian ke kamarnya saja!" ucap Han.
Dan mereka langsung naik untuk kekamar so-hyun.
"aku yang bilang so-hyun tidak masuk sekolah karena tidak enak badan!" ucap Han Kepada Nara.
"Ouh pantesan! yaudah aku mau ngasih cemilan buat mereka."
Tok tok 🚪 Clekkk Ye-bin membuka pintu kamarnya so-hyun.
"Hai So-hyun!!" Sapa Ye-bin yang masuk.
So-hyun yang sedang rebahan langsung kaget melihat kedatangan felix ke kamarnya.
"Hah kalian??" So-hyun langsung duduk dikasur nya.
"Eh nggak apa-apa nih kita masuk ke kamarnya??" Tanya Alex.
"Nggak apa-apa kok yaudah kalian duduk saja! Biar aku siapin minuman buat kalian."
Saat So-hyun beranjak dari kasurnya ia malah oleng dan jatuh kepangkuan felix yang sedang duduk Dan wajah kalian saling bertatapan.
"Kamu baik-baik saja??" Tanya Felix yang melahun tubuh so-hyun.
"Ekhemm." Alex batuk lagi.
Dan refleks so-hyun menghindari Felix.
"Ma maaf felix aku nggak sengaja!" Wajah so-hyun memerah.
"Iya nggak apa-apa? Kamu kan lagi sakit nggak usahlah ambil minuman segala!" ucap Felix.
Clekkk 🚪 ibunya so-hyun masuk dan menyajikan minuman serta cemilan.
"Ayok silahkan dicicipi cemilannya terimakasih ya sudah datang kesini!" Ucap Nara.
"Iya Tante sebagai teman yang baik kita harus kesini dong." Ujar Alex.
Dari belakang punggung Alex Ye-bin mencubit sebelah pinggang alex.
"Aduh apaansih!!" Bisik sakit Alex.
"Kamu ini ya!! Hehe Tante makasih!" Ucap Ye-bin.
Nara kembali turun kebawah untuk melayani pelanggan.
"Apaansih cubit cubit sakit tahu!" Kesal Alex.
"Hey biarin lagian kamu main jawab aja!!" Ledek Ye-bin.
"Hey kalian ini baru jadian sehari udah berantem aja??" Goda Felix.
"Jadian??? Kyaa So sweet banget sih kalian." Goda so-hyun.
"Heh biarin dari pada kalian kenal dari kecil tapi nggak jadi-jadi!" Ledek Ye-bin.
"Dari kecil??" Tanya Alex
"Ya mereka temenan dari kecil sebelum mengenalku!" Jawab Ye-bin.
Felix mendekati So-hyun Dan menatapnya.
"Sebenarnya kamu sakit apa??" Tanya Felix yang terus menatapnya.
"Hah sakit?? Aku nggak sakit!!" Jawab So-hyun.
"Loh tadi ayah kamu nelepon katanya kamu nggak enak badan jadi nggak masuk sekolah dulu."
"Hah ayah?? A aku sebenarnya nggak sakit!! Aku cuman menghindari ketemu Ju-hwan disekolah." So-hyun menundukkan kepalanya.
Felix semakin mendekati so-hyun dan menggenggam tangannya sedangkan Ye-bin dan Alex terlihat gemas melihat mereka.
"Kamu tenang saja! Ju-hwan ngga akan berbuat jahat lagi!" Ucap felix sembari memegangi kedua tangan So-hyun.
"Hah? maksudnya?" So-hyun bingung.
"Ju-hwan pergi ke USA untuk tinggal bersama ayahnya dan ia menitipkan surat ini buat kamu!" Felix memberikan suratnya.
"Dan so-hyun Bora juga udah pindah sekolah karena ayahnya dipecat jadi Kepala sekolah karena ketahuan mempunyai bisnis klub malam jadi sekolah kita bisa damai kembali." ucap Ye-bin
...Bersambung...