Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan

Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan
Bab.52


Ku lirik jam yang tergantung di dinding,kini jam telah menunjuk kan pukul 01.00 dini hari!


Aku sudah terjaga selama 3 jam lama nya.


Dan selama itu juga aku masih bertahan,tapi entah kenapa sekarang mata ku mulai memberat secara perlahan


"Hoaaaamz"


Sungguh aku sangat merasa mengantuk sekarang,tapi aku terus berusaha untuk tetap membuka mata ini setidaknya sampai waktu subuh tiba


"Hoaaaamz" aku kembali menguap


Ku sandar kan kepala ini di dinding sambil terus memperhatikan bu mayang yang masih belum sadar sampai saat ini! aku juga tidak tau dan tak bisa memastikan kapan bu mayang akan sadar


Tetapi,aku sangat berharap bu mayang bisa sadarkan diri esok pagi sebelum kevin dan keenan terbangun dari tidur nya.


Sedetik kemudian rasa kantuk ini bertambah kuat yang membuat mata ini perlahan menutup sempurna.


******


"Sreeeet"


"Sreeeeeet"


Perlahan aku mulai terbangun dari tidur nyenyak ku,saat telinga ku mendengar ada suara langkah kaki yang terus terseret seret dari arah luar


"Siapa itu?" batin ku


"Sreeeet"


Suara itu kembali terdengar yang membuat bulu kuduk ku perlahan meremang.Bersamaan dengan itu aku mendengar suara langkah kaki terseret tersebut perlahan mendekat ke arah pintu


Namun, langkah itu terhenti sejenak! lalu kembali terdengar dan seperti mengelilingi seluruh bagian rumah pak restu yang memang menyatu dengan bengkel milik nya.


Karna merasa tak nyaman,aku pun langsung membenarkan posisi duduk ku sambil terus mengawasi sekeliling bagian ruang tamu ini sekaligus menjadi ruang keluarga.


"Tok"


"Tok"


"Tok"


Aku langsung tersentak kaget saat mendengar suara pintu depan di ketuk oleh seseorang.


"Tok"


"Tok"


"Tok"


"Ardi" seru seseorang dari luar sana


Mata ku langsung melotot sempurna,saat mendengar suara itu sangat persis dengan suara bu mayang yang sedang memanggil nama ku dari luar sana.


"Mas" Panggil pak restu yang tiba tiba datang sambil menepuk bahu ku


"Astagfirullah pak! saya kaget sekali" ucap ku


"Sssst...."


"Jangan berisik mas" bisik nya


"Itu suara bu mayang pak"


"Apa?" jawab pak restu dengan wajah yang shock


"Iya pak! saya tidak berbohong itu suara bu mayang" jelas ku kembali


"Tok"


"Tok"


"Tok"


"Diam mas!" ucap pak restu lagi pada ku


"Ardi? apa kamu di dalam? buka pintu nya!" seru seseorang yang suara nya mirip dengan bu mayang dari luar sana


"Kevin! keenan! buka pintu nya sayang!" seru nya kembali yang kali ini memanggil kevin dan keenan


"Om" panggil kevin yang mungkin terbangun akibat dari panggilan itu


"Itu suara mamah!" lanjut nya


"Sssst!" ucap ku sambil menempel kan jari telunjuk ku tepat di bibir nya


"Kenapa om?" tanya nya pada ku dengan suara yang sangat pelan di sertai dengan raut wajah yang sama panik nya dengan pak restu


"Kevin diam lah dulu! jangan bicara lagi ya" ucap pak restu yang memberi peringatan pada kevin


"Cklek"


"Cklek"


"Tok"


"Tok"


"Tok"


"Om!" rengek nya


"Tidak apa apa,tenanglah" sahut ku sambil mengusap pucuk kepala nya


Bersamaan dengan itu,terdengar kembali suara langkah kaki yang keluar dari dalam kamar pak restu dan bu ismi sontak kami bertiga langsung melihat ke arah kamar


"Siapa mas" tanya bu ismi yang berdiri tegak di ambang pintu sambil mengucek ngucek mata nya


Aku yang melihat itu hanya bisa menghembuskan nafas lega,aku sempat berfikir bahwa yang keluar dari dalam sana bukan lah bu ismi melainkan sosok yang lain.


"Dia datang buk" Jawab pak restu


"Yang benar mas?" sahut bu ismi


"Iya buk! dia sedang di luar sekarang"


"Mas minta tolong pada ibuk,tolong ambil kan semua garam yang kita miliki di dapur sekalian segelas air putih ya buk" pinta pak restu kepada bu ismi


"Iya mas!" jawab bu ismi cepat dan berjalan memasuki dapur


Dan beberapa saat kemudian bu ismi telah keluar dari dapur dan berjalan menghampiri kami lengkap dengan se toples garam dan juga segelas air di tangan nya


"Ini mas" ucap bu ismi sambil memberikan apa yang di minta oleh pak restu


Tak menunggu lama, pak restu langsung menerima garam beserta air putih itu lalu meletakkan nya di lantai!


"Sapu lidi kecil tolong buk" perintah nya lagi sambil duduk di lantai dengan kaki bersilah


Setelah mendengar perintah dari pak restu bu ismi segera berlari kembali ke arah dapur dan kembali membawa sapu lidi kecil itu lalu memberikan nya pada pak restu


Semua yang di minta oleh pak restu sudah terpenuhi, pak restu meminta pada ku dan kevin untuk menjauh dari tempat nya duduk saat ini


"menyingkir lah sebentar mas! saya akan melakukan sesuatu yang akan membuat sosok itu pergi dari sini"


"Iya pak! ayo kevin" ajak ku


Namun kevin menolak ajakan dari ku "Gendong dia mas" lanjut pak restu


*****


Beberapa menit kemudian,saat pak restu memulai aksi nya! mulai dari menata garam,segelas air putih,serta sapu lidi tepat di hadapan nya sambil melafalkan doa serta surah surah pendek


Lalu, dengan perlahan pak restu berjalan mendekat ke arah pintu dan kemudian meletakkan sapu itu di sana.


"Bukaaaaaaaa" teriak seorang wanita dari luar sana yang sampai kini masih meniru suara bu Mayang


"Om" rengek kevin kembali yang kali ini berhasil membuat seluruh tubuh nya gemetar hebat


"Bruuuuk!"


"Cklek"


"Ckleek"


"Tok"


"Tok"


"Tok"


Berulang kali sosok itu melayang kan sebuah ketukan serta hantaman pada pintu rumah pak restu yang membuat pintu itu semakin bergetar sangat kencang dan hampir lepas.


Aku yang melihat itu langsung menggendong kembali tubuh kevin dan membawa nya lebih jauh dari sana! dan di susul oleh bu ismi yang juga merasakan hal yang sama seperti yang sedang aku dan Kevin rasakan saat ini.


"Allaaaaahukbar" teriak pak restu dengan sangat lantang sambil terus melemparkan garam ke setiap sudut rumah


"Pergi lah kau dari sini"


"Di sini bukan lah tempat mu!"


"Kembali lah ke rumah itu sekarang!"


"Atau kau akan ku kirim kan langsung ke tempat asal mu" teriak pak restu dengan lantang nya tanpa rasa takut


"Bukaaaaaaaa" teriak sosok itu kembali yang tak kalah keras nya dengan suara teriakan dari pak restu


"Pergi sekarang!"


"Jika kau tetap kekeh berada di luar sana! maka aku tak akan berfikir dua kali untuk melemparkan mu kembali"


"Aaaaaargh" erang sosok itu


"Aku tidak takut" teriak nya kembali dan sedetik kemudian


"Braaaaaak"


pintu yang tadi nya tertutup rapat kini sudah terbuka sangat lebar


"Aku menemukan mu" ucap nya dengan menyeringai sambil menatap tubuh bu mayang