
"Emm....mbak? kenapa mbak terus melihat saya seperti itu?
"Memangnya ada yang salah dengan wajah saya?".lanjutnya sambil memegang ke dua pipi miliknya menggunakan telapak tangan.
Aku terkekeh pelan melihat respon nya "Aah,tidak bukan apa apa!"
"Saya sangat mengagumi wajah kamu mala,wajah kamu itu manis sekali!".puji ku yang berhasil membuat wajahnya berubah menjadi kemerahan.
"Beneran mbak? padahal saya ngerasa nya biasa saja lo,yang bener itu mbak mayang lah yang manis bukan saya!"
"Saya ini apa lah mbak! cuma orang desa! pasti jika di bandingkan dengan orang orang kota seperti mbak mayang ini,saya jelas jauh berada di bawah".jawabnya sambil menyengir kuda.
Aku hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar jawabannya barusan,tapi sungguh! aku tidak berbohong,wajah mala ini sangat manis walaupun kulitnya yang sedikit gelap tapi itu lah yang menambah kemanisan dalam dirinya.Tapi sayang, sangat jauh berbeda dengan hati nya!.
"Yasudah,kalau begitu saya masuk ke dalam dulu ya! kamu tolong jagain mereka berdua,setelah saya selesai solat saya akan segera kembali ke mari"
"Kalau kamu lelah,kamu boleh duduk di sana!". lanjut ku sambil menunjuk ke arah ardi yang sedang duduk saat ini
"Di samping mas ardi mbak?".tanya nya terlihat memastikan
"Iya,di samping ardi! di sana kan ada bangku kosong!"
"Tapi ingat! jangan biarkan mereka bermain ke pohon beringin itu".tunjuk ku pada pohon beringin yang ada di sebrang jalan dan mala pun juga melihat ke arah yang sedang ku tunjuk.
"Memangnya kenapa ya mbak? bukannya di sana itu ada ayunan nya,jadi mereka berdua bisa bermain di sana! maksud saya biar tidak terlalu bosen,gitu lo mbak"
Aku mengerutkan dahi saat mendengar perkataan nya barusan."Kamu tau di sana ada ayunan?"
"Ya,jelas tau lah mbak! wong yang buat ayunan itu saya kok mbak!"
Aku tidak merespon ucapan mala barusan,yang tiba tiba saja mengeklaim kalau ayunan itu di buat sendiri oleh nya! tapi,bukannya kata anak anak laras lah yang telah membuat ayunan itu?.Batin ku
"Baiklah kalau begitu,jika mereka memaksa ingin bermain di sana! ajak lah ardi bersama kalian!"
"Oh iya mbak! nanti akan saya ajak".jawabnya sambil mengangguk.
"Kalau begitu saya ke dalam dulu ya,takut waktu solat nya habis"
"Kevin,keenan kalian jangan nakal ya! baik baik mainnya jangan lari lari nanti jatuh"
"Iya mah!"
****
20 menit sudah berlalu,kini aku sudah selesai melaksanakan kewajiban ku! tapi ku urungkan niat ini untuk langsung pergi ke depan untuk menemui mereka.Karna aku merasa tanggung, sebentar lagi waktu solat ashar jadi aku memutuskan untuk berdiam diri saja di kamar sambil mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur'an yang ku setel dari ponsel ku.
Saat sedang khusyuk mendengar lantunan ayat suci Al-Qur'an,tiba tiba saja ponsel ku berdering membuat lantunan ayat juga ikut terhenti.
"Mas nanda?".batin ku
"Hallo mas, assalamualaikum!".sapa ku
"Waalaikumsalam sayang! gimana apa kalian semua di sana baik baik saja?
"Alhamdulillah kami semua baik baik saja di sini mas! kalau mas sendiri gimana di sana?"
"Mas juga baik baik saja sayang,tapi saat ini mas ngerasa kalau berat badan mas sepertinya turun! karna tidak ada kamu yang nyiapin sarapan,makan siang,makan malam! jadinya mas lebih sering makan,makanan instan!".keluhnya dari sebrang sana yang membuat ku sedikit merasa bersalah.
"Maafkan aku mas,karna tidak bisa mengurus segala keperluan mu di sana!"
"Lagian,dari awal kamu sendiri yang sudah melarang ku untuk ikut dengan mu bukan?".lanjut ku yang membuatnya menghela napas panjang.
"Iya mas tau itu!"
"Lalu bagaimana, apakah rumah yang saat ini kalian tinggalin pernah di datangi atau di masuki oleh binatang buas sayang? sungguh mas setiap hari hampir tak bisa tidur dan makan dengan tenang,karna terus memikirkan keadaan kalian semua di sana!"
Aku terdiam sebentar sebelum menjawab pertanyaan darinya,bagaimana cara nya agar kamu tau! yang datang ke rumah ini bukanlah binatang buas mas,melainkan sosok yang sangat menyeramkan yang selalu mengusik ketenangan kami.batin ku
"Sayang?"
"Iya mas maaf!"
"Kok jadi bengong si? kamu kenapa? sakit? atau....
"Tidak mas!".potong ku cepat "aku baik baik saja,hanya saja belakang ini tubuh ku rasanya sangat lelah sekali! mungkin akibat perjalanan jauh".sambung ku
"Baiklah,kalau begitu! kalian jaga lah diri baik baik di sana ya.Mas juga sudah mengajukan surat cuti pada atasan untuk sekedar melihat kalian di sana! tetapi surat mas di tolak, dengan alasan mas maneger baru di perusahaan ini"
Aku mengangguk tanda mengerti "tidak apa apa mas! tetap lah fokus dalam pekerjaan mu di sana kami akan baik baik saja di sini!"
"Yasudah lah kalau begitu,mas harus tutup telponnya sekarang sayang! karna 10 menit lagi mas ada meeting penting dengan bos besar"
"Iya mas, assalamualaikum!".jawab ku dan ingin memutuskan panggilan telpon.Namun itu segera ku hentikan saat terdengar suara mas nanda kembali memanggil nama ku.
"Ya mas ada apa?".tanya ku tak mengerti
"Tadi,daniar dan poppy menelpon mas kalau mereka mau berkunjung ke sana!"
"Mas sempat menolak karna perjalanan ke sana sangat lah jauh,dan membutuhkan waktu ber jam jam"
"Tapi mereka bersih keras tetap ingin ke sana, akhirnya dengan terpaksa mas memberikan alamat rumah itu pada mereka!"
"Aduh mas!! harusnya mas tidak usah berikan alamatnya pada mereka tadi!".ucap ku sedikit kesal
"Mau bagaimana lagi sayang? mereka terus mendesak mas!"
"Jadi, yasudah lah biarkan mereka datang! sambutlah dengan baik!"
"Tapi maaaas....
"Sudah! bukannya dengan kedatangan mereka bisa membuat rumah jadi semakin ramai sayang? mereka juga bisa jadi teman mengobrol untuk mu!"
"Iya kamu bener juga si".jawab ku lesu
"Yasudah! masalahnya selesai! Sesimpel itu bukan?". tanya pada ku namun aku tidak menjawab
"Sayang?"
"Hei?"
"Kok diam saja?"
"Ngambek? iya?!"
"Yasudah mas tutup telponnya sekarang ya! sampaikan salam rindu mas pada kevin dan keenan"
"Assalamualaikum"
"Tut tut tut"
"Aaaaih...daniar! poppy! kenapa si dengan kalian ini? sudah di bilang jangan datang! tapi tetap aja ngeyel". ucap ku geram sambil meremas sajadah yang sedang ku duduki ini sebagai alas untuk solat.
Segera ku buka apk WhatsApp untuk mengirimkan pesan pada mereka,melalui grup yang sengaja di buat daniar khusus hanya untuk kami bertiga.
Dengan napas yang memburu karna tak mampu lagi menahan amarah, langsung ku kirim kan pesan suara pada mereka.
"Daniaaaar! poppy!.teriak ku dan langsung mengirim pesan itu pada mereka
"Kalian ini kok ngeyel banget si? di bilangin jangan datang dulu tapi tetap juga maksa! pake nelpon mas nanda segala lagi!".ucap ku lagi tapi kali ini tidak berteriak namun dengan nada kesal! kembali ku kirimkan pesan itu
"Ting"
Segera ku buka isi pesan suara dari daniar
"Kalem dong may! jangan ngegas gitu! kayak orang kesurupan aja sampe teriak teriak". protes nya yang membuat ku langsung merasa malu pada kelakuan ku sendiri.
"ting"
Segera ku buka lagi isi pesan suara yang di kirimkan oleh daniar.
"Malah suara lu serak serak gimana gitu! iiih jadi merinding gue"
Sontak aku langsung melotot sekaligus kaget mendengar ucapan daniar barusan.
"Ting"
kali ini pesan suara dari poppy yang membuat ku semakin melotot
"Tau tuh serem banget ya niar ya!"
"Ting"
"Iya,kayak suara lu serem banget! persis kayak suara teriakan mayang barusan! Hahahaha"
"Ting"
"Waah...jangan sembarang lu kalau ngomong ya niar ya! liat aja lu entar kalau gak gua gubrek,gubrek! gua bikin jadi ayam geprek lo"
Aku hanya diam dan tak merespon perdebatan mereka berdua,tak lama kemudian entah kenapa aku merasakan hawa di kamar ini semakin tidak enak! dan bersamaan dengan itu, telinga ku seperti menangkap sebuah suara lembut namun lirih memanggil nama ku.
Dan tanpa menunggu lagi,aku langsung berlari keluar kamar sambil membawa ponselku tanpa melepaskan mukenah terlebih dahulu.
"Bu mayang?".panggil ardi yang tiba tiba saja berada tepat di depan pintu kamar ku! yang membuat jantung ku seperti mau berhenti berdetak.
"Bu mayang mau kemana? kok masih pake mukenah?" tanya nya lagi pada ku
Dengan jantung yang masih berdebar debar serta amarah yang masih bergejolak dengan kesal aku menjawab
"Saya mau ke kondangan!".jawab ku lalu berjalan meninggalkan nya menuju sofa yang ada di ruang tamu,lalu dengan segera mendarat kan punggung ku di sana.
"Kondangan di mana bu? saya boleh ikut tidak?.tanyanya kembali yang membuat ku semakin kesal.
"Astaga ardiii"