Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan

Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan
Bab 24.Hutan Candralaras


Kini kami semua sedang dalam perjalanan menuju desa yang belum ku ketahui namanya,aku yang awalnya merasa sangat tidak sabar dan menantikan moment ini entah kenapa tiba tiba menjadi tak bersemangat.


Mungkin hal ini terjadi karna aku terlalu mencemaskan keadaan keenan,bagaimana tidak? saat sarapan tadi kami bertiga duduk di meja makan sambil menyantap sarapan kami.Sedangkan keenan dia memilih untuk sendirian di ruang tamu dan ardi lah yang harus mengantarkan sarapan padanya.


Jujur aku merasakan ada yang janggal pada sikap keenan padaku,entah apa yang membuatnya menjadi seperti itu! sampai saat ini aku masih belum menemukan letak masalahnya dimana.


"Apakah ini ada hubungannya dengan kejadian semalam? kalau memang iya tapi apaa?".tanya ku dalam hati


Semua pertanyaan itu terus saja berputar putar di dalam otak ku,yang membuat ku mulai merasa pusing dan memijit mijit kening ku.


"Kenapa bu mayang?".tanya ardi yang menatap ku dari spion


"Tidak,saya hanya merasa sedikit pusing saja"


"Ibu mau minum obat dulu? kotak P3 k nya ada di bagasi,kalau mau biar saya ambil kan sebentar".tawarnya pada ku


"Tidak usah di, sebentar lagi juga akan segera hilang.Ini cuma pusing biasa".jawab ku dan di dibalas anggukan oleh nya.


Selama di perjalanan kevin terus saja berceloteh dengan ardi di kursi depan,anak sulung ku itu terus berkali-kali melemparkan banyak pertanyaan pada ardi.Yang membuat ardi geleng geleng kepala di buatnya,sedangkan aku dan keenan tetap diam sejak tadi! anak bungsu ku itu terus saja menghadapkan wajahnya keluar jendela mobil.Yang membuat ku mengurungkan niat untuk memulai obrolan dengannya.


Mobil ini terus saja berjalan dengan kecepatan sedang membelah jalanan yang di penuhi banyak lubang yang masih di genangi oleh air serta tikungan tikungan tajam yang tidak ada habisnya,yang membuat ku bergidik ngeri melihatnya.


Sekitar 1 jam perjalanan ardi tiba tiba saja menghentikan laju mobil,yang membuat ku kebingungan karna tak melihat rumah penduduk di sekitar sini.


"Kenapa kamu berhenti di? apa kita sudah sampai?". tanya ku padanya


"Belum bu mayang,kita masih membutuhkan waktu sekitar 15 menitan lagi untuk sampai di sana"


"Lalu? kenapa kamu tiba tiba berhenti? apa ada masalah dengan mobil ini?".tanya ku tak mengerti


"Coba ibu liat tulisan di atas sana".tunjuk nya pada sebuah papan berukuran sedang yang bergantung di sana.


Ku sipitkan mata ini untuk melihat tulisan di papan itu.


"Benar bu,inilah pintu awal memasuki hutan belantara ini! jalanan yang kita lalui kemarin malam adalah jalanan dari arah barat,yang di rekomendasikan oleh pak nanda sebagai jalan alternatif"


"Tapi menurut saya itu tidak benar bu mayang,harusnya jalan ini lah yang membawa kita lebih cepat untuk sampai di rumah itu! coba ibu pikirkan andai saja kita lewat dari arah timur mungkin kita hanya memakan waktu sekitar 1,5 jam saja dari arah bengkel lalu menemukan desa itu dan membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk meneruskan perjalanan menuju rumah"


"Sedangkan kemarin kita memakan waktu sekitar 3 jam an dari arah bengkel,dan kembali melanjutkan perjalanan itu memakan waktu 2 jam".jelasnya panjang lebar pada ku


"Dan kita harus melewati jalanan yang sangat gelap serta pohon pohon yang sebegitu tingginya berjejer di sepanjang jalan,sangat berbeda dengan jalanan ini.Walaupun jalannya banyak lubang dan terdapat beberapa jalanan curam tetapi pohon pohon di sini tidak terlalu banyak dan juga tinggi"


"Lalu? apa maksud kamu kita sudah salah mengambil jalan di?".tanyaku


"Seperti nya begitu bu mayang"


"Ibu harus ketahui 1 hal ini,saat saya baru tiba di desa itu semua penduduk desa menatap saya dengan tatapan penuh menyelidik seolah olah saya adalah seorang ******* dan mereka juga sempat terang terangan mengusir saya dari sana"


"Apa? ba-bagaimana bisa? lalu kenapa kamu malah mengajak saya mengunjungi desa itu di? bukannya semua orang di sana sudah mengusir kamu?"


"Maksud saya,kita semua pasti juga akan langsung di usir dari sana"


"Tidak bu mayang,itu tidak akan pernah terjadi! kalau pun iya kek salman beserta keluarga tidak akan membiarkan hal itu!"


"Karna mala,berhasil membujuk penduduk desa untuk menerima kita sebagai layaknya tamu mereka"


"Tidak di, seperti nya kita harus segera putar balik! saya tidak mau terlibat dalam masalah, kasian anak anak".ucapku gelisah


"Tidak bu mayang,kita harus pergi ke desa itu! karna saya masih ingin mengetahui tentang 1 hal yang terus mengganggu pikiran saya tentang hutan ini"


"Apa itu di?".tanya ku penasaran


"Kita akan segera mendapatkan jawaban itu saat kita tiba di sana bu mayang!".jawab nya lalu melajukan kembali mobil ini menuju desa tersebut.