Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan

Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan
Bab 35


"Bu mayang tenang lah dulu! jangan menangis".Ucap ardi yang ingin menangkan ku tapi saat ini aku sangat ketakutan dan bingung serta membuat air mata ku tak kunjung berhenti mengalir


"Mala!"


"I-iya mas?".Jawab mala cepat


"Saya minta tolong pada mu,untuk membawa bu mayang dari kamar ini sekarang!"


"Biar saya yang akan membersihkan ini!". lanjut nya


"Iya mas!"


"Ayo bu mayang! kita keluar dulu".ajak mala pada ku


Aku langsung menggelengkan kepala ku ber ulang kali dan berjalan mundur.


"Tidak! saya tidak mau ikut dengan mu!".ucap ku dengan nada gemetar


Saat aku mengatakan itu tampak wajah mala semakin terlihat bingung,begitu pun dengan ardi.


"Ada apa bu mayang? ayo keluar lah!".ucap ardi pada ku


"Iya,ayo bu mayang! biar saya bantu".ajak mala lagi dan ingin meraih tangan ku


Namun dengan cepat langsung ku tepis tangan nya sebelum dia benar benar menyentuh ku.


"Tidak! jangan sentuh saya!".ucap ku ketakutan.


Ardi yang sedari tadi berdiri tegak di kamar mandi sambil terus memperhatikan kami,kini dia mulai berjalan mendekat ke arah ku dengan wajah yang cemas.


"Bu mayang! kenapa ibu terlihat sangat ketakutan begitu? memangnya apa yang terjadi saat bu mayang solat tadi?"


Aku hanya diam tak mampu menjawab pertanyaan dari ardi,saat ini seluruh tubuh ku sangat gemetar keringat dingin terus saja menetes dari kening ku! begitu pun dengan ke dua telapak tangan ku yang sudah terasa basah di penuhi oleh keringat.


"Keluar lah dulu bu mayang,saya akan menyusul setelah membersihkan itu! saya takut saat kevin dan keenan tiba tiba masuk ke dalam dan melihat belatung belatung itu ada di sana".pinta nya lagi pada ku


"Mala,bawalah bu Mayang keluar"


"Ta-tapi mas! bu Mayang tidak mau keluar dengan saya"


mendengar jawaban mala barusan tampak ardi kembali menatap ku sebentar kemudian kembali menatap mala.


"Baiklah kalau gitu biar saya saja yang membawa bu mayang keluar!"


"Ayo bu! pelan pelan saja, tenang kan lah diri ibu jangan terlalu cemas begitu".ucap ardi sambil meraih tangan ku yang sudah sangat gemetar lalu dengan perlahan dia menuntun ku menuju ruang tengah.


"Ayo mala!".ajak ardi pada mala yang masih mematung di tempatnya tadi


"I-iya mas!"


Saat sudah sampai di ruang tengah ardi menyuruh ku untuk segera duduk di atas sofa,lalu dengan cepat meminta mala untuk mengambil kan segelas air untuk ku!


"Ini mas air nya".ucap mala sopan lalu memberikan segelas air itu pada ardi,setelah itu ardi langsung memberikan segelas air itu pada ku!


"Minum lah dulu bu mayang!"


Tanpa menunggu lagi,langsung ku raih gelas itu lalu meminum air itu hingga kandas.


"Terimakasih".ucap ku yang mulai sedikit membaik


Ardi dan mala terus saja menatap diri ku tanpa bicara apa pun,yang terdengar hanya lah tarikan dan hembusan nafas ardi yang terdengar cemas dan gelisah.


Sedangkan aku hanya merenungi kejadian yang baru ku alami tadi, sebenarnya apa yang sedang terjadi pada diri ku saat ini? kenapa makhluk makhluk tak kasat mata itu terus saja mengganggu diri ku? memangnya apa kesalahan ku pada mereka?.batin ku


Masalah satu belum juga terpecah kan sampai saat ini,masalah baru kini kembali muncul!


Sosok wanita bergaun putih,sosok wanita bergaun merah,laras,sosok hitam tinggi besar lalu besok apa lagi? kepala ku rasanya sakit sekali memikirkannya! aku sangat lelah secara fisik maupun mental,sungguh aku sangat lelah! entah kapan semua ini akan berakhir.


Tanpa ku sadari aku merenung sudah sangat lama sekali,langit yang tadinya sangat cerah kini sudah mulai menggelap.


Saat aku membalikkan kepala ku untuk melihat ke samping,aku tidak lagi mendapati sosok ardi yang tengah duduk di samping ku tadi,dan saat aku melihat ke arah belakang ku yang dimana saat itu mala berdiri,tetapi dia sudah tidak ada di sini.Entah kemana perginya mereka berdua!


Dengan tubuh yang masih dalam keadaan lemah serta perut yang sangat mual,ku paksakan diri ini untuk bangkit dari sofa.


Dengan langkah gontai perlahan aku berjalan menuju teras rumah! aku ingin melihat dan memastikan kalau mereka semua sedang ada di luar.


Dan benar saja,saat aku berdiri tepat di ambang pintu! aku bisa melihat dengan jelas bahwa ardi tengah duduk di luar bersama mala.Sedangkan kedua anak ku sedang sibuk bermain dengan ponsel milik ardi.


"Bu mayang! duduk lah bu".ucap ardi yang langsung bangkit dari duduknya,saat baru menyadari kedatangan ku di ambang pintu.


"Ardi,masuk lah dulu ke dalam ada yang ingin saya bicarakan dengan kamu".lanjut ku


"Membicarakan tentang apa bu Mayang?"


"Kemarilah,nanti kamu akan tau".jawab ku sambil menatap wajah mala sebentar


"Kamu tolong bawa anak anak masuk ke dalam kamar! setelah itu bergabung lah dengan kami di ruang tamu! agar mereka berdua tidak bisa mendengar kan pembicaraan kita"


"Ah,iya bu mayang! saya akan membawa mereka masuk".jawab mala sambil tersenyum kecil pada ku


"Panggil saya mbak! jangan ibu,bukan kah saya sudah mengatakannya tadi"


"Iya mbak mayang! maaf kan saya,saya lupa"


Setelah itu aku dan ardi masuk di luan ke dalam,sedangkan mala harus membujuk ke dua anak ku dulu sebelum benar benar bisa menyusul kami masuk ke dalam.


Sekitar 5 menitan akhirnya mala berhasil membujuk ke dua anak ku untuk masuk,walaupun sempat ku lihat wajah kevin dan keenan tampak cemberut.


"Masuk lah ke kamar kalian sekarang! mamah mau bicara dengan om ardi dan kak mala di sini"


"Mamah harap kalian mau menurut".lanjut ku


"Tapi mah....".potong kevin


"Tidak sayang! tidak ada tapi tapi,cepat masuk ke dalam kamar sekarang!".ulang ku lagi.


Akhirnya dengan langkah malas anak sulung ku itu mau juga masuk ke dalam kamarnya,sedangkan keenan masih berdiam diri di sana sambil terus menatap ku dengan wajah memohon.


"Keenan juga masuk!".pinta ku namun dia menggeleng


"Masuk!".ucap ku lagi tapi tak berhasil juga.


"Ardi". panggil ku


"Baik bu mayang!".jawab nya


"Ayo Keenan masuk lah dulu! om,mamah,dan kakak mala mau bicara sebentar.Boleh kan?".ucap ardi dengan nada yang lembut dan akhirnya anak bungsu ku mau menurut walaupun dengan wajah yang masam.


Setelah kedua anak ku telah di amankan,segera ku minta pada mala untuk duduk dan bergabung bersama kami.


"Duduklah"


"Iya bu! eeh mbak!"


"Jadi langsung ke intinya saja ya! saya ingin bertanya sesuatu pada kamu mala".ucap ku to the point karna tak ingin berlama lama lagi karna hati ini sungguh sangat tak sabar.


"Tanya apa mbak?".tanya nya dengan wajah yang cemas sedang kan ardi hanya fokus memperhatikan kami ber dua


"Apakah kamu mengenal laras?"


"La-laras?".tanya nya gugup


"Iya laras!".jelas ku


"Ba-bagaimana bisa mbak menyebutkan nama itu?"


"Kamu tidak perlu bertanya soal itu kepada saya! yang saya mau saat ini kamu jawab pertanyaan saya dengan jujur"


"Apa kamu mengenal laras"


Ardi yang sedari tadi hanya diam kini mulai membuka suara


"Laras siapa maksud ibu?".Desak nya pada ku


"Kita akan segera tau saat mala membuka suara dan menjawab pertanyaan saya"


"Maaf mbak! saya tidak bisa menjawabnya sekarang"


"Kenapa memangnya".tanya ku cepat


"karena malam ini adalah malam bulan purnama mbak,sebaiknya kita harus pergi dari tempat ini sebelum bulan purnama itu muncul".jawabnya yang membuat aku dan ardi saling berpandang pandangan.


"memangnya ada apa dengan malam bulan purnama?".tanya ardi yang ingin tau


"saya akan menceritakan semuanya nanti,yang terpenting kita harus segera pergi dari sini sebelum magrib".desaknya.