Maybe In A Another Universe, You Love Me Back

Maybe In A Another Universe, You Love Me Back
Chapter VIII. Cinta yang Bersemi di Tengah Malapetaka


Di dalam ruang kerja yang mewah serta memiliki banyak buku tua dan dokumen yang menumpuk di meja, pria bangsawan dengan kepribadian misterius terpaku pada dokumen di hadapannya sebelum ia mendengar ketukan pintu diluar dan menghancurkan ketenangan yang dia ciptakan dalam ruang kerja.


Knock, knock, knock


Pria bangsawan yang sedari sebelumnya memfokuskan pandangannya pada beberapa dokumen yang terhambur di meja nya, berbalik menatap pintu dan menjawab dengan suara husky.


“ masuklah, ” jawab pria bangsawan dan kembali memfokuskan pekerjaan yang sebelumnya terganggu.


Pintu terbuka dan menunjukkan sosok wanita muda dengan rambut panjang yang tergerai bewarna gelap dengan tatapan mata yang menunjukkan kepolosan serta naif.


“ Kakak, apakah aku mengganggumu?, ” pinta wanita muda itu kepada pria bangsawan di depannya dengan tatapan polos di kedua matanya.


Wanita muda itu berbicara dengan suara yang manis serta tatapan polos, bahkan pria akan tertarik jika mendengar suara polos dengan sedikit menggoda dan akan melihat ke arahnya karena dia sangat berbeda dari wanita bangsawan yang biasanya ia temui.


Pria bangsawan merasakan ketertarikan dengan wanita muda yang berada di depannya dan sepertinya membutuhkan bantuan nya, pria itu menatap dengan tatapan misterius serta genit dan berpikir dia adalah mangsa yang mudah.


“ tentu, aku bisa meluangkan waktu ku jadi katakan apa keperluanmu?, ” sahut pria bangsawan dengan tatapan genit serta tersenyum misterius pada wanita muda itu.


Wanita muda itu memiliki tatapan yang berbinar mendengarkan suara dari pria bangsawan di depannya, wanita muda itu mulai berjalan sedikit cepat dan menuju ke arah pria bangsawan dengan memeluk nya dan bersikap manis. Pria bangsawan terkekeh melihat sikap wanita muda itu dan mulai mendudukkan wanita muda itu ke dalam pangkuan pria bangsawan itu.


......................


Eylana saat ini sedang menikmati teh hitam serta kudapan manis sambil membantu pekerjaan Cyril, dia berpikir akan cepat selesai ternyata dugaannya salah, hingga matahari perlahan terbenam, menggantikan langit biru cerah dengan gradasi oranye, merah muda, dan ungu yang memukau. Sinar matahari yang memudar memberikan cahaya lembut yang membuat pemandangan menjadi begitu indah diluar ruang kerja Marquess tapi tidak dengan keadaan Eylana saat ini, dia sedari tadi bergelut dengan pikirannya untuk pekerjaan nya yang belum terlihat kata akhir.


Beberapa saat setelah Eylana menyelesaikan semua pekerjaan hari ini, dia memiliki senyum manis serta mulai merenggangkan badan nya karena sudah terlalu lama tidak beranjak dari kursi yang ia duduki sebelumnya.


Terdengar suara ketukan pintu di luar ruang kerja Marquess, suara pelayan wanita mengetuk pintu dan memerintahkan Eylana untuk hadir makan malam oleh Marquess Brooklyn.


Eylana berjalan menuju pintu dan membukanya dengan perasaan bahagia dan mulai berjalan menuju tempat yang dia dipanggil oleh Marquess Brooklyn.


Eylana melihat kakak laki-laki nya Cyril, Eylana sedikit berlari dan memeluk kakaknya dan wajah senang terpampang jelas karena dengan begini akhir untuk mengerjakan dokumen serta mengatur kediaman Marquess Brooklyn akan berakhir dengan kehadiran kakak laki-laki nya.


“ kakak, kau tahu, aku sangat merindukanmu. Seharusnya kau tiba lebih awal, pekik Eylana dengan tatapan hangat pada kakak laki-laki nya Cyril.


Cyril yang melihat Eylana dengan sikap manja nya hanya bisa tersenyum dan mulai membelai rambut panjang Eylana dengan lembut serta tatapan penuh kasih sayang yang ditunjukkan untuk keluarga nya.


Eylana hanya tersenyum manis agar tidak mendapatkan ceramah dari kakak laki-laki nya setelah sebelumnya dia berkutat di dalam ruang kerja Marquess Brooklyn.


“ ah tidak bisakah kakak pura-pura tidak melihatnya?, ” jawab Eylana dengan senyum manis serta tatapan polos, Eylana tahu kakak laki-laki nya akan memiliki sikap longgar padanya, jika dia berperilaku menjadi anak manis.


Cyril mulai menghela nafas kecil, karena Eylana sudah mengeluarkan kartu nya dan menggunakannya. Setelah berbincang-bincang sederhana antara Cyril serta Eylana mereka berdua menikmati makan malam bersama dalam ketenangan serta rasa bahagia.


Beberapa saat setelah makan malam bersama dengan suasana menenangkan di kediaman Marquess Brooklyn, Cyril memecahkan keheningan dengan ucapannya untuk memberitahukan sebuah informasi pada Eylana agar didengar. Eylana melihat Cyril dengan tatapan serius karena Cyril tidak lagi bercanda seperti sebelumnya.


“ Lana, kau pasti sudah mendengar rumor Duke Giovanni akan segera tiba dan menghadiri jamuan kekaisaran Terra, kan?, ” tandas Cyril pada Eylana.


Eylana melihat kakak laki-laki nya dengan tatapan serius, mau tak mau, Eylana mulai mempertahankan posisi duduk tegak dan menjawabnya dengan nada yang sama.


“ tentu, kakak, rumor seperti itu sudah tersebar kemana-mana, tidak hanya perkumpulan sosialita yang sudah membicarakan nya serta beberapa pihak sudah memiliki spekulasi lain, ” balas Eylana dengan seringai lembut serta tatapan misterius


.


“ baik, aku tidak perlu menjelaskan kembali, karena kau tidak sia-sia hadir serta mengikuti semua pesta selama ini, ” lontar Cyril pada Eylana dengan tatapan penuh perhitungan.


Eylana hanya menanggapi dengan senyum kecil dan menerima ucapan Cyril yang tak salah. Cyril lalu mulai melanjutkan ucapannya.


“ tidak seperti biasanya Duke Giovanni hadir dalam jamuan kekaisaran Terra, faksi lain menduga ia sedang mendukung mahkota dan keributan akan tak terhindarkan, ” papar Cyril dengan tenang.


Eylana memiliki pikiran lain saat kakak laki-laki nya memiliki spekulasi terhadap Duke Giovanni.


“ kakak, bukannya spekulasi ini terlalu berlebihan, karena saat ini para faksi belum ada yang bergerak serta masih mempertahankan keseimbangan yang ada dan tidak ada yang berani untuk merusak keseimbangan yang rapuh ini, ” balas Eylana dengan hati-hati.


“ kau benar Lana, tapi kita harus bersiap untuk yang akan datang, jika kita tidak memiliki persiapan apapun. Kita memiliki akhir yang tak terduga, ” balas Cyril dengan kontemplasi serta keraguan dalam benaknya.


Suasana ruang makan yang sebelumnya hangat dan menenangkan dengan cepat berubah menjadi ketegangan yang serius serta rasa masam dalam hati masing-masing.


Meskipun mereka memiliki banyak spekulasi, mereka berharap hanya hasil yang terbaik untuk menjadikan sebuah kenyataan dari banyaknya spekulasi buruk.


Setelah makan malam bersama dengan rasa masam untuk sebuah penutup, mereka kembali mengucapkan “ selamat tidur, mimpi indah ” dan suasana yang tadinya memiliki ketegangan berubah menjadi penuh kasih antar keluarga.