Maybe In A Another Universe, You Love Me Back

Maybe In A Another Universe, You Love Me Back
Chapter VI. Nona Muda Dalam Bayang-bayang Kudapan Manis


Setelah perbincangan ringan di ruang makan yang indah dan diisi dengan aroma harum teh, suasana di pesta teh semakin hidup. Para nona muda yang anggun dan berpakaian cantik berbincang-bincang tentang berbagai hal, sambil menikmati camilan yang lezat dan teh yang harum.


Namun, tak lama kemudian, suasana berubah. Ada sesosok wanita yang bernama Lady Moreau, seorang wanita sosialita dengan keahlian untuk mendapatkan informasi rahasia serta terbaru yang selalu menjadi pusat perhatian dalam acara semacam ini, mulai memutuskan untuk membawa topik yang panas di kalangan masyarakat sosial.


Dengan penuh keyakinan, Lady Moreau duduk di tengah meja bundar yang penuh dengan perbincangan dan tawa.


Lady Moreau dengan senyum misterius mengucapkan, “Saudari-saudari sekalian, saya ingin berbicara tentang sesuatu yang baru-baru ini saya dengar, yang mungkin akan menarik minat kita semua.”


Para tamu segera memfokuskan perhatian mereka pada Lady Moreau, yang duduk di tengah dengan Lady Florentine, karena ucapan nya yang memikat rasa penasaran seolah-olah dia adalah pusat perhatian di ruangan itu.


Lady Moreau mengucapkan perlahan dengan suara yang lembut dengan pandangan misterius, “ saya mendengar ada hubungan rahasia yang terjalin antar dua keluarga terhormat dalam lingkaran sosial kita. Sebuah aliansi yang sepertinya akan mengguncang dasar-dasar hierarki sosial kita. ”


“ hmmm jadi begitu inti pesta teh ini, kedengarannya menarik, ” batin Eylana dalam benaknya. Eylana mendengarkan dan mulai menyesap teh perlahan-lahan dan menikmati aroma teh yang segar sesaat ia menyesap dan terhirup aroma wangi yang memiliki bunga khas.


Semua gemuruh bisikan mulai menyebar di antara para tamu, dan wajah-wajah yang tadinya riang berubah menjadi penasaran. Mereka ingin tahu apa yang ingin diungkapkan oleh Lady Moreau.


Karena ucapan Lady Moreau, para tamu mulai menerka-nerka siapa yang dimaksud serta apakah akan membawa keuntungan bagi kediamannya dan memulai menimbang-nimbang efek yang dihasilkan dari sebuah aliansi tersembunyi.


Nona muda lainnya belum selesai berspekulasi dari hasil yang bisa disimpulkan setelah mendengar ucapan Lady Moreau , tiba-tiba Lady Moreau melanjutkan ucapannya dengan lembut serta pandangan misterius dan para tamu lainnya mulai menfokuskan diri agar bisa mendengar keseluruhan cerita nya, saat ini para tamu yang hadir di pesta teh dibuat penasaran siapa subjek dari gosip panas yang sedang dibicarakan.


“Apa yang belum kita ketahui adalah bahwa hubungan ini telah berlangsung selama beberapa waktu, dan tampaknya mereka berhasil menyembunyikannya dari mata pencaharian kita, ” pungkas Lady Moreau pada Nona muda lainnya yang masih mendengarkan cerita nya.


Para tamu mulai membentuk kelompok-kelompok kecil, berbicara dengan penuh antusiasme tentang gosip panas ini yang baru saja diungkapkan.


“Apa kau tahu siapa yang mereka maksudkan? Apakah kamu tahu tentang hubungan rahasia ini, Lady Dupuis?, ” bisik Lady Laurent pada Lady Dupuis dengan keingintahuan.


“Tidak, Lady Laurent, tapi sepertinya kita akan mendengarnya sebentar lagi, ” gumam Lady Dupuis kepada Lady Laurent.


Sementara para nona muda terus berbicara dan berspekulasi tentang gosip yang baru saja diungkapkan, ruangan itu menjadi penuh dengan aura misteri dan kegembiraan. Semua orang ingin tahu rahasia apa yang akan terbongkar dan bagaimana hal itu akan memengaruhi lingkaran sosial mereka.


Sampai akhir Lady Moreau dengan sengaja tidak menyebutkan siapa nama dari pusat spekulasi gosip yang ia ucapkan sebelumnya dan meninggalkan tanda tanya serta penasaran di hati para tamu masing-masing.


Beberapa saat pesta teh yang indah berakhir dengan gemerlap senja yang melintasi jendela-jendela kaca besar di ruangan yang elegan. Lampu-lampu di dalam ruangan mulai menyala, memberikan kilauan lembut pada perhiasan-perhiasan indah yang dipakai oleh para tamu.


Para nona muda yang anggun berdiri dalam lingkaran kecil, sambil mengucapkan terima kasih kepada tuan rumah, Lady Sara Florentine, yang telah menjadi tuan rumah yang sempurna untuk acara pesta teh yang memukau ini.


“Terima kasih kepada semua saudari yang telah menghiasi pesta teh ini dengan keanggunan dan kehangatan Anda. Semoga kita dapat berkumpul lagi dalam acara yang serupa di masa depan, ” tutur Lady Florentine dengan ramah serta ketulusan.


Para tamu menanggapi dengan tersenyum ramah atas penutup pesta teh yang diselenggarakan oleh Lady Florentine, sebelum para tamu mulai meninggalkan ruangan, mereka mengucapkan selamat tinggal dengan senyuman dan pelukan.


Sebelum Eylana bangkit dari kursinya menuju pulang seperti tamu lainnya, ada seorang pelayan muda yang menghampiri nya.


“ Lady Brooklyn, Yang mulia Lady Florentine meminta mu datang ke tempat nya, ada yang ingin ia bicarakan, ” pesan pelayan muda pada Eylana.


“ baiklah, tunjukkan jalannya, ” balas Eylana dengan ramah serta senyum lembut.