
Di pagi yang cerah di kota, Lady Brooklyn, seorang wanita anggun dan terhormat, duduk di ruang bersantai rumahnya. Tiba-tiba, seorang kepala pelayan tua bernama Heinz dengan baju seragam Hitam dan emas masuk dengan lembut, membawa selembar surat bertanda segel bergambar lambang Duke Florentine.
Kepala pelayan dengan sopan “Permisi, Nona muda. Ini adalah surat undangan dari Putri Sara, dari kediaman Duke Florentine, untuk menghadiri pesta teh di istana mereka.”
Eylana merasa terkejut serta tertarik atas undangan Lady Florentine yang tak dia duga, Lady Sara Florentine, dikenal sebagai tuan rumah yang mahir dalam mengadakan acara sosial yang megah. Dia meraih surat undangan itu dengan penuh antusiasme, hatinya berbunga dengan gembira akan kemungkinan menghadiri pesta teh tersebut.
Eylana memiliki pemikiran yang berbeda saat mendapatkan surat undangan pesta teh.
“ Hmmm, kurasa aku bisa mencari informasi... Entah kenapa aku merasa seperti ada sesuatu yang menyebalkan di kemudian hari, ” batin Eylana dalam benaknya.
Eylana mendongak ke arah kepala pelayan dan menjawab dengan senyuman “Terima kasih, silakan beri tahu pada Lady Florentine, bahwa saya akan dengan senang hati akan menghadiri pesta tehnya. Mohon beri tahu kami rincian lebih lanjut.”
Kepala pelayan Heinz menjawab dengan hormat “Tentu saja, Nona muda. Pesta teh akan berlangsung pada hari Sabtu ini, di istana Duke Florentine. Pakaian yang sesuai adalah pakaian sore yang elegan.”
Lady Brooklyn mengangguk sebagai tanda pengertiannya. Lalu Eylana meminta kepala pelayan Heinz untuk memanggil Jane serta Emily ke hadapannya atas perintahnya.
Setelah kepala pelayan pergi dengan pandangan pengertian serta perintah Eylana, dia duduk di kursi empuknya dengan pandangan yang bercampur antara antisipasi dan pemikiran lain. Pesta teh di istana Duke Florentine akan menjadi acara sosial yang sangat dinantikan, dan dia tak sabar untuk menantikan apa yang dipersiapkan oleh putri Duke tersebut.
......................
Setelah beberapa saat berlalu saat Eylana terbenam dalam lamunan nya melihat pemandangan taman yang bisa dilihat dari balik kaca di ruang belajar nya.
“ masuk, ” ucap Eylana dengan suara yang lembut.
Setelah menyilakan kedua pelayan mulai memasuki ruang belajar Eylana dan memberikan salam dengan hormat pada Eylana. Eylana memperhatikan mereka berdua Jane serta Emily dengan tatapan ramah.
“ Jane, Emily, bantu aku bersiap untuk pesta teh yang akan datang yang diadakan kediaman Duke Florentine, ” ujar Eylana dengan lembut serta senyum lembut.
Jane serta Emily yang mendapatkan perintah Eylana untuk membantunya bersiap di pesta teh kemudian hari yang diadakan di kediaman Duke Florentine.
“ tentu, Nona muda, kami akan membuat nona sangat cantik, ” balas Jane serta Emily dengan antisipasi karena tugas yang diberikan.
Eylana yang melihat menatap mereka berdua dengan tatapan ramah serta senyum lembut yang masih tersungging di bibirnya.
Beberapa saat setelah Eylana bersiap-siap untuk pergi menuju kediaman Duke Florentine, Eylana meminta Jane mengikutinya karena ia adalah pelayan pribadi milik Eylana serta tiga orang ksatria dari keluarga Marquess mulai mengawal Eylana pergi menuju kediaman Duke Florentine.
Di dalam perjalanan menuju kediaman Duke Florentine, tatapan Eylana melihat ke luar jendela dengan tatapan misterius serta senyum lembut dan menantikan apa yang dipersiapkan oleh Lady Florentine.
......................
Beberapa waktu kemudian kereta kuda yang membawa Eylana serta rombongan tiba, Eylana berdiri dan pintu kereta kuda terbuka, di hadapannya sudah ada seorang ksatria keluarga Marquess Brooklyn yang mengawal sebelumnya sedang mengulurkan tangannya pada Eylana, Eylana melihatnya dan menerima uluran tangan untuk beranjak dari kereta kuda menuju luar.