
APPLE KNOX 51
"Kau yakin pintunya dikunci?" tanya Lea pada Julian.
"Ya, kurang ajar sekali dia," sahaut Julian.
"Kita bisa lewat halaman samping," kata Lea.
Lalu mereka berjalan ke area taman samping tapi gerbang samping juga terkunci.
"Dia benar benar mengerjaiku," kata Julian.
"Kau mau menginap di apartemenku saja?" tawar Lea.
"Tidak, aku di hotel saja," jawab Julian.
"Apartemenku tak jauh dari sini. Kau tak perlu khawatir, aku tak akan menggodamu," ucap Lea tersenyum yang membuat Julian tertawa kecil.
"Kau tak takut sekamar denganku?" tanya Julian.
"Tidak, aku bisa membantingmu jika kau macam macam denganku," jawab Lea berjalan menuju mobilnya.
"Kau lucu juga," kata Julian.
"Aku serius," sahut Lea.
"Baiklah, aku akan menginap di apartemenmu. Besok aku juga akan mencari apartemen kosong di sana," kata Julian.
"Good idea," jawab Lea dan mereka masuk ke dalam mobil Lea.
*
*
Ponsel Apple bergetar dan dia membukanya ketika ada pesan masuk.
"Julian menginap di apartemen bersama Lea," kata Apple pada Knox.
Knox tertawa kecil.
"Julian bukan seorang playboy, kan?" tanya Apple.
"Tidak, dia sangat sopan pada wanita," jawab Knox.
"Tak sepertimu?" sahut Apple.
Knox tertawa lalu merangkul bahu Apple dan mereka berjalan ke arah ruang tengah.
"Kau tak mengantuk?" tanya Knox.
"Tidak, kau memindah kamarku dan aku tak suka kamar besar," jawab Apple.
"Kau takut?" tanya Knox.
"Aku hanya tak suka," jawab Apple.
"Tidur bersamaku saja," ucap Knox.
"Wow, aku tersanjung karena kau begitu mengenalku," jawab Knox.
Apple menyikut perut Knox dan mereka duduk di sofa ruang tengah.
Knox kembali menyalakan televisi dan mencari channel film yang ingin ditontonnya.
Apple menyandarkan kepalanya di pinggiran sofa. Sedangkan kakinya berada di samping Knox.
Matanya yang berat semakin lama semakin menutup hingga akhirnya Apple pun tertidur di atas sofa.
Knox kemudian menoleh ke arah Apple. Dia mengambil selimut bulu yang ada di sebelahnya lalu menutup tubuh Apple yang meringkuk itu.
"Good night," bisik Knox lalu mengecup kening, hidung dan bibir Apple.
Lalu Knox kembali duduk dan menonton film.
Sofa besar melingkar itu membuat Apple sangat nyenyak tidur karena terasa sangat nyaman dan luar seperti ranjang.
*
*
Lea membuka pintu apartemennya dan mempersilahkan Julian masuk.
"Masuklah," kata Lea.
Julian masuk dan mengedarkan pandangannya di dalam apartemen Lea.
"Apartemenmu sangat besar," ucap Julian.
Lea tertawa mendengar itu karena pada kenyataannya apartemen Lea cukup kecil dan minimalis karena dia dan Apple sama sama suka kamar kecil.
"Terima kasih. Semoga kau bisa tidur dengan nyaman di apartemen besar ini," jawab Lea.
"Kau tak masalah kan jika tidur di sofa?" tanya Lea.
"Tak masalah," jawab Julian.
"Di mana kamar mandinya?" tanya Julian.
"Di sana," jawab Lea sembari menunjuk ke arah kamar mandi.
Lalu Julian membuka jaketnya dan juga baju putihnya. Lea yang tak terbiasa dengan hal itu langsung mengalihkan pandangannya dan menuju ke kamarnya.
Sepuluh menit kemudian, Julian keluar dari kamar mandi.
Dia menaruh handuk putih di lehernya dan rambutnya sedikit basah.
Pria itu melihat Lea yang tampak sudah sibuk di depan laptopnya.
"Kau sedang apa?" tanya Julian.
"Mengerjakan pekerjaanku yang tinggal sedikit lagi," jawab tanpa melihat ke arah Julian.
Julian kemudian duduk di sofa dan melihat ke arah Lea yang sudah memakai piyama hitamnya.