
Apple Knox 38
"Apa kau mau kukirim ke panti asuhan kala itu? Aku tak mengirimmu ke sana karena masih menyayangimu. Kau putriku satu satunya dan jika aku egois maka aku sudah menelantarkanmu di jalanan," sahut Solandis yang tak terima dengan ucapan Apple yang menyudutkannya.
"Kau harus ke Dubai nanti sore jika tak ingin melihatku mati," ucap Solandis dan menutup ponselnya.
Apple terdiam dan menutup wajahnya yang basah dengan tangannya.
Lalu Apple masuk kembali ke dalam mobil dan menyuruh sopir menuju ke perusahaan Knox.
Dia ingin memberi tahu masalah ini pada Knox dan meminta bantuannya.
Supir berbelok arah menuju ke perusahaan Knox yang arahnya berbeda dengan kampus Apple.
Sepuluh menit kemudian, Apple pun tiba di perusahaan dan dia langsung menuju ke ruangan Knox.
"Di mana Knox?" tanya Apple ketika tak mendapati Knox di ruangannya.
"Tuan Knox ada di ruangan meeting bersama Tuan Reno. Kami akan mengadakan meeting 20 menit lagi dan Tuan Knox langsung menunggu di sana," jawab sang asisten.
"Terima kasih," jawab Apple dan menuju ruangan meeting yang ada di lantai yang sama.
Apple menuju ke ruangan meeting itu dan langkahnya berhenti ketika Knox menyebutkan namanya dalam obrolannya bersama Reno.
"Jadi pertunangan ini hanya permainan semata?" tanya Reno.
"Ya, kami sedang bermain dan sama sama menikmati hal ini," jawab Knox.
"Itu berarti kalian tak akan menikah?" Tanya Reno.
"Menikah adalah suatu hal yang serius dan sakral. Tak mungkin aku begitu mudahnya menikah dengan seseorang yang bahkan tak pernah serius menjalin hubungan. Aku menyukainya dan kami baru menjalin hubungan beberapa hari. Kami masih tak terlalu serius menjalin hubungan ini, Reno," jawab Knox.
Apple tahu bahwa sangat tak mungkin jika Knox menjalin hubungan serius dengannya karena Apple tak pernah menunjukkan keseriusannya pada Knox.
Dan hubungan mereka pun baru seumur jagung. Tak ada yang istimewa dalam hubungan mereka yang baru terjalin beberapa hari.
Apple mengurungkan niatnya untuk membicarakan hal ini pada Knox. Dia memundurkan langkahnya dan berbalik pergi.
"Aku tak menemukannya dan bisakah kau memanggilkannya untukku?" ucap Apple pada asisten Knox itu.
"Baik, Nona," jawab pria itu.
Lalu pria itu pergi ke ruangan meeting di mana Knox sedang mengobrol bersama Reno.
Beberapa menit kemudian, Knox masuk ke ruangannya dan menemui Apple.
"Ada apa? Apakah ada masalah?" tanya Knox.
"Tidak, aku hanya ingin bilang, nanti aku akan kembali ke apartemenku. Jadi aku tak membutuhkan bodyguard lagi," jawab Apple.
"Are you oke?" Tanya Knox.
"Ya, aku baik baik saja dan tadi sedikit bertengkar dengan ibuku. Dia memaksaku datang ke Dubai untuk merayakan ulang tahun pernikahannya," jawab Apple dan berdiri dari sofanya.
"Dan kau tak pergi ke sana?" tanya Knox.
"Aku belum tahu. Baiklah, aku pergi dulu. Ponselku rusak jadi aku tak bisa menghuhungimu tadi," kata Apple.
Lalu Apple pergi tanpa menyentuh Knox sama sekali.
Knox menahan tangan Apple dan menatap wajahnya.
"Kau tak seperti biasanya," kata Knox.
"Ini semua karena ibuku. Hanya itu saja. Mood ku menjadi buruk jika sudah menyangkut hal itu," jawab Apple menunduk.
Lalu Knox memeluknya.
"Jangan sungkan untuk menceritakan apa pun masalahmu padaku," kata Knox.
"Hmm," sahut Apple tanpa membalas pelukan Knox.
Lalu Apple melepaskan pelukan Knox dan pergi dari sana.