MATREALISTIC GIRL

MATREALISTIC GIRL
Bab 39


Apple Knox 39


Setelah meeting pagi itu selesai, Knox menelepon supirnya dan menanyakan apa yang terjadi pada Apple tadi pagi.


"Apakah ada yang terjadi pada Apple tadi pagi, Paman?" tanya Knox melalui sambungan telepon.


"Nona Apple menerima telepon dari ibunya dan mereka sepertinya terlibat pecekcokan," jawab sang supir.


"Baiklah kalau begitu. Apakah dia sudah di apartemennya sekarang?" tanya Knox.


"Ya, Nona Apple sudah kembali ke apartemennya setelah dari perusahaan tadi pagi," jawab pria itu.


"Terima kasih, Paman," sahut Knox dan menutup sambungan teleponnya.


Knox sebenarnya ingin menemui Apple ke apartemennya tapi pekerjaan Knox hari ini sangat padat dan dia harus menemui beberapa relasi bisnisnya.


Dia akan menemui Apple malam ini setelah pulang dari makan malam bersama relasi bisnisnya.


*


*


"Kau yakin akan ke Dubai?" tanya Lea sekali lagi ketika Apple membereskan pakaiannya ke dalam koper.


"Ya, hanya sementara waktu saja. Aku akan mengikuti saran ibuku dan ketika keadaan sudag tenang, aku akan kembali lagi kemari," jawab Apple.


"Kau belum menceritakan masalah ini pada Knox?" tanya Lea.


"Tidak, kurasa aku tak perlu berbagi cerita menyedihkan ini padanya, Lea. Hubungan kami tak sedekat itu," jawab Apple.


"Bukankah kau ingn serius dengannya?" tanya Lea.


"Aku berubah pikiran karena sepertinya hubungan kami tak akan lancar," jawab Apple.


"Kau yakin?" tanya Lea.


"Come on. Ini bukan pertama kalinya aku menjalin hubungan dan hal ini sudah biasa terjadi padaku," jawab Apple dan membuka kaosnya lalu mengganti bajunya dengan sweater hitam dan celana training hitam berukuran bigsize.


"Kau sudah mengatakan bahwa kau akan ke Dubai pada Knox?" tanya Lea lagi.


"Aku hanya mengatakan bahwa ibuku menyuruhku ke Dubai. Hanya itu saja," jawab Apple.


"Ayo antar aku ke bandara," kata Apple.


Lalu Lea beranjak dari ranjang Apple dan mereka pergi keluar.


Sepanjang perjalanan, Apple tak mengatakan apa pun dan hanya merenung saja.


"Ya, aku hanya ingin bicara dengan ibuku dan menyelesaikan masalah di antara kami," jawab Apple.


"Jangan terlalu lama karena aku akan merindukanmu," ucap Lea.


Apple melihat ke arah Lea dan mencium pipinya.


"Aku sangat menyayangimu, Lea. Jadi tak mungkin aku meninggalkanmu di kota ini sendirian terlalu lama," jawab Apple dengan senyum manisnya.


Lea tersenyum melihat sahabat cantiknya itu.


Lima belas menit kemudian mereka pun tiba di bandara dan Apple memeluk Lea sebelum dirimya masuk ke area bandara.


"Bye, aku akan kembali secepatnya," kata Apple tersenyum.


Lea mengangguk dan Apple pun masuk ke dalam bandara sembari membawa kopernya.


*


*


Knox memencet bel apartemen Apple berulang kali tapi pintu itu tak kunjung terbuka.


Knox mencoba menelepon Apple tapi ponsel Apple tak bisa dihubungi sama sekali.


Akhirnya Knox pun berbalik pergi. Hingga ketika di lobby dia berpapasan dengan Lea yang baru saja kembali ke apartemennya.


"Knox?" Ucap Lea.


"Lea, di mana Apple?" tanya Knox.


"Dia ke Dubai sore tadi," jawab Lea.


"Ke Dubai? Dia jadi pergi ke Dubai?" Sahut Knox.


"Ya, dia ingin menemui ibunya dan menyelesaikan masalah mereka," jawab Lea.


"Kapan dia akan kembali?" tanya Knox.


"Belum pasti. Kau bisa menghubunginya nanti," jawab Lea.


"Ponselnya mati," kata Knox.


"Mungkin dia belum menyalakannya," jawab Lea.


"Baiklah. Terima kasih, Lea," jawab Knox dan pergi dari sana.