MATREALISTIC GIRL

MATREALISTIC GIRL
Bab 41


Apple Knox 41


Apple tampak duduk di balkon kamarnya. Sejujurnya, Apple merasa betah di sini karena suami baru Solandis terlihat sangat baik meskipun dia tak terlalu suka tinggal dengan ibunya yang sangat suka mengatur.


Achille adalah pria berumur 65 tahun dan tak memiliki anak. Dia pernah menikah dan bercerai karena tak bisa memiliki anak hingga usia tua.


Apple sudah tiga hari berada di sana dan sama sekali belum keluar dari rumah karena dia tak mood untuk keluar bersenang senang.


Apple merasa sedikit rindu pada Knox dan pria itu sama sekali tak meneleponnya sejak Apple memutuskan teleponnya kemarin lusa.


Apple akhirnya tak meneleponnya kembali karena menurutnya itu adalah hal yang harus dilakukannya saat ini.


Solandis tampak masuk ke kamar Apple.


"Apple, kau hanya mendekam di kamar saja selama di sini. Kau tak bosan? Ayo kita pergi berjalan - jalan," ucap Solandis.


"Tidak," jawab Apple.


"Kau masih marah pada mommy?" tanya Solandis.


Apple tak menjawab.


"Pria itu masih berkeliaran di Rusia jadi kau tak boleh pulang dulu sebelum mommy mendapat kabar bahwa dia sudah pergi ke negara asalnya," jawab Solandis.


"Aku tak peduli dengan hal itu," ucap Apple malas sambil melihat ke arah pemandangan gedung yang ada di depannya.


"Bisakah kau bersikap sopan pada mommy? Sejak kau mencari uang sendiri, kau sangat sombong dan berani pada mommy," ucap Solandis.


"Jangan membahas hal ini lagi," sahut Apple.


"Ada pria muda yang ingin mommy kenalkan padamu. Dia berasal dari keluarga kaya. Pria itu anak dari sahabat Achille," kata Solandis.


"Mommy ingin menjodohkanku? Cih, aku tak mau," jawab Apple.


"Pria ini sangat baik. Mommy tak akan memaksamu jika kau tak suka," ucap Solandis.


"Aku masih ingin bekerja dan tak ingin menikah di usia muda seperti mommy," jawab Apple yang masih tak melihat ke arah Solandis.


"Kau belum tahu asam garam kehidupan. Mommy melakukan hal ini agar kau tak menjalani kehidupan seperti mommy dulu," kata Solandis.


"APPLE!!!" teriak Apple karena merasa Apple sudah keterlaluan padanya.


"Kau masih anakku. Jika tak ada aku, kau pasti akan menjadi gelandangan di jalan. Bersyukurlah aku tak membuangmu dan maish bertanggung jawab atas dirimu meskipun kau tak pernah bersikap sopan padaku!!!" Marah Solandis.


Apple beranjak dari kursinya dan berjalan menuju lemarinya.


Apple mengeluarkan kopernya dan memasukkan semua bajunya.


"Kau mau ke mana?" tanya Solandis.


"Aku mau pulang," jawab Apple.


"Kau pikir aku akan membiarkanmu pergi??" Sahut Solandis dan membuang baju Apple ke lantai.


Apple memunguti bajunya lagi dan kembali memasukkannya ke dalam koper.


"Apple!!!" Bentak Solandis.


Apple tak menggubris Solandis dan tetap membereskan semua barangnya.


Solandis menarik tangan Apple dan kemudian menampar pipinya dengan keras.


PLAK !!!


Wanita itu tak segan segan menampar Apple jika putrinya itu terlalu keras kepala dan selalu membantahnya.


"MENGAPA KAU TAK MEMBUNUHKU SAJA DULU?? SEHARUSNYA PRIA ITU MEMBUNUHKU SAJA SAAT ITU!!! AKU MEMBENCIMU!! AKU MEMBENCIMU KARENA MEMBUATKU LAHIR DI DUNIA INI DAN MERUSAK HIDUPKU!!! teriak Apple histeris.


PLAK PLAK PLAK!!!


Solandis kembali menampar Apple. Solandis mengambil kunci pintu kamar itu lalu menguncinya dari luar.


"Renungkan kesalahanmu!! Aku tak akan membiarkanmu pergi dari sini!!" Teriak Solandis dari luar.


"