
"diam dan jangan bergerak dulu yaa, nenek urut sedikit. Heh kamu sudah yaa pulang kerumah mu". ucap nenek sampai membuat bara bingung sekaligus lega karena bahu nya tidak sakit lagi.
ternyata di bahu bara ada....
.
.
.
.
.
Rasa pegal di bahu bara kini sudah tak terasa lagi. Terjawab sudah rasa penasaran bara oleh perkataan nenek tadi. Ternyata di bahu bara nempel sosok "mba" kun kun. Cantik, kata nenek "mba" itu suka lihat bara. Karena bara tampan menurutnya. Mendengar ucapan nenek maudy langsung terbahak dibuatnya, sampai sampai mengeluarkan air mata.
"bahahahaha, bara .. makanya bar sana cari pacar. Jadi ngga di demenin dunia ghaib". kelakar maudy mengejek bara.
"sial lo di. Itu tanda nya gue emang tampan, iya kan nek?" ucap bara mencari pembelaan dari neneknya.
"Sudah,, sudah,,.. kalian ini ribut terus, tapi kalau lagi berjauhan pasti nanyain terus" ujar nenek sembari bangkit dari duduknya menuju dapur.
Yaa, nenek mereka memang memiliki kelebihan melihat dan berkomunikasi dengan makhluk tak kasat mata. Warga sekitar pun jika ada yang kesurupan atau mendapat gangguan seperti bara tadi pasti nenek membantunya dengan ikhlas, walau tak jarang pasien nenek pasti memberikan nenek imbalan berupa uang atau pun hasil panen kebun mereka. Jika nenek menolak, orang itu akan memaksa nenek menerima nya. Nenek memang baik hati dan tidak sombong, membuat semua tetangga nya sangat segan dengan nenek.
"Yaa kayaknya yang kita liat tadi di perkebunan itu sama deh di. Lo juga tadi liat apa yang gue liat kan? Tadi lo juga pucet gitu muka nya. Pasti lo liat something juga kan?" tebak bara, dan memang benar. Mereka melihat makhluk yang sama waktu mereka di perkebunan tadi.
"ehh,, hhmm itu,, anuu,,,,," jawab maudy tergagap.
"itu,, anuu,, ituu,, anuu,, apaan sih gak jelas banget lo. hahahaha, udahlah ayok kita susul kak damar supaya cepet beres persiapannya. Yaa meskipun kita masih lama berangkat nya, kalo udah di siapin dari sekarang kan enak santai nantinya". ajak bara dan segera bangkit dari duduknya menuju ruang keluarga.
Walaupun sudah malam dan tadi mereka baru saja melakukan perjalanan jauh ke kota, mereka tetap antusias menyiapkan segala kebutuhan pendakian pertama mereka. Mereka berdua sudah membayangkan bagaimana seru nya mendaki pegunungan itu.
Mereka belum tau mau mendaki kemana. Mereka lupa menanyakan itu ke Damar. Tetapi Damar sudah pulang ke rumah nya.
"Lah bar, kita nanjak nya kemana dah? lupa yak tadi nanya ke ka damar". ucap maudy.
"eh,, iya yaa. Kita belum tau mau kemana hahaha. Kocak mau pergi belum tau tujuan nya kemana". sambung bara.
"yaudah besok aja lah kita tanyain, paling besok ka damar kerumah nenek lagi. Ini beneran udah semua yak?" tanya maudy.
"Kayaknya sih udah lengkap, tapi coba besok kita pastiin aja ke ka damar. Takutnya ada yang ketinggalan kan gak bisa pulang dulu buat ambil barang itu hahaha". mereka tertawa kencang, sampai sampai bantal yang ada di sofa terjatuh dengan sendirinya. Mereka berdua pun terdiam.
Hening .....