Makhluk Lainnya

Makhluk Lainnya
Nenek kah itu?


"Tapi bara, guee....." ucapan maudy terpotong karena ada seseorang yang membuka pintu kamar.


Dia..............


Ternyata nenek yang buka pintu kamarnya. Dia keluar dengan muka seperti terbangun dari tidurnya.


"Loh nenek mau kemana?" tanya maudy


"Eh,, maudy, bara belum tidur toh? ngapain begadang malem malem gak bagus ah untuk badan kalian. Hayu masuk kamar bobo sekarang" titah nenek.


"hhmm kita abis packing nek untuk jalan jalan sama ka damar. Ini baru mau selesai. Nenek mau kemana?" tanya bara yang pertanyaan nya belum dijawab nenek.


"Ini, nenek mau ke kamar mandi kebelet. Padahal lagi tidur nyenyak, eh kebangun deh nenek". jawaban nenek membuat bulu kuduk bara meremang.


"hhmmm,, nngg, nenek bukannya dari dapur tadi?" tanya maudy kali ini.


"ah nggak kok, nenek ini baru bangun. Tidur dari jam delapan tadi, ini mau ke kamar mandi. Yasudah nenek ke belakang dulu". kata nenek sambil berlalu ke kamar mandi di belakang.


"Di, lo berpikir apa yang gue pikirin gak?" tanya bara dengan muka pucat.


"hhmmmm, ah salah liat kali lo. Lo kan ngantuk udah malem juga". Tetap saja ada alasan maudy untuk tidak mempercayai takhayul. Padahal dalam agama mereka harus beriman kepada Makhluk Nya. Tapi,,, ah entahlah maudy terlalu keras dengan logika nya.


Tak lama kemudian nenek balik lagi dari arah belakang. Langsung saja bara bertanya lagi. Karena belum terpecahkan rasa penasaran nya itu.


Nenek diam sejenak untuk berpikir apa maksud ucapan cucu nya itu.


"Kopi? hitam? Kamu ada ada aja ah nak, mana berani nenek minum kopi hitam sih. Lagian udah malem nenek ngantuk mau tidur, mana sempat nenek ke dapur bikin kopi. Lagipula gak ada stok kopi di dapur. Nenek belum belanja ke pasar. Paling kalo yang bawa bawa kopi itu yaa papah mu bar". jawaban nenek lagi lagi membuat bara heran dan bungkam.


"Sudah ah,, nenek mau lanjut tidur. Sudah tengah malam gini, ayo kalian juga harus tidur. Jangan begadang, jangan tidur malam. Besok pagi kalian harus temani nenek di ladang. Kita panen sayuran disana". titah nenek sambil berjalan ke kamarnya dan menutup pintunya.


"Gak mungkin,, tadi gue bener bener liat nenek sambil megang cangkir kopi panas di dapur. Mata gue sehat, dan gue juga belum ngantuk di. Kalo nenek tidur di kamar sedari tadi, terus siapa yang gue liat lagi ngopi di dapur tadi dong?". wajah bara makin pucat saja dibuatnya.


"ealah bar .. bar, udah lah gak usah terlalu di pikirin. Kuy lanjutin rapihin barang kita. Habis itu kita tidur. Lo kayanya kecapean deh, tadi kan kita habis jalan jauh juga dari kota". sergah maudy dan dia bangkit menuju kamar tidur yang biasa dia pakai selagi menginap di rumah nenek seperti liburan sekarang ini.


Bara pun mengangguk dan berjalan mengikuti maudy untuk masuk ke kamar masing masing. Karena hari sudah tengah malam membuat mereka sudah merasakan kantuk di mata mereka.


Kebetulan kamar bara berada di antara ruang keluarga dan dapur, jadi dia bisa melihat dapur sekaligus ruang keluarga.


Sebelum masuk kamar dan menutup pintu sepenuhnya, ia melirik ke arah dapur. Tak sengaja melirik kesana.


Bara pun langsung buru buru menutup pintunya dengan tergesa gesa.


Dia melihat .....