Makhluk Lainnya

Makhluk Lainnya
Kepikiran Maudy


Setelah keberangkatan cucu cucu nya, nenek menjadi gelisah. Entah kenapa perasaan nenek tidak enak. Apalagi dia lebih mengkhawatirkan cucu perempuan nya yaitu maudy.


"Mbu, sudah dong jangan terlalu di pikirin. Mereka kan cuma jalan jalan aja mbu. Insyaallah mereka baik baik aja kok disana". ujar mama maudy menenangkan ibu nya itu.


"Iyaa mbu, nanti kalo terlalu di pikirin mbu bisa sakit. Kasian atuh mereka kalo neneknya sakit pasti mereka sedih". tambah lagi mama nya damar yang masih di rumah nenek.


"Iyaa mudah mudahan hanya perasaan mbu aja" ucap nenek sendiri.


Sebenarnya mama maudy juga sama seperti nenek yang mengkhawatirkan putri nya itu.


Sejak mereka berangkat, hati mama maudy benar benar gelisah sama seperti nenek.


Hanya saja tidak mau berlebihan karena takut nenek makin khawatir terus jatuh sakit. Mama maudy tidak mau ibu nya itu sakit.


Mama maudy hanya bisa berdoa kepada yang maha kuasa agar anak dan keponakan nya di sana baik baik saja, dan selamat sampai tujuan dan kembali lagi kesini.


Mereka berusaha berpikir positif agar nenek lebih tenang lagi.


Sebagai orang tua tentu mama maudy sangat menghawatirkan anaknya. Apalagi ini pengalaman pertama bagi maudy dan bara yang mendaki gunung itu.


Tapi, lagi lagi mereka membuang jauh jauh pikiran jelek. Di sana ada damar yang akan menjaga adik adiknya.


Pasti damar bisa di andalkan....


Sementara itu mereka yang baru saja sampai di basecamp gunung salak mulai mendaftar kan rombongan mereka sebelum mereka mulai mendaki.


Bara dan maudy tinggal duduk anteng saja, karena itu urusan damar dan teman nya.


Selama perjalanan, maudy lebih banyak diam.


Oleh karena itu bara merasa ada yang aneh dengan saudara sepupu nya itu.


"dy, lo kenapa si diem aja? mau b*ker yaa?"


"Sembarangan kalo ngomong yaak. Biasa aja ah. Perasaan lo doang kali. Lo gak liat nih gue dingin banget rasanya. Pegang deh tangan gue". Maudy mengulurkan tangannya.


"yeehh setan,, lo aja duluan jadi mayit".


"nggak ah dy. Lo aja duluan yang jadi mayit. Nanti gue kirim doa deh pasti. hahahaha". bara malah meledek maudy.


"Sudah sudah kalian berisik banget tau gak. ribut mulu". ujar damar melerai pertikaian adik adiknya itu.


"Dia duluan tuh masa aku di katain kayak mayit sih". maudy mencebik.


"Bara kalo di gunung itu jangan ngucap aneh aneh, dan jangan bicara kasar dan tertawa keras. Kita harus sopan juga disini". terang damar.


"Tau nih kak emang bara mah gak ada akhlak nya".


"Yaudah siapin semua barang kalian jangan sampai ketinggalan di mobil". titah damar.


Bara kembali ke mobil untuk mengecek apa ada yang tertinggal.


Ternyata beres....


Tapi setelah dia ingin menutup pintu, dia melihat bungkusan kecil berwarna kuning.


Waktu ingin di ambil, bara tidak jadi memungut benda itu.


Karena dia jijik itu seperti yang ada di iklan tv.


Yaa, itu alat kontrasepsi k*nd*m...


'kenapa di mobil gilang ada begituan yaa? buat apaan coba? kan dia belum nikah juga. Wah kacau juga nih gilang. Ah bodo ah bukan urusan gue'. batin bara.


Tapi setelah bara kembali bergabung, kini giliran gilang yang kembali mengecek mobilnya.


Bara memperhatikan gilang dengan intens.


'Apa gilang ambil benda tadi?' batin bara.