Makhluk Lainnya

Makhluk Lainnya
Dibelakang Rumah


Maudy dan kedua orang tuanya sampai dirumah nenek. Didepan rumah sudah ada nenek dan adik adiknya papah menyambut mereka.


"Assalamualaikum mbu, sehat?". ucap papah


"Waalaikumsalam, Alhamdulillah sehat nak. Eh maudy, tambah cantik aja cucu nenek".


Maudy langsung salam sama neneknya dan memeluk neneknya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, tapi udara sangat menusuk tulang. Diluar pun minim cahaya. Maklum disini masih sangat asri. Memenuhi kewajibannya sebagai muslim, maudy akan segera sholat isya.


"nek, kamar mandi nenek sudah pindah ke dalam belum?" tanya maudy sambil was was. Yaa, pasalnya kamar mandi nenek masih seperti mengikuti zamannya yaitu berada diluar rumah. Tepatnya dibelakang rumah. Jelas maudy enggan ke kamar mandi seorang diri. Diluar minim cahaya. Memang sih jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah nenek. Tapi, cukup membuat jantung berdetak sangat cepat.


"iyaa nak, nenek belum pindahin kamar mandi nya, sudah enak dibelakang gitu kok". Jelas nenek.


"hhmmmm, aku mau buang air kecil. Tapi gelap banget nek diluar".


"minta tolong temani sama bara aja di, bara tolong temani maudy ke belakang yaa". Teriak mama dari dalam kamar yang sedang merapihkan barang bawaan kami yang memang banyak. Karena jarang-jarang kami menginap disini.


"iyaa wa, ayo di". (oiya, FYI yaa wa itu sebutan dari anaknya adiknya papahku).


"bara jangan cepet-cepet jalannya". Maudy sambil bergidik karena merasakan dingin dan merinding jadi satu. Jarang-jarang maudy ngerasain merinding gini, karena dia orang yang cuek.


"yaa kalo pelan-pelan nanti lo ngompol disini. Gue gak mau yaa bau pesing disini wkwkwkwk". Bara memang agak julid mulutnya yaa huhuuu.


"apasih bara, yaa gak lah. Ya kali gue ngompol. Yaa tapi jangan cepet-cepet juga nanti gue kesandung batu. Disini kan gelap susah liat jalan". Gerutu maudy. Sampailah mereka dikamar mandi nya nenek. Langsunglah maudy melesat kedalamnya.


"baraaa, tungguin yaa jangan ninggalin. Awas aja lo ninggalin gue timpuk". Hening tak ada jawaban, membuat maudy mempercepat hajatnya didalam kamar mandi.


"tuh kan gue di tinggalin. Ah rese banget. Nah tuh dia segala ngumpet dipohon dipikir gue takut. Liat aja, gue kerjain balik". Maudy perlahan mendekati bara yang sedang sembunyi dibalik pohon.


"hayooooo baraaaa mau ngerjain gue lo yaa. Lah bara kemana, cepet banget ilangnya. Lari kemana dia yaa. Ah udahlah masuk aja gue".


Sesampainya didalam maudy langsung ke kamar dan sholat isya. Setelah sholat, ia bergabung sama mamah nya diruang tamu yang sekaligus ruang keluarga untuk santai-santai.


"heh maudy, minta temenin gak mau ditinggalin. Eh, dia yang ninggalin parah lari gitu aja". Bara baru datang dari arah belakang.


"hhaaahhh????" maudy berteriak. "Demi apa lo? Orang lo yang ninggalin, segala ngumpet dipohon. Gak lucu banget bara iiisshhh". Maudy gak mau kalah, karena memang dia merasa bara yang meninggalkan dia.


"Lah tanya aja nih sama nenek yang lagi didapur, yaa kan nek? Bara baru dateng kan?" tanya bara ke neneknya.


"iyaa bara baru aja dateng dari belakang, maudy tadi lari buru-buru ada apa?" tanya nenek ke maudy yang merasa mulai ada hal yang "aneh".


"yasudah, kalian istirahat aja. Makan malam sudah siap. Yuk makan dulu". Ajak nenek berusaha mengalihkan pikiran maudy dan mamahnya yang terlihat mulai cemas.


"iya ayo nek makan, bara laper habis nungguin orang ke wc eh malah ditinggal kabur". sindir bara.


"apasih baraaaaaa, gue gak gitu yaa. yaa salah lo sendiri ngerjain gue. bete ih".


"sudah sudah katanya mau pada makan". lerai mamah maudy.


Kemudian mereka makan sambil bercerita kesibukan masing-masing. Seseru itu mereka bercerita sampai gak sadar kalau lagi ada yang memperhatikan mereka dari jauh....