
Gerak gerik Gilang tentu dalam pantauan damar selaku Abang sepupu Maudy dan bara.
Meskipun kedua nya sudah bisa menjaga diri sendiri, namun tetap ini tanggung jawab damar karena sudah membawa kedua adik sepupu nya ikut petualangan mereka.
Damar yang sudah di beri sinyal oleh Marlan kawannya, jelas harus mengambil tindakan.
Kini Gilang nampak membawa bawa botol minuman namun ia tak terlihat meminumnya sama sekali.
Karena damar agak sibuk, Gilang meletakkan air minum tersebut dekat dengan Maudy kemudian kembali ke tempat ia semula duduk.
Marlan yang memperhatikan Gilang ingin mencegah Maudy meminum minuman Gilang yang di taruh di dekat Maudy.
Belum sempat Marlan mencegahnya minuman yang sedikit lagi di tenggak Maudy tersenggol Ucok yang tidak sengaja menyenggol tangan Maudy hingga air tersebut tumpah tak bersisa.
"Iihh bang Ucok mah gak bisa diem. Tumpah deh minuman ku. Haus tau!". Maudy mendumel karena Ucok menumpahkan air yang akan di minumnya.
"Sumpah dek, bang Ucok tak sengaja. Gak tau ini tangan kenapa gerak sendiri". Ucapan Ucok membuat Marlan melirik ke sudut belakang tenda seperti ada sesuatu yang tersenyum.
"Mana ada tangan gerak sendiri bang Ucok ngarang".
"Udah si Maudy. Bang Ucok gak sengaja kan. Nih minum aja punya gue". ucap bara.
Maudy meminum air putih yang bara pegang.
Semua makanan sudah siap untuk di santap.
Semua berkumpul membentuk lingkaran lalu berdoa sebelum makan.
Mereka makan dengan lahap nya. Karena perjalanan cukup melelahkan membuat perut terasa sangat lapar dan sangat nikmat menyantap makanan yang baru saja di masak secara dadakan.
Suhu di atas gunung tersebut cukup dingin membuat mereka tambah nafsu makan.
Setelah selesai makan, mereka bereskan kembali peralatan makanan dan sampah yang ada mereka masukan ke dalam plastik khusus yang mereka bawa.
Karena terlalu banyak minum, Maudy menjadi kebelet buang air kecil.
"Aduuh pengen BAK nih kak. Dimana yaa?". ucap Maudy pada damar dengan agak was-was karena hari menjelang gelap.
"Duuh kebanyakan minum sih lo. Ngerepotin orang ". celetuk bara.
"Yuk aku temenin aja di. Dari pada ngompol, hihihi". ucap Desi yang mendengar bara dan Maudy berdebat terus.
Desi mengajak Maudy agak jauh ke belakang tenda untuk menemani Maudy buang air kecil.
"kak Desi jangan liatin kesini dong, aku malu. Sana sana".
"Heh di kita kan sama sama cewek, emang kamu berani di tinggal sendiri?".
"Iyaa udah buruan agak kesana yaa".
Desi pun menjauh dari Maudy.
Namun sepersekian detik, terdengar jeritan Maudy yang kencang lalu hilang dalam sekejap.
Desi langsung berlari menuju tempat Maudy sedang p*pis tadi.
Desi terkejut karena Maudy tidak ada di tempat.
Tidak mungkin juga tergelincir karena tidak ada jurang di dekat sini. Masih agak jauh lagi ke belakang untuk menemui jurang.
Apa ada hewan buas yang melintas?
Tapi tidak ada pertanda jika ada hewan buas yang lewat, terlihat dari jejak kaki di tanah hanya ada jejak manusia.
Daannn tunggu?
Jejak kaki ini lebih besar dari kaki Maudy maupun Desi.
Ini seperti jejak kaki seorang pria dewasa.
Karena ukurannya lebih besar sedikit.
Jejak kaki siapa itu?
Kemana Maudy pergi?
Desi sangat khawatir dan berlarian menuju tenda untuk memberitahu damar tentang hilangnya Maudy.