Makhluk Lainnya

Makhluk Lainnya
Liburan


Ujian sekolah telah usai. Itu membuat para siswa merasa senang karena akhirnya bisa meregangkan otot-otot yang tegang akibat terlalu keras untuk berpikir. Tak terkecuali maudy. Ia dijanjikan oleh orangtua nya liburan kerumah neneknya yang berada di sukabumi, dibawah kaki gunung didaerah jawa barat. Udara disana sungguh menyejukkan dan menenangkan pikiran. Jadilah maudy sangat repot sekarang menyiapkan keperluan yang ingin dibawanya menginap dirumah nenek.


Disana nenek dan paman paiman adik papah yang tinggal berdua dirumah nenek. Karena nenek sudah sepuh dan tidak ada yang jaga. Meskipun sudah sepuh nenek cukup gagah di usia nya yang sekarang. Sedangkan pamanku mempunyai seorang istri dan anak yang juga seumuran denganku namanya bara.


Kata mamah, dirumah nenek agak mistis. Entah benar atau tidak aku tidak peduli. Karena aku tipikal orang yang realistis dan kurang percaya dengan berbau mistis. Beda lagi dengan mamahku. Dia orang yang sangat percaya dengan hal hal gaib. Kalo kata nenek dulu mamah pernah hilang di culik makhluk gaib. Dan sekarang mamah sangat sensitif dengan hal gaib. Entahlah.


Akhirnya aku berangkat juga ke rumah nenek. Papah sendiri yg mengendarai mobil, ditemani mamah yang duduk disamping papah agar ia tidak mengantuk selama perjalanan. Jadilah aku duduk dibelakang sendiri.


Rumah nenek itu masih sangat asri, karena letaknya di pelosok gitu. Masih rimbun sama pepohonan. Sebab itu kalau malam tiba, suasana jadi gelap dan sepi. Cuma beberapa lampu dan suara jangkrik yang terdengar nyaring. Kini, kita sudah masuk ke daerah rumah nenek, tapi masih jauh untuk sampai kerumah nenek. Kita harus melewati semacam kebun gitu. Sekarang jam 5 sore, sebentar lagi akan gelap. Butuh waktu sekitar 2jam lagi untuk sampai dirumah nenek. Itu artinya kita masih akan melewati kebun ini sampai malam tiba. Membayangkan ditengah hutan malam2 kok aku bergidik sendiri yaa... Hiiiiiii....


"Pah, apa masih lama? " tanya maudy.


"masih, kira2 kita sampai habis isya".


"berarti kita bakalan sampe malem dong dihutan ini? " tanya maudy sambil bergidik.


"iyaah beroda saja semoga selamat sampai tujuan di. Jangan berpikir yang aneh-aneh". Ujar mamah maudy.


Tak terasa maudy tertidur, karena udara sejuk dan perjalanan jauh jadilah dia kelelahan. Tetapi di dalam tidurnya, maudy seperti bermimpi bertemu ibu ibu tadi yg ia lihat di hutan. Lama kelamaan ibu itu semakin mendekat, dan semakin mendekati maudy. Sekarang tangan ibu itu terulur hendak meraih tangan maudy. Sekujur tubuh maudy berkeringat dingin dan gemetar. Ia ingin teriak tapi seperti tertahan. Semakin mendekat maudy berteriak histeris. Maudy terbangun, ternyata dia hanya bermimpi. Tapi begitu nyata mimpi itu. Sehingga keringat dingin itu benar benar muncul di badan maudy.


"aaaaaaarrrrgghhh". Maudy berteriak.


"di kenapa sih teriak-teriak, kita sudah sampai dirumah nenek. Kamu kenapa nak? " tanya mama dengan raut wajah bingung.


"mah, mana ibu tadi mah? " tanyaku dengan terengah engah pada mama. "ibu siapa sih di, dimana? Kamu ngigo yaa di? " sarkas mama.


"tadi dijalan waktu kita lewatin kebun, aku liat ada ibu-ibu mah". Terang aku.


"tapi gak ada siapa-siapa nak, lagipula kamu tadi tidur tau. Mungkin kebawa mimpi aja kali, lebih baik kamu bersih-bersih setelah itu lanjut istirahat ".


"iya mah, mungkin kecapean aja kali yaa".


Sesampainya dirumah nenek, aku jadi bingung sendiri. Tadi itu jelas. Ralat ! Tapi jelas banget. Seperti nyata. No,no,no bukan seperti nyata, tapi itu benar benar nyata. Oh tuhan kumohon jangan beri aku mimpi buruk lagi. Kalau itu mimpi, kenapa sangat jelas bagi maudy. Benar benar sangat mirip dengan ibu yang tadi dia lihat diperjalanan. Meskipun maudy rasa sangat aneh dan diluar nalar, tapi maudy mencoba mengacuhkannya. Karena yaa maudy memang orang yang tipikal kurang percaya hal hal gaib.