
"Viona!"
Viona terkesiap saat Bu Dyan menghampirinya dan memberikan satu gelas kertas berukuran besar kopi dari kedai kenamaan.
Wanita itu mengulas senyum yang membuat Viona justru bergidik seram.
"Ini kopi pagi untukmu, aku yang traktir, silakan diminum".
"Viona, aku sungguh minta maaf padamu. Aku mungkin sedikit kelewatan dengan bersikap kasar padamu, tapi jujur itu bukan keinginanku. Emosiku sungguh tak terkendali saat menyangkut hal-hal tentang Pak Varan. Aku harap kau bisa memakluminya," kata Bu Dyan.
Viona terperangah, namun banyaknya pasang ...