
Viona berjalan was-was saat keluar dari kedai kopi menuju ke sebuah mobil mewah yang sudah menunggunya. Sebelum menyelinap masuk ke dalam mobil itu, ia mengedarkan pandangan, berharap saat ini tak ada yang mengawasinya.
"Terima kasih sudah menjemput saya, Mas."
Viona menyodorkan gelas kertas berisi cokelat panas untuk pria yang sudah menunggunya di belakang kemudi.
Aran mengulas senyumnya saat melihat Viona memakai sabuk pengaman.
"Belum Mas," jawab Viona sambil menggeleng.
Aran kembali mengulas senyum, kemudian ia segera mengemudikan mobilnya.
...***...