
"Sampai nanti, Sayang."
Arun berpamitan sebelum menutup teleponnya. Arun menghela napas berat sambil bersandar di pagar pembatas yang ada di balkon. Hari ini ia merasa lebih bebas berbincang dengan kekasihnya lantaran tidak ada Viona yang bisa mendengar obrolannya.
Jam sudah menunjukkan lewat tengah m...