Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
56. Yang Xin


Dia yang mendengar kata kata A Xiang langsung tersenyum tipis.


"Semuanya tentu saja tidak akan semudah itu, ayo masuk dulu aku akan menjelaskan nya padamu. " Ucapnya dengan ringan.


A Xiang mulai memadamkan tungku dengan kobaran api yang sangat besar. Dia telah berjalan masuk terlebih dahulu sebelum akhirnya A Xiang menyusul langkahnya.


Sesampainya di dalam, dia menuangkan Teh untuk mereka berdua.


"Menurutmu, apakah jika kita berpindah pindah Bei Wang tidak bisa melacak nya ?" Tanya nya dengan senyum tipis.


"Tapi, Bei Wang sama sekali tidak menghargai keberadaan mu, Jie. Dia pasti akan senang kalau kau pergi. " Ucap A Xiang dengan tidak mengerti.


Dia yang mendengar kan ini menggelengkan kepala ini dengan ringan dan tersenyum tipis.


"Menurutmu, dengan kesombongan semacam itu. Ketika mendengar istri palsu nya kabur, apakah dia tidak akan merasakan malu ? Dia akan marah dan merasa di permalukan. Dengan begini, berapa banyak darah yang harus tumpah untuk hal ini ?" Tanya nya.


"Mari bertahan sesaat lagi, dengan begitu semuanya akan berakhir dengan baik dan dendam ku akan terselesaikan. Mari bersabar sedikit lagi di Neraka ini. " Ucapnya dengan senyum cerah.


Dia menghela nafas, bukannya dia tidak pernah berpikir untuk kabur dari kediaman yang mengerikan ini.


Tapi, ada beberapa pertimbangan yang harus di perkira kan oleh nya secara cermat. Jika dia mencari ribut sekarang, maka seluruh pedang akan terarah padanya.


Daripada hal tersebut terjadi, dia lebih baik menahan goresan luka secara bertahap dan menyelesaikan semuanya.


Lagipula, terkait dengan sumpahnya, dia harus menyelamatkan nyawa Bei Zhao. Dia juga berhutang nyawa pada pemuda itu di masa lalu.


Setelah dia menyelamatkan nyawa Bei Zhao, mari berjalan di jalan masing masing dan melupakan masa lalu seolah tidak pernah terjadi.


Dia menekan seluruh keinginan nya dan berpikir bahwa inilah yang terbaik baginya, dia akan pergi setelah semuanya selesai.


Dia tidak ingin berhutang pada orang lain lagi di masa depan, dia juga akan menghabiskan sisa hidupnya di desa kecil yang nyaman.


Membayangkan nya saja sudah membuatnya senang dan bersemangat, dia harus hidup untuk mengalami ini semua.


Dia harus hidup setelah keluar dari semua ini, setelah melepaskan seluruh dendamnya, dia akan pergi dari tempat terkutuk ini.


Dia tidak akan berhutang pada siapapun lagi di masa depan.


"Jie, aku akan selalu menemani mu di masa depan." Ucap A Xiang sambil memegang tangannya.


"Mari hidup jauh dari keramaian dan menjalani hidup dengan nyaman. " Ucap A Xiang memberi semangat padanya.


Dia menganggukkan kepalanya dengan semangat dan antusias, dia tidak pernah se semangat ini dalam hidupnya.


Untuk pertama kalinya, dia memiliki tujuan yang harus di raihnya dengan penuh tekad dalam hidupnya.


"Ayo berjalan jalan. " Ucapnya.


Kedua gadis muda itu pergi dan keluar dari pekarangan kediaman Bei Wang tanpa menggunakan kereta kuda.


Mereka akan pergi ke pasar di kota Wuming yang ramai dan penuh dengan energi yang hidup, tidak seperti kediaman Bei Wang yang penuh dengan kekakuan dan tidak nyata.


Setelah sampai di pasar kecil Kota Wuming, itu tampak seperti baru saja melangkah keluar dari Neraka dan masuk ke dalam Surga.


Pemandangan di depannya tampak sangat hidup dan di penuhi dengan aura kehidupan yang tebal, dia seolah olah baru saja bangkit dari kematiannya.


Bagaimana mungkin tidak merasa begitu ? Sebelumnya dia berada di perbatasan, istana dan Kediaman Bei Wang yang penuh dengan politik.


Itu seperti tidak hidup, itu membuatnya tertekan dan harus memasang setiap topeng yang dimiliki nya.


Pemuda itu tersenyum dan mengangkat kedua tangannya.


"Bei Wangfei menjadi lebih galak dari sebelumnya." Ucap pemuda itu dengan tawa kecil.


"Yang Gongzi ?" Tanya nya tidak yakin.


Yang dia maksud adalah Yang Xin yang pernah menjadi temannya sebelumnya.


"Akhirnya Bei Wangfei mengingatku. " Ucap Yang Xin dengan semangat.


"Aku mencarimu sebelumnya tapi aku pikir agak kurang pantas untuk mengajak istri orang lain pergi, tapi takdir berkata lain. Kita bertemu disini." Ucap Yang Xin dengan tawa tulus.


Dia yang melihat ini hanya tertawa kecil, dia ingat Yang Xin ini memang tulus dan tidak memiliki niat tersembunyi.


Dia juga telah beberapa kali di bantu oleh Yang Xin untuk keluar dari masalah, contohnya adalah ketika dia dihukum oleh Bei Zhao.


(Sore ini akan diup di instagram author @kc.novel_writer untuk visual Yang Xin, Bei Zhao dan Zhou Beishang. )


"Yang Gongzi, apa yang Anda lakukan di tempat ini ?" Tanya nya dengan bingung.


(Gongzi : Tuan Muda )


"Aku mencarimu, Bei Wangfei. " Ucap Yang Xin sambil tersenyum jahil.


Umurnya kurang lebih sama dengan Yang Xin, hanya berbeda beberapa bulan. Dia lebih tua dari Yang Xin.


"Yang Gongzi, kau sekarang tinggi sekali. Aku ingat kau dulu hanya setinggi bahuku. " Canda nya.


"Hehe tentu saja, aku harus dengan cepat tumbuh agar bisa menikahi jie jie cantik. Tidak menyangka bahwa Jie jie cantik telah menjadi istri orang lain. " Ucap Yang Xin dengan wajah cemberut yang lucu.


Dia yang mendengar ini tertawa lepas, tentu saja dia tidak menganggap hal ini dengan serius. Lagipula, dari dulu sudah menjadi kebiasaan Yang Xin untuk melakukan hal yang diluar hal normal.


"Xiao didi, tidak baik untuk menggoda istri orang. " Ucapnya dengan tawa ringan.


(Xiao didi : adik laki laki kecil. )


"Jie jie cantik, jika kau menjadi seorang janda maka jangan malu malu untuk mengabari aku. Aku dengan siap menampung dirimu. " Ucap Yang Xin sambil tertawa lebar.


Dia yang mendengar ini langsung tertawa dan mengambil kipas lipat nya.


Tuk


Kipas itu mendarat dengan pelan di kepala Yang Xin.


"Kau sekarang adalah Ketua muda, Xiao didi. Tidak baik untuk menggoda istri orang, apakah tidak ada orang yang lebih cantik dari jie jie mu ini sampai sampai kau harus menungguku menjadi janda ?" Tanya nya dengan candaan.


"Tentu saja ada, itu adalah ibuku yang pertama dan kamu adalah yang kedua. " Ucap Yang Xin dengan semangat.


"Ha ha ha, mulutmu sangat manis. Aku tidak tahu berapa kilogram gula yang telah ditelan olehmu sampai sampai kata katamu begitu manis. " Ucapnya sambil menggelengkan kepalanya.


Tawanya tulus dan tidak dibuat buat, Yang Xin juga tulus.


Di sisi lain, ada dua orang pria yang sedang menonton interaksi manis Yang Xin dengan Zhou Beishang dari kejauhan.


Salah satunya berwajah muram dan tampak tidak senang, tatapan nya sangat tajam dan kelam seolah olah akan membunuh orang lain hanya dengan tatapan tajamnya.