Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
247. Usaha Lei Chuan


Setelah makanan datang dan mereka makan dengan tenang, Lin Beishang merasa tidak nyaman dan merasa bahwa ada seseorang yang memandangi nya.


Lin Beishang berbisik pada Bei Zhao dan mengatakan bahwa dia akan memastikan ini dengan pergi ke toilet, jangan khawatir tentang dirinya.


Bei Zhao tampak khawatir tapi melihat keyakinan dan kepercayaan diri yang dimiliki Lin Beishang yang tak tersentuh membuat Bei Zhao tidak berdaya.


Lin Beishang mengecup wajah Bei Zhao lalu berjalan menuju toilet yang sepi sebelum akhirnya menoleh ke belakang, disana sudah ada 3 orang yang mengawasinya dengan kejam dan membawa senjata tajam.


Lin Beishang tertawa ringan, untunglah hanya senjata tajam jika itu senjata api maka ini akan sulit untuk diselesaikan.


"Aku penasaran dengan siapa yang begitu rajin dan baik hati untuk mengirimkan pengawalnya kepadaku. " Ucap Lin Beishang dengan ramah, tapi ada kedinginan dan penekanan dalam nada suaranya.


Ini adalah Lin Beishang yang sesungguhnya, dimana seseorang tidak akan pernah bisa menakutinya. Ketiga orang ini tampak tercengang dengan sikap Lin Beishang yang sangat santai, seolah olah telah menduga kedatangan mereka.


"Kalian bertiga telah mengikuti ku sejak tadi, apakah kalian berpikir bahwa posisi kalian tidak di ketahui olehku ? Maaf mengecewakan kalian, tapi aku telah mengetahui nya sejak awal. Bagaimana jika aku berpura pura tidak tahu dan bertingkah laku terkejut untuk menenangkan kalian semua ? Lihatlah wajah kalian yang sangat menyedihkan, membuatku merasa tidak tega. " Ucap Lin Beishang mengejek mereka.


Seolah olah sedang bermain main dengan anak sekolah dasar, membuat ketiga pembunuh bayaran itu menjadi geram.


Mereka telah menjalankan puluhan misi dan tidak ada yang gagal, tapi kali ini langkah mereka bahkan diketahui oleh gadis kecil.


Awalnya, mereka mengira bahwa menangkap gadis kecil ini bukan hal yang sulit, terlihat dari tampangnya yang polos dan tidak berdosa.


Tapi, setelah melihat ini, mereka sadar bahwa mereka membuat penilaian yang salah besar, gadis ini tidak sederhana sama sekali.


Bahkan, gadis ini mengeluarkan aura yang menakutkan, bahkan mereka bertiga yang merupakan pria dewasa menjadi gugup.


Ketiga pembunuh bayaran itu menatap Lin Beishang yang masih tertawa ringan, Lin Beishang melihat ketiga orang di depannya yang tampak bingung dan canggung.


Semua orang mungkin tidak menyadari langkah mereka. Tapi, Dia, Lin Beishang tidak mungkin tidak menyadari langkah yang terlalu kasar ini.


Ini bisa dibilang bahwa ketiga pria ini mengembangkan seni bela diri, tapi ilmu meringankan tubuh mereka tampaknya tidak lengkap.


Entah sudah berapa lama berlalu sejak kematiannya hari itu, tampaknya ini telah berlalu sangat lama. Seni bela diri ini, tidak sama lagi dengan yang di ingatnya.


Semua yang di ingatnya, tidak lagi sama. Seni bela diri ini, bahkan tidak bisa disebut sebagai Seni bela diri.


Ketika dibandingkan dengan Seniman bela diri sejati seperti dirinya, maka ini tidak dapat dikatakan sebagai Seni bela diri.


Dengan ketrampilan ilmu meringankan tubuh miliknya yang di kembangkan di masa lalu dan ilmu penyerapan dan pengumpulan tenaga dalam, maka Lin Beishang akan bisa membentuk tubuh yang sama dengan di masa lalu.


"Jadi kenapa jika kamu tahu tentang kami ? Kamu masih tidak akan bisa melawan kami ! "Ucap salah satu dari ketiga orang ini.


"Tentu saja, aku tidak bisa. Bagaimanapun aku adalah orang yang lemah dan lembut. " Ucap Lin Beishang.


Lin Beishang meraih saku nya dan mengeluarkan sebuah pisau lipat yang telah di ambilnya dari mobil Bei Zhao tadi.


Pisau lipat ini memiliki banyak ukiran yang indah dan sangat kecil tapi sangat tajam, Lin Beishang menjilat bibirnya sendiri dengan senyum bahagia.


"Aku sudah sangat lama tidak melakukan ini, tidak tahu bahwa akan melakukannya lagi. Aku penasaran dengan siapa yang mengirim kalian semua, tapi aku lebih senang berbicara dengan orang mati. " Ucap Lin Beishang.


Lin Beishang menerjang maju dan pisau lipatnya berputar dengan cepat, kelincahan nya sedikit lebih buruk dari kehidupan sebelumnya tapi sama sekali tidak lebih rendah dari musuh.


Pisau kecilnya menancap di jantung salah satu orang, tapi karena pisau itu pendek, itu tidak membuat musuhnya meninggal. Lin Beishang menariknya keluar lalu menusukkan nya lebih dalam lagi, kali ini sampai tembus ke belakang dan kematian orang itu telah dipastikan.


Lin Beishang membersihkan semuanya dengan rapih lalu melihat pakaian dan sepatunya yang tidak ternoda oleh darah sama sekali, lalu memandang ke arah pisau kecilnya dengan senyum tipis.


Lin Beishang melihat sekitar dan menemukan bahwa tidak ada kamera pengawas disini, jadi dia mencuci pisaunya dan menyimpannya.


Tidak lama, ada seorang gadis yang berjalan masuk kedalam toilet dan melihat tumpukan mayat itu lalu langsung berteriak.


"Ahhhh !! Ada orang meninggal disini !" Teriak wanita itu dengan ketakutan.


Teriakan wanita ini memanggil banyak orang dan orang orang mulai menelpon aparat keamanan sementara Lin Beishang berjalan menjauh tanpa ada yang menyadari dan bertindak seperti biasa seolah olah tidak pernah berada di dalam lokasi kejadian.


Lin Beishang memegang kartu nama yang ada di tangannya lalu sedikit menyeringai dan turun ke parkiran mobil, sesampainya disana.


Lin Beishang langsung masuk ke dalam mobil Bei Zhao, disana sudah Bei Zhao dan Murong Yan yang menunggunya.


"Apakah kamu baik baik saja ?" Tanya Bei Zhao dengan khawatir dan melihat sekujur tubuh Lin Beishang.


"Aku baik baik saja, lihatlah tidak ada luka dan aku menemukan ini. " Ucap Lin Beishang menyerahkan kartu nama yang di temukan olehnya.


"Pejabat Lei, Lei Chuan. Lei Qing Yi pasti ada campur tangan di balik hal ini. " Ucap Bei Zhao meremas kartu nama itu di dalam amarah.


"Lebih baik jika kamu bertanya pada orang tua mu, apakah Lei Chuan ada mendatangi mereka ? Jika dilihat dari kondisinya maka seharusnya jika dia berani untuk mengambil langkah yang beresiko dan berbahaya seperti ini. Maka seharusnya dia tidak memiliki kondisi lain. " Ucap Lin Beishang.


Bei Zhao mengangguk dan menelepon kedua orang tuanya lalu menanyakan tentang hal ini, tidak lama kemudian telepon dimatikan dan wajah Bei Zhao menjadi muram.


"Tidak perlu terburu buru, karena dia berani untuk mengambil langkah ini maka seharusnya dia telah memikirkan konsekuensi nya. Yang harus kita lakukan adalah bertindak layaknya orang bodoh dan membiarkannya melompat masuk ke dalam jebakan kita, pada saat itu, bahkan jika dia memiliki sayap, dia tidak akan bisa melarikan diri dari kesalahannya. " Ucap Lin Beishang dengan jujur.


Dalam hal penyusunan strategi semacam ini, maka tidak akan ada yang lebih baik daripada Lin Beishang.