
Zhou Beishang masih belum sadar bahkan sampai 3 Jam ke depan, A Xiang membawa mangkuk racun nona nya dengan hati hati.
"Tolong bantu aku menahan tubuh Nona. "Pinta nya pada kedua tabib yang bertugas untuk menjaga Zhou Beishang.
Salah satunya adalah seorang wanita tua dan yang satu lagi adalah kakek tua yang seumuran, memang kebanyakan alkemis ahli sudah berumur tua.
Mereka menghabiskan seluruh masa muda mereka untuk mempelajari seluruh penyakit dan tanaman herbal.
Seorang alkemis bahkan ada yang belajar sampai 50 tahun dan menghabiskan hampir seluruh hidupnya dalam bidang obat obatan.
Seluruh manusia paling paling hanya bisa hidup sampai 80 tahun dan yang paling lama adalah 100 tahun. Jadi, jika 50 tahun hanya untuk belajar saja. Bukankah itu menghabiskan setengah masa hidup ?
Bagi A Xiang, hal hal semacam itu adalah hal yang menakutkan. Dia hanya ingin menjadi pedang dan tameng bagi nona nya.
Sayangnya dia masih gagal untuk menjadi tameng bagi nona nya, dia masih terlalu lemah untuk menjadi itu. Dia harus berlatih lebih keras lagi, lebih tekun lagi, supaya bisa melindungi nona nya yang keras kepala.
Setelah tubuh Zhou Beishang di bantu untuk duduk, dia membuka bibir Zhou Beishang dengan salah satu tangannya.
Sedangkan tangan yang lain memegang mangkuk dan menuangkan nya ke dalam mulut Zhou Beishang dengan perlahan lahan.
Sampai akhirnya semua habis dan dia membantu Zhou Beishang untuk kembali terbaring. Dia memandang Zhou Beishang dengan tatapan sendu.
Setelah itu, dia melihat adanya kerutan di dahi Zhou Beishang yang tampak seperti gadis itu sedang menahan sakit.
Dia mengelus tangan nona nya, berharap kalau itu bisa membantu nona nya untuk lebih tenang dan mengurangi rasa sakit yang di alami oleh nona nya.
Nona nya tidak akan mengerutkan dahi saat tertusuk belati sekalipun, tapi racun ini selalu membuat nona nya merasa kesakitan.
Itu artinya, jika orang lain yang meminumnya maka orang itu akan meninggal karena gila. Dia terus menerus berusaha untuk menenangkan nona nya.
"Nona, apa yang kamu berikan pada Bei Wangfei ?" Tanya tabib wanita di belakang nya.
"Ini adalah obat harian milik Bei Wangfei, dia memiliki luka internal sejak lama sehingga harus meminum ini setiap hari. " Ucapnya dengan alasan yang dibuat buat olehnya.
"Ternyata begitu, aku juga merasakan kalau denyut nadi Bei Wangfei sangat lemah sehingga aku mengira kalau sebelumnya memang ada luka internal. Alat pernafasan nya juga kurang baik sehingga tidak bisa mengambil nafas dengan baik, jika diteruskan begini maka akan buruk untuk kesehatan tubuhnya. " Ucap tabib pria di belakang nya sambil mengangguk paham.
Dia juga mengangguk, nona nya seringkali merasa terengah engah tanpa sebab. Itu di akibatkan oleh cacat yang ada di organ pernafasan nya sehingga membuatnya melemah.
Nona nya juga bisa tiba tiba merasa sesak nafas dan akan pingsan, memikirkan begitu banyak penderitaan yang dibawa oleh nona nya membuatnya merasa sakit.
Belum lagi nona nya selalu tersenyum dan tidak akan menunjukkan rasa sakit yang di alaminya.
2 minggu kemudian
Zhou Beishang yang telah terbaring di ranjang selama dua minggu belum menunjukkan tanda tanda akan bangun.
Tapi, untungnya masih bisa di beri makan sup kaldu ayam untuk menambah energi yang ada di dalam tubuh Zhou Beishang.
Selama dua minggu itu juga A Xiang selalu menyuapi nona nya untuk minum 'obat harian milik Zhou Beishang'
Hanya perlu menunggu 10 hari lagi sebelum Zhou Beishang tidak memerlukan minum racun sialan itu. A Xiang menyeka keringat yang mengalir di dahi nona nya.
Ruangan yang sebelumnya merupakan kamar Bei Wang ini berubah menjadi tempat Zhou Beishang di rawat untuk sementara waktu.
Sedangkan Bei Zhao sendiri memilih untuk tidur di ruang kerja nya. Selama dua minggu ini, pria itu tidak sekalipun mengunjungi Zhou Beishang.
Memikirkan ini, A Xiang menjadi sedikit kesal. Dia membersihkan keringat di dahi nona nya dengan hati hati, sebelum melihat kalau kelopak mata Zhou Beishang sedikit bergerak sebelum terbuka sepenuhnya.
Kedua tabib itu segera memeriksa keadaan Zhou Beishang dan tertawa senang bercampur haru. Sebelumnya kedua tabib itu sudah merasa pasrah melihat Zhou Beishang yang tidak memiliki kemajuan.
"Dimana aku ?" Tanya Zhou Beishang dengan suara serak sambil dibantu untuk duduk.
"Bei Wangfei, anda saat ini berada di kamar Bei Wang. " Jawab A Xiang dengan sopan.
Zhou Beishang memegangi kepalanya sendiri dan mencium sekitarnya, indra penciuman nya langsung di terpa oleh harum obat obatan yang ada disini.
"Sudah berapa lama aku pingsan ?" Tanya Zhou Beishang dengan mata yang agak kabur.
"Sudah dua minggu. " Jawab A Xiang dengan jujur.
"Dua minggu ?! Bagaimana dengan itu ?" Tanya Zhou Beishang dengan terkejut.
"Nona tenang saja, aku sudah membantu Nona untuk minum setiap hari. " Kata A Xiang menenangkan nya.
Dia mengangguk dan merasa tenang. Dia merasa seperti seluruh tubuhnya remuk, luka internal nya belum sepenuhnya sembuh.
"Bei Wangfei, kami akan memanggil Bei Wang. " Ucap Tabib Wanita dengan sopan.
"Tidak perlu, aku akan datang sendiri kesana. " Ucapnya dengan pelan.
Dia di bantu oleh A Xiang untuk berdiri. Sebelum menoleh ke arah dua tabib yang telah merawatnya selama dua minggu ini.
"Terima kasih banyak atas bantuan kalian berdua. " Ucapnya sambil sedikit menunduk.
"Tolong jangan sungkan, Bei Wangfei. " Ucap kedua tabib itu dengan buru buru menunduk lebih dalam.
Dia mengangguk dan memberi tanda ke arah A Xiang.
"Ya, Wangfei. " Ucap A Xiang.
Dia memberi isyarat pada A Xiang untuk memberikan kedua tabib tua itu hadiah sebagai rasa terima kasihnya.
A Xiang mengeluarkan dua gelang giok yang berwarna biru terang, itu memiliki efek bagus dalam pengobatan. Dia mendapatkan ini dari pelelangan.
"Ini untuk kalian berdua. " Ucap A Xiang sambil menunduk dan menyerahkan hadiah kepada kedua tabib tua itu.
"Kami tidak berani menerima pemberian Bei Wangfei. "Ucap kedua orang itu dengan sungkan.
"Tidak perlu sungkan, itu akan sangat baik untuk kesehatan kalian. " Ucapnya sebelum berjalan terlebih dahulu.
"Terima kasih, Bei Wangfei. " Ucap kedua tabib itu dengan serempak.
Dia mengangguk sambil berjalan dan A Xiang menyusulnya, lalu memegangi tangannya.
"Nona, apakah aku perlu masuk juga ?" Tanya A Xiang ketika mereka berdua berada di depan pintu ruang belajar milik Bei Zhao.
"Tidak perlu, ini adalah jam makan siang. Pergi dan ambil makanan mu dulu, aku mungkin tidak akan cepat keluar dari sini. " Ucapnya dengan lembut dan mencubit pipi A Xiang yang sudah menjadi sedikit lebih tirus dari pada yang di ingatnya.
"Kamu telah menjadi kurus jauh belakangan ini. " Ucapnya dengan sendu.
Note : Hai semuanya, kalau sempat nanti jam 18.00 author bakal up satu chapter lagi. Tapi kalau tidak sempat besok aja deh. Tunggu terus ya 😁