
Ketika sedang duduk menyadari pada Bei Zhao pada malam hari dan menikmati indahnya bulan purnama bersama dengan pria itu, seekor burung merpati dengan gelang emas di bagian kaki, menghampiri mereka.
"Informasi ?" Tanya Bei Zhao saat melihat merpati itu yang mendarat di sebelahnya.
Lin Beishang tidak menjawab dan hanya tersenyum lalu membuka surat yang dikirimkan oleh mata matanya itu.
'Tahkta Naga telah jatuh,
Kegelapan telah bangkit,
Naga yang tertidur telah sadar,
Cahaya akan segera lenyap. '
Surat itu hanya berisi empat baris kata yang singkat tanpa arti sebenarnya itu, tanpa menyebutkan siapa pengirimnya atau siapa penulisnya.
Tidak ada pembuka atau penutup yang jelas dan orang yang tidak berkaitan tidak akan pernah bisa mengerti isinya.
"Apa maksud dari 4 baris kata ini ?" Tanya Bei Zhao.
Lin Beishang melihat ke arah kertas itu dan tersenyum tipis lalu melempar kertas itu ke dalam perapian.
"Bei Shu telah jatuh, Dinasti Qin saat ini telah dikuasai oleh Paviliun Qiao Yao, dan Kedua belas Suku barbar telah bangkit dan menyatukan kekuatan mereka. " Ucap Lin Beishang dengan senyum tenang.
"Kegelapan akan tiba bisa dimaksudkan sebagai kekacauan dan cahaya adalah kedamaian, secara tidak langsung artinya adalah kedamaian yang ada akan segera pecah. " Lanjut Lin Beishang.
"Darimana kamu mendapatkan surat itu ?" Tanya Bei Zhao dengan dahi yang berkerut.
"Tentu saja dari mata mataku di Dinasti Qin, sepertinya tidak mudah untuk mengirimkan ini kesini sehingga dia harus menggunakan kata kata pengganti untuk menyampaikan pesan. " Ucap Lin Beishang.
"Apakah kamu benar benar yakin bahwa ini dari bawahan mu ?" Tanya Bei Zhao dengan khawatir.
"Tentu saja tidak, tapi dilihat dari tinta dan bentuk gambaran penulisan tentu saja tidak salah, tapi tidak ada salahnya untuk sedikit percaya dan menyimpan informasi. " Ucap Lin Beishang dengan tenang.
Keesokan harinya
Lin Beishang berjalan ketika pagi hari dan bertemu dengan Lin Xi di pagi pagi hari dan membahas hal ini bersama dengan pria tua itu sampai akhirnya Kasim Luo masuk dengan raut wajah panik.
"Bixia, ada 150 orang barbar dengan berbagai hewan buas dan 500 pasukan asing, ada juga 10 manusia gunung. " Ucap Kasim Luo.
"Ini serangan yang tidak terlalu besar, akan sangat baik bagi Lin Yue untuk mengambil ini sebagai pelajaran pertamanya. " Ucap Lin Xi.
"Berapa banyak pasukan yang akan kamu utus bersamanya ?" Tanya Lin Beishang dengan cepat.
"2000 pasukan elit milik Dinasti Tang akan pergi menemani Putri Mahkota Lin Yue dan Jenderal Zhang akan menemani Putri Mahkota. " Ucap Lin Xi dengan tenang.
"Apakah Jenderal Zhang ini bisa dipercaya ?" Tanya Lin Beishang.
"Penghargaan yang dimiliki nya tidak perlu diragukan lagi dan selalu berperang demi Dinasti Tang. " Ucap Lin Xi dengan yakin.
Mendengar ini membuat Lin Beishang mengangguk ngangguk dan tidak membantah kata kata Lin Xi tapi juga tidak menerima begitu saja.
"Panggil Putri Mahkota. " Perintah Lin Xi.
"Ya, Bixia. " Ucap Kasim Luo lalu berjalan pergi.
"Kamu sebaiknya hati hati, Dinasti Tang hanya memiliki 5.500 Pasukan elit dengan 10.000 pasukan biasa. Ketika 2.000 pasukan elit dibawa pergi, setengah kekuatan dari Dinasti ini hampir hilang, sebaiknya pertimbangkan lagi. " Ucap Lin Beishang dengan dingin.
"Menurutmu, berapa besar kemungkinan kemenangan yang kita miliki ?" Tanya Kaisar Lin Xi tidak marah dengan kata katanya.
"50 persen, pengkhianat tidak dapat ditemukan di sini, itu sangat aneh. Aku takut bahwa itu terdapat salah satu pengkhianat, aku hanya akan mengatakan satu hal padamu, jika terjadi sesuatu di luar dugaan maka aku akan langsung pergi. " Ucap Lin Beishang dengan serius.
"Ya, pengkhianat memang meresahkan akhir akhir ini, sebaiknya berhati hati. " Ucap Lin Xi dengan tenang.
Tidak lama , Lin Yue dengan gaun Kekaisaran nya telah tiba dan berlutut di sebelahnya dengan sopan.
"Lin Yue menyapa Huangfu. " Ucap Lin Yue dengan suara yang jernih dan jelas.
"Yue, ada peperangan di gerbang selatan, kamu harus menangani ini bersama dengan Jenderal Zhang, Huangfu akan memberikan 2.000 Pasukan elit untuk menemani mu melawan Suku barbar. " Ucap Kaisar Lin Xi.
"Huangfu ingin aku menjadi utusan Dinasti kita ? Maka Lin Yue tidak akan mengecewakan keputusan dan kepercayaan yang telah diberikan oleh Huangfu pada Lin Yue. " Ucap Lin Yue dengan tegas.
"Bagus, jika begitu maka pergilah mulai dari besok. " Ucap Kaisar Lin Xi.
"Beishang, kamu ada disini begitu pagi, apakah ada suatu masalah ?" Tanya Lin Yue saat menoleh padanya.
"Aku kesulitan untuk tidur di tempat baru jadi ketika matahari terbit, aku memutuskan untuk menemani Huangfu disini. Huangfu, bolehkah Beishang berbicara dengan Jiejie diluar ?" Tanya Lin Beishang dengan suara yang manis layaknya anak anak sebenarnya.
"Tentu saja, kalian baru bertemu. Huangfu tidak akan menganggu kalian lagi. " Ucap Kaisar Lin Xi dengan senyum senang.
"Kalau begitu kami berdua pamit undur diri, Huangfu. " Ucap mereka berdua dan berjalan pergi.
Keduanya berjalan beriringan dengan santai menuju depan dan akhirnya sampai di taman istana yang lebar dan penuh dengan rumput hijau yang indah.
"Apa yang ingin kamu katakan padaku ?" Tanya Lin Yue dengan lembut.
"Aku akan mengatakan sesuatu karena ini adalah perang pertama mu, maka aku akan memberikan beberapa kata kata untukmu. " Ucap Lin Beishang.
"Apakah kamu khawatir padaku ? Memangnya kamu sudah pernah mengikuti perang sebelumnya ?" Tanya Lin Yue dengan senyum lebar.
"Tentu saja aku khawatir padamu, aku dulu pernah ikut perang meskipun tidak mengambil banyak posisi tapi aku telah belajar banyak hal dari Bei Wang masalah perang, pria itu telah di medan perang selama belasan tahun , tentu saja aku perlu banyak belajar darinya. " Ucap Lin Beishang dan mengambil jeda sejenak.
"Aku akan mengatakan sedikit bahwa di medan perang, tidak peduli apakah itu kecil atau besar maka kamu harus membersihkan nya, jika kamu tidak membunuh maka kamu yang akan dibunuh. Lalu, kamu tidak bisa menjadi sangat pemarah di medan perang atau kamu akan dengan mudah di manfaatkan oleh musuh. Saat ini, kamu adalah pemimpin penyerangan ini, tidak perlu khawatir jika ada yang mendesak mu atau apapun itu, yang perlu kamu lakukan adalah berpegang teguh dengan apa yang ingin kamu lakukan. "Lanjut Lin Beishang dengan tenang.
"Membunuh mereka, jangan biarkan tawanan itu menjadi ada nilainya di matamu. " Ucap Lin Beishang.
Ini adalah peperangan besar pertama milik Lin Yue, wajar jika gadis itu takut, ini adalah pertama kalinya menjadi seorang pemimpin pasukan.
Jika sebelumnya hanya mengikuti orang lain untuk pergi ke medan perang maka kali ini datang sebagai seorang pemimpin tentu saja membawa suasana yang berbeda.
"Bukankah itu terlalu kejam ? Mereka juga rakyat kita dan layak untuk hidup. " Ucap Lin Yue tidak setuju.
"Sandera itu hanya misalnya 200 orang, tapi bayangkan jika kamu membuka gerbang untuk sandera sandera yang belum tentu mereka lepaskan itu, maka berapa banyak orang yang mati ? Berapa banyak korban yang ada ? Kamu tidak bisa menyelamatkan semua orang , itu adalah hal yang telah umum di medan perang. " Ucap Lin Beishang dengan tatapan yang dalam.
"Lalu, apakah aku akan sanggup untuk melakukan ini semua ?" Lirih Lin Yue dengan senyum sedih.
"Kamu harus memikirkan konsekuensi dari setiap tindakan mu bahkan tindakan yang paling kecil sedikitpun, jika kamu sedikit lengah maka semua orang yang berdiri di belakangmu akan ikut mati bersamamu, apakah kamu merasa senang ? Lalu, sandera yang ingin kamu selamatkan pada akhirnya tetap akan menemui kematian mereka juga. Kamu tidak bisa menyelamatkan semua orang. " Ucap Lin Beishang dengan hati yang dingin.
"Baiklah, saat ini hanya ini yang bisa aku katakan padamu, kamu harus banyak beristirahat besok kamu akan menempuh perjalanan panjang, aku akan pergi sekarang, jaga dirimu baik baik. " Ucap Lin Beishang dan berjalan pergi dengan langkah tenang.
Sesampainya di belokan lain, Bei Zhao tiba tiba keluar tanpa diundang dan Lin Beishang tidak terkejut dengan kehadiran pria itu.
"Kenapa kamu membiarkan Lin Yue yang pergi berperang ? Bukankah kamu mengatakan bahwa kamu ingin menangani nya sendiri ?" Tanya Bei Zhao dengan tidak mengerti.
"Firasat ku mengatakan bahwa Lin Yue tidak akan berhasil dalam kepergian kali ini, tapi aku berdoa bahwa perasaan ku salah. Kali ini, aku akan mengambil kesempatan untuk membersihkan istana, yang harus mati maka aku akan mengantarkan mereka ke gerbang kematian. " Ucap Lin Beishang dengan tatapan yang gelap.
"Kemungkinan dia akan kalah ? Kenapa begitu ? Dengan jumlah pasukan yang dia miliki, kenapa dia bisa kalah ?" Tanya Bei Zhao dengan bingung.
"Bei Zhao, kamu telah tumbuh di medan perang, bagaimana mungkin kamu tidak bisa menemukan kemungkinan dari kekalahan yang aku sebutkan ini ?"Tanya Lin Beishang.
"Mungkinkah karena Lin Yue terlalu naif dan berhati lembut, apakah kamu telah mengatakan ini pada Kaisar Lin Xi ?" Tanya Bei Zhao.
"Apa yang kamu katakan tidak salah, dia memang terlalu naif meskipun telah beberapa kali mengikuti perang. Untuk hal yang terakhir, aku telah mengatakan nya secara tidak langsung dan pria tua itu yakin bahwa Jenderal yang mendampingi Lin Yue akan menolong Lin Yue jika memang ada hal diluar kendali. Hanya saja, aku tidak tahu apakah Jenderal itu pengkhianat atau bukan. " Ucap Lin Beishang dengan helaan nafas.
"Lalu, Lin Yue adalah orang pemarah dan mudah terpancing emosi, aku takut bahwa orang Suku barbar akan menggunakan ini untuk mengalahkan nya. " Lanjut Lin Beishang.
"Jangan terlalu khawatir, dia adalah Kaisar masa depan. Jika dia tidak bisa menangani hal kecil semacam ini, bagaimana dia bisa menjadi Kaisar di masa depan ?" Tanya Bei Zhao sambil menepuk bahunya.
"Ya, aku mengerti maksud mu dan aku telah mengatakan pada Kaisar Lin Xi, jika memang terjadi sesuatu yang tidak di inginkan maka aku akan langsung membawa kudaku dan pergi. " Ucap Lin Beishang.
"Bagaimana mungkin kamu menjadi begitu gegabah seperti itu ? Apakah menurutmu jika kamu sendiri maka kamu bisa mengubah alur peperangan ?" Tanya Bei Zhao dengan khawatir.
"Aku tidak akan bisa, tapi aku bisa menyelamatkan nya , bahkan jika dia meninggal maka aku harus membawa mayatnya dalam bentuk utuh. " Ucap Lin Beishang dengan dingin.
"Huft, kamu benar benar keras kepala, biarkan aku mengikuti mu jika memang terjadi sesuatu. " Ucap Bei Zhao dengan tulus.
"Tidak bisa, kamu harus mengurus pasukan milikmu, milik Lan Xiang, dan milik Jenderal Xie, dengan begitu maka barulah kita akan siap dengan peperangan ini. Jangan khawatirkan aku, nyawaku tidak akan menjadi serapuh itu. " Ucap Lin Beishang dengan lembut.
"Apakah kamu memintaku untuk bergerak jika memang ada hal yang tidak di inginkan kali ini ?" Tanya Bei Zhao.
"Ya, bawalah pasukan kemari tapi jangan semuanya, sebagian saja untuk bersiap apabila di sisi lain mendapat penyerangan juga. " Ucap Lin Beishang dengan serius.
"Baiklah kalau begitu, maka aku tidak akan mengecewakan mu tapi kamu harus menjaga dirimu dengan baik, jika tidak maka aku akan marah padamu. " Ucap Bei Zhao dengan raut wajah berkerut.
"Kamu tenang saja, aku tidak akan menyia nyiakan kehidupan ku. Lagipula, aku belum menikah dengan seseorang dan aku tidak ingin meninggal dalam keadaan lajang. " Canda Lin Beishang sebelum akhirnya mereka berhadapan dengan seorang wanita yang menggunakan jubah.
"Chu Yi !" Panggil Lin Beishang dengan semangat.
"Beishang, aku baru saja kembali dari Dinasti Qin, kamu pastilah telah mendapatkan pesan yang ku kirimkan bukan ?" Tanya Chu Yi.
"Hm, aku telah menerima pesanmu. Jadi, apakah itu adalah Chu Huli yang menjadi Kaisar baru ?" Tanya Lin Beishang.
"Tunggu sebentar, surat kemarin adalah darimu, Chu Yi ? Kau pergi ke Dinasti Qin ? " Tanya Bei Zhao dengan terkejut dan tidak percaya.
"Ya, aku yang mengirimkan nya dan aku pergi ke Dinasti Qin. Tapi untuk pertanyaan Beishang sepertinya itu bukan Chu Huli, itu tidak seperti postur tubuhnya. " Ucap Chu Yi dengan lesu.
"Itu bukan dirinya ? Ini agak aneh. " Gumam Lin Beishang dengan kerutan di dahi.
Informasi baru yang di dapatkan nya dari Chu Yi kali ini sangat mengejutkan, bagaimana mungkin itu bukan Chu Huli.
"Lalu apakah kamu mengenali orang itu ?" Tanya Bei Zhao dengan serius.
"Tidak, aku tidak mengenali orang itu sama sekali. Ini membuatku bingung, itulah kenapa aku cepat cepat memacu kudaku kemari. " Ucap Chu Yi.
Lin Beishang memandang sekitar dengan waspada sebelum akhirnya merendahkan suaranya dan meminta mereka untuk mengecilkan suara mereka.
"Membahas hal penting seperti ini, tidak nyaman untuk melakukan nya disini, lebih baik untuk membahasnya di kediaman ku, Paviliun Qing Luo. " Ucap Lin Beishang dengan sangat serius.
"Tentu saja, aku juga merasa tidak nyaman untuk membahas hal ini semua disini. " Ucap Chu Yi setuju dengan kata katanya dan mereka bertiga berjalan menuju kediaman barunya, Paviliun Qing Luo.
Halaman Paviliun itu sangat besar dan mereka duduk di salah satu hutan bambu sederhana yang dibuat disana, disana ada sebuah tempat untuk bersantai yang terbuat dari bambu.
Mampu menampung 4 sampai 5 orang dan mereka bertiga duduk disana dengan santai, jika ini adalah orang biasa maka mereka tidak bisa melakukannya.
Bagaimanapun mereka semua adalah orang yang belum menikah, tidak boleh berkumpul di tempat yang sepi bersama.
Tapi, saat ini mereka adalah orang yang tidak terlalu peduli dengan kesopanan semacam itu dan dengan tulus membahas masalah yang mereka miliki saat ini.
...----------------...
Note : Up kali ini panjang banget khusus untuk para pembaca yang telah dengan sabar menunggu author up kemaren karena author lagi sakit kemarin jadi enggak bisa up selama 3 - 5 hari, ini sudah lumayan fit dan bisa ngetik, terimakasih untuk para pembaca yang telah mengirimkan doa lewat dm dan komen untuk kesembuhan author 🙏
2,1 k words