
"Apa yang akan kamu katakan pada kedua orang tuaku, hm ?" Tanya Lin Beishang sambil menahan tawa geli.
"Paman Bibi, biarkan aku menjaga Lin Beishang. Aku berharap bahwa kalian memberikan restu kalian pada kami berdua agar kami memiliki hubungan yang lancar dan memiliki akhir yang bahagia. " Ucap Bei Zhao dengan serius.
"Aku akan menjaga Beishang dengan nyawaku dan menjaga dia dengan sepenuh hati, aku juga bersumpah disini bahwa hatiku, hanya menyimpan tiga orang. Satu adalah Ayahku, kedua adalah Ibuku, dan ketiga adalah Beishang. " Lanjut Bei Zhao.
Lalu Bei Zhao memberikan sujud sebanyak tiga kali dan berdiri dengan senyum cerah yang membuat siapapun yang melihatnya menjadi ikut bahagia.
"Aku sudah meminta izin kepada kedua orang tuamu. Sayang sekali bahwa aku tidak bisa mengatakan ini kepada Bibi Xia kemarin, seharusnya aku langsung mengatakan bahwa yang satu ini adalah milikku. " Ucap Bei Zhao menggoda Lin Beishang.
"Lebih baik tutup mulutmu dan kurangi berbicara omong kosong. " Keluh Lin Beishang dengan pura pura marah walaupun sebenarnya tidak seperti itu.
"Baiklah, baiklah, putriku yang cantik. Aku akan pergi dan menunggu mu di mobil, jangan terlalu lama atau kamu akan diguyur oleh hujan. " Ucap Bei Zhao sambil mencubit pipi Lin Beishang lalu menunjuk langit yang mendung.
"Aku tidak akan terlalu lama. " Ucap Lin Beishang.
Bei Zhao berjalan pergi dan wajah Lin Beishang berubah menjadi gelap, siapa yang tidak merasa berat setelah menghadapi kepergian orang terdekat mereka ?
Tidak peduli, sekuat apapun dan seterbiasa apapun Lin Beishang dengan perpisahan, Lin Beishang masihlah manusia dan hatinya bukan terbuat dari batu.
Menahan tangis dan memandang dengan tenang mungkin masih bisa ditahan, tapi untuk berdiri dengan ekspresi bahagia seolah olah sedang tamasya, tidak ada yang seperti itu.
Lin Beishang berlutut dan melihat papan nama yang menuliskan nama kedua orang tuanya, Lin Beishang menghela nafas lalu memaksakan diri untuk tetap tersenyum dengan tenang.
"Ayah, Ibu, kita memiliki hubungan yang baik dalam kehidupan ini tapi sayangnya nasib kita terlalu pendek. Aku berharap bahwa kita memiliki nasib yang lebih panjang di kehidupan selanjutnya. Terimakasih karena telah merawatku, dan membesarkanku dengan penuh kelembutan seperti ini. Di kehidupan lalu, aku benar benar merindukan hari hari seperti ini. " Ucap Lin Beishang dengan lembut, suaranya sangat rendah hampir seolah olah berbisik pada dirinya sendiri.
"Aku dan Lin Yue akan mencari penyebab dan memberikan keadilan pada kalian berdua sehingga kalian berdua bisa beristirahat dengan tenang. Sekarang, aku telah menemukan Bei Zhao dan kami bergandengan tangan untuk menghadapi masa depan. Aku harap bahwa kalian memberikan restu kalian agar aku dan Bei Zhao dapat menjalani kehidupan yang baik. Sementara kalian juga memberkati kehidupan Lin Yue dengan Ye Xushi. "
"Aku tidak bisa membiarkan Lin Yue kembali kemari, jadi mohon maafkan dia karena tidak datang kemari. Biarkan aku yang menggantikan nya untuk bersujud pada kalian berdua. " Ucap Lin Beishang.
Lin Beishang bersujud tiga kali dan memandang papan nama itu lalu tersenyum dan berjalan pergi, meninggalkan semua kenangan buruk dan bersiap untuk menemukan sesuatu yang baru.
Lin Beishang memikirkan pesan manis yang diberikan oleh Bei Zhao untuk kedua orang tuanya, membuat wajahnya bersemu menjadi merah.
Memikirkan ini membuat hatinya menjadi berbunga bunga, Lin Beishang berjalan menuju mobil Bei Zhao dan hujan mulai mengguyur tepat ketika dia baru saja masuk mobil.
"Keberuntungan yang baik, kamu tidak terkena satupun tetesan air hujan. " Ucap Bei Zhao memuji Lin Beishang.
"Kebetulan aku memiliki kemampuan membaca cuaca. " Canda Lin Beishang.
"Baiklah, aku akan percaya semua yang kamu katakan. Jangan membuangku setelah melihatku menjadi orang bodoh seperti ini, kamu harus bertanggung jawab padaku karena kamulah yang membuatku menjadi seperti ini. " Ucap Bei Zhao dengan manis.
Lin Beishang yang mendengar ini tertawa ringan dan mencubit hidung Bei Zhao.
"Rusak otak ?" Tanya Lin Beishang dengan bingung.
"Ya, dengan kamu yang terus berputar di otakku, aku bahkan tidak bisa berpikir lagi. Kamu telah memenuhi setiap pikiranku !" Ucap Bei Zhao sambil tertawa keras karena merasa telah berhasil mengerjai Lin Beishang.
Lin Beishang yang menyadari bahwa dirinya telah dikerjai oleh Bei Zhao langsung menatap tajam pada pria itu.
"Kamu benar benar.... aku tidak percaya bahwa ini kamu. Di kehidupan lalu kamu sangat dingin dan sekarang kamu sangat banyak bicara. " Ucap Lin Beishang dengan kesal.
"Tentu saja, apa saja bisa aku lakukan. Hanya untukmu.... " Ucap Bei Zhao dengan senyum menawan yang membuat jantung Lin Beishang berdebar lebih kencang.
"Ck, siapa yang bertindak seolah olah sebuah kulkas ketika bertemu di rumah sakit. " Ucap Lin Beishang menyindir sikap Bei Zhao ketika mereka bertemu pertama kali di kehidupan kali ini.
Bei Zhao tertawa dan mulai menyetir mobil dengan serius karena jalur yang licin oleh hujan lalu jarak pandang yang pendek.
3 Hari kemudian
Bei Zhao dan Lin Beishang menjadi lebih dekat, bahkan semua media telah menyorot bahwa Putra pasangan Dokter yang ternama Bei Zhao berpacaran dengan Putri Kaya dari Keluarga Lin, Lin Beishang.
Saat ini, orang yang disebut sebut ini sedang bermain bersama di sebuah taman hiburan yang ada menyediakan tempat berkuda sambil menggunakan kostum.
Lin Beishang memilih pakaian dari Dinasti Tang , dan menggunakan warna merah. Ini mirip dengan yang digunakan oleh Lin Yue.
"Ini adalah gaun yang dikenakan oleh Kaisar Wanita pertama pada Dinasti Tang, Lin Yue. Ini adalah lukisannya yang telah ditinggalkan selama ribuan tahun. " Ucap penyewa kostum dengan semangat dan mengeluarkan sebuah lukisan.
Lin Beishang yang melihat lukisan itu tersenyum tipis, walaupun wajah Lin Yue tidak terlalu mirip, tapi masih memancarkan aura yang sama.
"Ini bagus, aku akan menyewa nya. " Ucap Lin Beishang, lalu membayar dan menggunakannya.
Tanpa diduga itu sangat pas dan rambutnya dibiarkan terurai, ada begitu banyak orang disini yang mengenakan kostum sampai akhirnya Lin Beishang kehilangan Bei Zhao.
Lin Beishang melangkah dengan bingung lalu melihat sebuah jembatan pendek yang agak sepi, disana dia berdiri di ujung jembatan dan Bei Zhao berdiri di seberangnya.
Lin Beishang terperangah melihat Bei Zhao dalam balutan pakaian yang dikenakan oleh bangsawan pada saat itu, sama dengan yang biasa dia gunakan walaupun sedikit berbeda dalam segi warna dan bentuk.
Keduanya berjalan melangkah ke atas jembatan dengan pelan olena sebelum akhirnya bertemu di tengah jembatan, saling menatap satu sama lain dan mengenang masa lalu.
Ketampanan Bei Zhao sama sekali tidak berkurang justru bertambah sementara Lin Beishang sendiri tampak seperti Putri.
Semua orang tertuju pada mereka dan menyadari bahwa mereka tampak sangat serasi seolah olah pakaian itu memang dibuat dan dirancang oleh mereka.
Pasangan yang serasi semacam ini, tidak akan pernah bisa ditemui dua kali.