
Tidak menunggu kata kata dari Kaisar Lin Xi, Zhou Beishang berdiri dan mata Phoenix nya dengan lembut menatap ke arah Lin Xi.
Dengan pelan Zhou Beishang membuka cadar nya yang menunjukkan kecantikan yang sempurna, dibawah langit yang luas ini.
Sulit untuk mengatakan apakah ada yang bisa menandingan kecantikan seindah Dewi ini atau tidak.
"Ka.. kamu.... kamu, siapa kamu sebenarnya ?" Tanya Kaisar Lin Xi dengan emosi yang bercampur.
"Putri dari Xia Ling. " Ucap Zhou Beishang dengan suara yang jernih dan jelas.
Lin Xi mengeluarkan pedang dan menaruh pedang di leher Zhou Beishang dengan tangan yang gemetar.
"Rubah macam apa kamu ?! Jangan mengaku ngaku ! Cepat tunjukkan wajahmu yang sebenarnya !" Teriak Lin Xi dengan marah.
"Huangfu ! Hentikan ! Ini adalah wajah Zhou Beishang yang sebenarnya !" Ucap Lin Yue dengan buru buru dan bersujud di bawah kaki Lin Xi.
"Huangfu, jangan marah." Lanjut Lin Yue.
"Kaisar Lin Xi, apakah kamu dibutakan oleh rasa amarah ? Kemana kamu selama ini ? Kemana kamu ketika ibuku disiksa oleh orang orang ?! " Teriak Zhou Beishang dengan dingin.
Tangan Zhou Beishang gemetar karena kemarahan nya, Lin Xi terdiam dan menjatuhkan pedangnya dan berjalan mundur dengan perlahan lahan sambil menggelengkan kepala.
"Tidak mungkin. " Gumam Lin Xi.
"Apanya yang tidak mungkin ?! Aku menemukan dari teman ibuku bahwa dia melarikan diri dalam kondisi mengandung anakmu ! Dia bahkan harus meminum obat yang merusak dirinya sendiri agar kandungannya bertahan lebih lama di perutnya ! Apakah kamu merasa bersalah ?!" Teriak Zhou Beishang dengan marah.
Mata Zhou Beishang memerah, seluruh tubuhnya gemetar karena amarah, kebencian ini ternyata bukan untuk Chang Yi atau Chang Yue Niang.
Tapi, ternyata untuk ayahnya, Lin Xi.
"Apa katamu ? Apa mungkin itu benar ? Ayah ! Jelaskan ! Jangan katakan bahwa kematian ibu pada saat itu hanya kebohongan ?!" Tanya Lin Yue dengan dua garis air mata yang jelas.
"Apa maksudmu ?" Tanya Zhou Beishang dengan waspada saat mendengar kata kata Lin Yue.
"Ling'er, dia.... dia sebenarnya sudah meninggal ya ? Aku pikir dia hidup di tempat terpencil dengan orang pilihannya dan hidup dengan bahagia, ternyata dia sudah meninggal lebih dahulu ya ?" Gumam Lin Xi dengan tawa sedih.
Setetes air mata mengalir di wajah Lin Xi dan Lin Xi tampak terhuyung huyung ke belakang dan Lin Yue langsung menangkap tubuh ayahnya.
"Kalian, kalian berdua berarti memang saudara kandung. Aku tidak bisa mengatakan ini sebagai kebohongan, bagaimanapun wajah kalian sangat mirip dengannya, terutama kamu. " Ucap Lin Xi dengan senyum miris.
Sementara Zhou Beishang merasa hatinya menjadi dingin, dia.... dia adalah putri Permaisuri ? Jantungnya berhenti berdetak untuk sejenak.
"Darimana kamu tahu semua ini, nak ?" Tanya Lin Xi dengan wajah yang tampak menua selama beberapa tahun.
"Zhao Ye Shi. " Jawab Zhou Beishang dengan dada nya yang terasa sesak dan sakit.
Ternyata, selama ini dia adalah Putri Permaisuri dan Kaisar Dinasti Tang yang Agung ! Ha ha ha, takdir memang suka memainkan orang orang.
"Ha ha ha ha, selama ini aku berguling guling di dalam lumpur ! Menahan semua penghinaan orang orang ! Sementara aku memiliki status yang mulia semacam ini ? Benar benar luar biasa. " Gumam Zhou Beishang sambil tertawa, tawanya lantang tapi terdengar menyakitkan.
Zhou Beishang tampak kehilangan keseimbangan dan berjalan mundur lalu menatap Lin Xi dengan penuh kebencian.
"Selama ini, aku selalu menganggap diriku sebagai orang yang rendah dan kotor demi bertahan hidup. Apakah kamu tahu berapa banyak penderitaanku selama ini ? Apakah kamu tahu bagaimana aku dihina oleh orang orang ? Apakah kamu tahu bagaimana aku menodai tanganku dengan darah orang tak bersalah demi terus bertahan hidup ?" Tanya Zhou Beishang dengan penuh kebencian.
"Anggap saja aku tidak pernah datang kemari ! Aku sangat membencimu ! Membencimu sampai mati !" Ucap Zhou Beishang dengan hati yang hancur lalu berlari keluar dari istana.
"Yue, cari adikmu, jangan biarkan dia melakukan hal yang berbahaya. " Ucap Lin Xi.
"Ya, Huangfu. " Ucap Lin Yue.
Pikirannya kacau, bahkan jauh lebih kacau dibandingkan ketika dia berpisah dengan Bei Zhao. Rasanya entah mengapa sangat sakit, sangat menyesakkan.
Dengan identitas sebenarnya yang dia miliki, dia bisa menakuti semua orang dan menerima kehidupan yang nyaman.
Tapi, nyatanya dia hidup di dalam genangan lumpur dan berguling guling bersama dengan orang orang tercela dengan penuh penipuan.
Menjalani hidup penuh dengan kesengsaraan hanya untuk menemukan bahwa dia sebenarnya adalah seorang Putri terhormat.
Rasanya sangat sakit dan menyedihkan, Zhou Beishang tertawa dengan lantang dan hujan turun dengan deras.
Zhou Beishang berlari dan melepaskan sepatunya lalu berlari tanpa memerdulikan kakinya yang terluka dan terus berlari lalu berteriak dengan penuh kebencian.
Di tengah derasnya hujan yang mengguyur semua orang, Zhou Beishang berlari seperti orang gila, orang orang berlari ke dalam rumah mereka dan merasa murung seolah olah ikut merasakan kesedihan Zhou Beishang.
"Aku benci ! Sangat benci !" Teriak Zhou Beishang dengan air mata yang mengalir dengan deras.
"Selama ini, aku hidup di kediaman Perdana Menteri Zhou itu, mengemis untuk meminta makanan, mengemis untuk mengambil sesuatu yang seharusnya adalah milikku !" Teriak Zhou Beishang dengan putus asa.
Zhou Beishang mengeluarkan belati kupu kupu miliknya yang diberikan oleh Bei Zhao dan dengan asal asalan menancapkan nya di dadanya.
Kresss
Darah mengalir membasahi air hujan dan air mata, Zhou Beishang tersenyum lebar dan jatuh terduduk di tengah jalan, bahkan gaun merahnya menjadi lebih merah dan menyatu dengan darahnya.
"Aku benci, aku tidak ingin bertahan lebih lama lagi. Dunia ini mempermainkanku, aku tidak memiliki kapasitas lain untuk menahan semua hal ini lagi. " Gumam Zhou Beishang dengan tawa dan air mata terus mengalir di kedua matanya.
Darah mengalir dari sudut bibirnya, sebelum akhirnya terbaring di tanah dengan posisi terlentang dan tampak tertawa ke arah langit yang gelap.
"Kalian terlalu kejam bukan ? Kejahatan macam apa yang telah aku lakukan di kehidupan lalu sampai sampai kalian sekejam ini padaku ? Kami berasal dari ibu yang sama, ayah yang sama , tapi kenapa aku harus menanggung semua penderitaan ini ? " Gumam Zhou Beishang dengan kesadaran terakhirnya sebelum akhirnya pingsan.
Seorang pemuda yang membelah hujan mengangkat tubuh Zhou Beishang yang basah oleh darah.
"Maafkan aku karena telah terlambat. " Gumam pria itu lalu membawa Zhou Beishang pergi.
Sementara Lin Yue dengan sebuah payung berlari dan datang ke tempat dimana Zhou Beishang berbaring sebelumnya.
Tidak menyisakan apapun kecuali air yang bernoda darah, Lin Yue menjadi jauh lebih cemas tapi cuaca tidak memungkinkan nya untuk mencari lebih jauh.
Disisi lain, Bei Zhao membuka pakaian Zhou Beishang di bagian dada dan mencabut belati itu dalam satu tarikan.
Zhou Beishang tampak mengerang pelan dan dahinga berkerut, tapi Bei Zhao mengoleskan salep dan membalutkan perban.
"Untungnya luka ini tidak dalam, dasar gadis bodoh. Kamu benar benar membuatku takut sampai hampir mati. " Gumam Bei Zhao dengan lega lalu berjalan keluar dan meminta pelayan penginapan untuk mengganti pakaian milik Zhou Beishang.
Bei Zhao bisa berada disini karena tahu bahwa emosi Zhou Beishang tidak stabil dan pasti akan lepas kendali.
Bei Zhao tidak bisa tidak khawatir dan akhirnya memutuskan untuk menyusul Zhou Beishang dan Lin Yue ke Dinasti Tang.
Sementara setelah berganti pakaian, Zhou Beishang tampak gelisah dan menggenggam erat telapak tangan Bei Zhao yang duduk di sebelahnya.
Sebelum akhirnya setetes air mata mulai mengalir dan menjadi lebih banyak kemudian dan tidak terkendali lagi.
Zhou Beishang tampak sangat sedih dan kesakitan yang membuat hati Bei Zhao menjadi sangat pedih dan tersayat.
"Aku takut, sangat takut. Jangan kurung aku disini ! Aku tidak mencuri !" Gumam Zhou Beishang dengan mata yang terpejam erat dan tampak ketakutan.
"Jangan takut. " Gumam Bei Zhao sambil mengelus tangan Zhou Beishang.