Kau Matahari Ku

Kau Matahari Ku
menjaga gon


Gon masih di dalam ruangan dan sedang di periksa oleh dokter.


Aku mondar mandir dengan hati yang tidak tenang .


Kurapika duduk dan memegangi kepala nya .


kurasa dia sedang merasa bersalah pada Gon. Karena insiden tidak terduga ini .


beberapa saat kemudian dokter keluar dari ruangan Gon dan aku langsung menyerbu nya dengan berbagai pertanyaan.


" bagaimana keadaan Gon? , apa dia baik baik saja?". Ucapku .


Kurapika juga bangkit dari duduk nya dan mendekati ku dan sang dokter.


" peluru sudah berhasil di keluarkan. Tapi.. untuk saat ini, Gon masih dalam mode kritis, karena peluru nya menembus jantung dan hati. Seperti nya peluru yang di gunakan , bukan peluru sembarangan. Aku baru dua kali melihat jenis peluru seperti ini, dan Gon juga kehilangan banyak sekali darah. Berdoa saja agar Gon kuat dan selamat melewati masa kritis ini ". Ucap dokter.


" boleh kami masuk dan melihat Gon ? ". Ucap kurapika dengan mata yang berkaca kaca .


Dokter mengangguk lalu pergi bersama tim nya.


Aku dan kurapika masuk keruangan Gon .


Hati ku sangat sakit melihat Gon terbaring tidak berdaya di atas tempat tidur dengan infus dan beberapa alat medis di tubuh nya.


Aku dan kurapika mendekati Gon.


Kurapika menggenggam tangan Gon yang tampak pucat .


" maafkan aku Gon, kau jadi seperti ini". Ucap kurapika


Dan aku melirik ke arah kurapika , dia tidak bisa menahan air mata nya yang akhirnya jatuh juga.


Aku menggenggam tangan Gon yang satu nya .


tampak lemah , pucat, dan tidak berdaya.


Tiba tiba , nafas Gon tersengal sengal , dan itu membuat aku dan kurapika sedikit panik.


Kurapika dengan sigap berlari menemui dokter.


Aku masih di dalam ruangan menemani Gon, dan membelai wajah pucat nya.


Tanpa terasa air mata mengalir dari mata biru shapire ku .


" aku ada di sini Gon, jangan takut, aku tau kau bocah spiky ku yang kuat, jadi .. Bertahan ya.. ". Ucapku dengan derai air mata .


Beberapa saat kemudian kurapika datang dengan dokter dan tim nya .


Aku dan kurapika keluar dari ruangan agar dokter bisa memeriksa Gon dengan baik.


Aku dan kurapika berdiri di depan ruangan Gon . Kami berdua diam dan melamun, sibuk dengan pikiran kami masing masing.


******


Aku dan kurapika tidak pernah meninggalkan Gon sendirian.


Kami dengan kompak menjaga dan merawat Gon bersama sama.


Sudah beberapa hari sejak insiden itu terjadi .


Dan Gon pun belum juga sadar , dokter bilang, kemungkinan besar nya adalah Gon sedang dalam keadaan koma.


" kurapika, bagaimana rencana mu selanjutnya ". Ucap ku .


" aku ingin kita berfokus pada kesehatan Gon dulu " . Ucap kurapika .


Aku mengangguk.


kami berdua menatap Gon yang sedang berbaring di atas tempat tidur .


" aku mau keluar sebentar ". Ucap kurapika .


Aku mengangguk .


Kurapika keluar dari ruangan .


Aku diam menatap gon dan mengingat ingat kejadian kemarin.


Apa kah ada sesuatu yang aku lewatkan.


lalu pikiran ku menuju ke arah dimana aku melihat ayah di pameran itu.


lalu setelah seseorang melayangkan tembakan, ayah menghilang.


Apa ayah ada hubungannya dengan semua ini? Atau apa ? Pikiranku melayang layang membayang kan dan menduga , menerka segala sesuatu nya.


aku membulatkan tekad dan harus mencari tau .


itu arti nya, aku harus kembali ke gunung kukuro dan meninggalkan Gon ? .


Kurapika kembali ke ruangan Gon.


" kurapika, apa aku boleh meminta bantuanmu?". Ucapku .


Kurapika menatapku.


" tolong jaga Gon, sementara aku mencari tau sesuatu yang penting". Ucapku .


" tentu, Gon jadi seperti ini karena salahku, dan aku akan bertanggung jawab penuh atas diri nya saat ini . Kau tenang saja, killua, aku akan menjaga Gon dengan baik". Ucap kurapika.


aku mendekati Gon dan mengecup keningnya .


" cepat sembuh Gon, aku merindukan tawa mu, keceriaanmu, dan semua hal yang kamu lakukan ". ucapku .


Lalu aku berpamitan pada kurapika dan pergi meninggalkan ruangan.


Aku berjalan keluar dari rumah sakit dengan mata tajam dan hati yang kacau .


aku ingin segera sampai rumah dan menanyakan semua yang ada di benakku pada ayah.


akhirnya aku sampai di depan rumah ku.


Aku segera berlari dan membuka gerbang utama.


Dan tidak menghiraukan pak zaburo yang menyapaku.


Aku berlari dan terus berlari , pikiranku hanya satu saat ini yaitu menemui ayah.


Semua pelayan yang melihat ku tampak keheranan dan sedikit bingung .


ya.. dan Tentu saja mereka menelpon ibu dan ayah atas kedatanganku.


Ibu segera menghadangku ketika aku sampai di pintu rumah utama.


" ada apa kill ". tanya ibu.


" dimana ayah?". Tanya ku tanpa basa basi.


" sayang sekali ayah mu baru saja pergi, dan akan kembali besok ". Ucap ibu .


" sial". aku mengumpat.


Aku masuk kedalam rumah dan langsung menuju ruangan ayah.


Ibu membuntuti ku.


Dan entah apa yang mereka rencanakan,


Semua saudaraku juga , berjalan bersama ibu di belakang ku.


Aku tidak perduli


Aku tetap masuk ke ruangan ayah.


Dan mulai mencari petunjuk di sana, siapa tau aku mendapatkan informasi tentang perompak laba laba.


" jangan tidak sopan begitu, mengacak acak ruang kerja ayah mu kill ". Ucap ibu tiba tiba.


aku menatap ibu dengan sorot mata tajam .


" tunggulah sampai ayah pulang, dan kau bisa menanyakan apa yang ingin kau tau". ucap illumi.


" ini pasti tentang si spiky itu ". Ucap kalluto.


Mataku langsung menatap nya dengan tajam .


" kak illumi benar, onii-chan bisa menunggu ayah dulu ". Ucap alluka dengan wajah yang menunduk .


Aku melempar buku buku ayah yang berada di atas meja , lalu berjalan keluar melewati ibu dan saudara saudaraku yang menyebalkan itu .


Aku berjalan menuju kamar ku.


Aku menatap setiap sudut ruangan dan mengingat tempo hari bersama Gon di kamar ini.


Tawa Gon masih bisa aku dengar begitu renyah di benakku.


Aku masuk kedalam kamar mandi dan menyalakan shower.


Menyiram tubuhku yang payah karena tidak bisa melindungi Gon.