
ponsel milik ayah berdering,
Ayah mengangkat telpon dari seseorang lalu beranjak pergi menjauh dari ruang makan.
Setelah beberapa saat , ayah kembali .
" terus kan acara makan kalian, aku ada sedikit urusan , ". Ucap ayah .
" aku juga sudah selesai ". Ucap kakek
Kami semua mengangguk .
Lalu ayah dan kakek pergi dari ruang makan.
Aku melirik ke arah Gon , tampak wajahnya semakin pucat .
aku mendekati Gon .
" kau kenapa? Wajahmu pucat, kau ingin pergi dari sini kan, aura nya di sini sangat suram ". Bisikku di telinga Gon .
Gon menatapku .
" aku sudah selesai, ayo Gon, kembali ke kamar". Ucapku sambil menggandeng tangan Gon .
" kill... Kenapa buru buru begitu, duduk lah dan bercanda dengan kami dulu ". Ucap illumi .
" benar kill, aku ingin menanyakan sesuatu pada kekasihmu itu". Ucap kalluto sambil menatap Gon dari atas sampai bawah.
" lain kali saja, Gon sedang tidak enak badan. Dia butuh banyak istirahat". ucapku .
Lalu dengan segera meninggalkan ruang makan sambil menggandeng tangan Gon dengan erat.
Ku lihat sekilas nampak anggota keluarga ku itu sedang berbisik bisik di ruang tamu .
Entah apa yang mereka bicara kan, aku juga tidak perduli.
Aku dan Gon sampai di kamar ku .
Lalu Gon membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan pasrah.
" Gon... Kau terlihat lemas, apa kau baik baik saja? ". Tanya ku dengan wajah yang khawatir.
" hmm... killua ". Ucap Gon.
" ya, ada apa?" . Tanya ku .
" tadi di ruang makan, ibu mu bilang kekasih mu yang lain? Apa maksutnya ? ". Ucap Gon dengan tatapan mata nya yang sedikit sendu menatap langit langit kamar .
aku diam sejenak.
" oh.. Itu... Ibu hanya asal bicara saja , jangan di pikirkan". jelas ku.
" jujur saja , tadi waktu makan, aku agak merinding ". Ucap Gon .
tidak heran jika Gon merinding, kami ini keluarga zoldyck, keluarga pembunuh bayaran yang sadis. Kami bisa melakukan apapun agar misi kami tercapai.
meski begitu... Kami memiliki beberapa peraturan , salah satu nya adalah, dilarang menyakiti anggota keluarga sendiri.
" hahahaha , aku kan sudah bilang pada mu Gon, kami keluarga zoldyck, dan kamu masih ngeyel meminta untuk makan bersama". Ucapku dengan tawa.
" aku tidak menyangka jika aura nya akan se suram itu ". Ucap Gon yang bangkit , lalu duduk .
" itu belum seberapa Gon, itu masih mode sopan tau, mereka bisa lebih suram dari pada itu. Apalagi saat mode membunuh target. Waahhh jangan sampai kau melihat nya ". Ucap ku .
" aku mau pulang ke pulau paus". Ucap Gon tiba tiba
Yang tentu saja berhasil membuatku melebarkan mata dan terkejut .
" aku merasa, seperti tidak pantas berada di keluarga elit seperti keluarga mu". Ucap Gon menunduk.
" ah... Ayolah Gon, mana Gon ku yang ceria, mana Gon ku yang cerah seperti matahari? ". ucapku .
Lalu aku diam sejenak.
" apa para saudara ku itu mengganggu mu? ". Tanya ku .
Aku menangkup wajah Gon , mata Gon terpejam. Seperti ada yang dia sembunyikan.
" cepat kata kan. Kenapa kau jadi muram seperti ini, apa ada yang mengatakan sesuatu pada mu hingga membuatmu seperti ini, Gon ? Jawab!!". Tanya ku dengan nada sedikit meninggi .
Dan itu membuat Gon menangis .
Aku menjauh dari Gon dan berteriak frustasi .
" Gon, aku minta maaf, dan .. Bisa kah kau berhenti menangis dan kata kan sesuatu ". Ucapku mendekati Gon lagi dan menggenggam tangannya.
Gon masih menangis
" aku ingin pulang ke pulau paus .... nenek dan bibi Mito Masih membutuhkan ku, aku tidak mau seumur hidupku berada di sini , atau bahkan , mengakhiri hidup ku di sini ". Ucap Gon di tengah tengah tangis nya .
" astaga... kenapa kau bicara seperti itu, coba jelaskan pada ku, siapa yang sudah menghasutmu dan mengatakan hal hal bodoh pada mu ". Ucap ku mencoba berkata dengan nada selembut mungkin.
" kemarin, waktu kamu menemui ayah mu, semua saudara mu mendatangi ku . Mereka bilang, aku hanya beban bagimu, dan jika aku masih saja bersama mu, mereka akan menyingkirkan ku bagaimana pun cara nya . Lalu ... Aku mengajak mu makan bersama keluarga zoldyck pagi ini, maksutku agar aku bisa dekat dengan keluarga mu, tapi malah .... Jadi seperti ini... ". ucap Gon lalu dia menangis lagi, dan semakin kencang dari sebelum nya .
" astaga... mereka ini .. ". Aku menepuk keningku .
Semua Saudara ku itu seperti nya memang memiliki kelainan.
Illumi, yang selalu terobsesi dengan Ku.
Dia menyayangi ku, mencintai ku, dan tidak ingin melihat ku terluka sedikit pun.
Milluki , yang paling senang jika aku di hukum oleh ayah atau pun kakek .
apalagi jika momen memberi hukuman fisik, milluki senang sekali melakukannya , mencambukku, memukulku, menyengat ku dengan kabel listrik tegangan tinggi .
tapi karena aku sudah terbiasa dengan latihan itu sejak kecil , jadi sekarang , hukuman seperti itu bukan masalah bagi ku.
Alluka , adikku itu yang paling berbeda di antara saudara yang lain. Dia tidak memiliki ekspresi apa apa, tapi ku pikir dia juga sangat menyayangi ku, di lihat dari tatapan mata nya .
Dan terakhir kalluto, adik bungsu ku itu ... Selalu menampakkan wajah cemburunya ketika aku berdekatan dengan seseorang .
Dia tidak ragu ragu untuk mengatakan apa yang tidak dia sukai .
" Gon... jangan anggap omongan mereka itu serius, semua yang mereka ucapkan pada mu itu, omong kosong belaka, Gon. Percaya lah pada ku , okay ?". Ucapku meyakinkan Gon.
Gon masih terisak dengan wajah yang basah dengan air mata, dan hidung yang merah sehingga membuatku sangat gemas.
" tapi aku tetap ingin pulang ke pulau paus saja , tidak mau di sini ". Ucap Gon.
Aku menghela nafas ,
" kau sudah tidak menyukai ku ya? ".tanya ku dengan raut wajah yang pura pura lesu .
Dan itu berhasil membuat Gon menatap ku
" a-aku suka pada killua, bahkan sangat suka ". Ucap Gon.
Aku tersenyum dalam hati .
[ enak saja kau mau pulang ke pulau paus, kau itu matahari ku, dan harus selalu bersama ku ]