KARMA

KARMA
11-12


Seperti Mimpi buruk. Sungguh mengerikan. Rasanya seperti sedang berperang melawan sebuah kekuatan yang tak kelihatan. Fighting against the invisible force. Semakin keras aku bekerja dan berusaha, hasilnya berbanding terbalik.


Sebaliknya Bintang, yang santai dan sepertinya kerjaannya main main saja, tidak pernah memikirkan apa apa, tidak pernah memikirkan anak, istri, pekerjaan rumah, dan segala macam ***** bengek pengeluaran rumah tangga, malah kondisi keuangannya membaik, bahkan bisa dibilang diatas angin.


Banyak project yang tiba tiba datang tanpa susah payah. Mungkin kalau semua itu didedikasikan untuk keluarga, aku tak perlu pusing pusing. Sayangnya, Bintang hanya menikmati untuk diri sendirinya saja. Bersenang senang sendiri. Tak mau berbagi untuk keluarga, lebih sering keluar malam berkumpul dengan teman temannya.


Pernah suatu hari ketika aku benar benar sangat optmis akan closing dari proyek asuransiku, tiba tiba batal, lepas. Dan pada hari yang sama, tau tau Bintang mendapatkan order yang luar biasa. Rasanya seperti aku yang menanam padi, kemudian Bintang yang memanennnya. Sangat tidak adil.


Sebetulnya akan sangat mudah bila Bintang mau diajak kerja sama. Karena, dimana ada suami yang hebat dibelakangnya ada istri yang hebat. Dan sebaliknya. Tetapi yang terjadi di setiap kesempatan Bintang selalu mencoba keluar dari ikatan keluarga. Kalau keluar sekalian malah tak apa, selesai urusan. Malah lebih ringan bebannya.


Keberadaan Bintang adalah hal yang sangat menyulitkan. Sepertinya ada tapi tak ada. Dibilang tak ada tapi ada. Dibilang janda ada suaminya, ada suami tapi tak ada impactnya. Dari sudut manapun dipandang orang tak akan percaya kalau aku sedang dalam kesulitan. Dan Sepertinya Bintang sangat menikmati melihatku terpuruk dan tak berdaya dan harus meminta minta.


Tidak ada kata mudah untuk urusan uang. Hal yang sangat menguras atau menghabiskan energy adalah berbicara tentang Uang. Lebih baik aku mencari sendiri jalan keluarnya.


Namun bukan itu sebetulnya yang merisaukanku. Adalah ketika Bright sang buah hati yang sangat dicintainya menelponnya.


“Mama... cepat pulang. Ini ada orang dirumah mencari ayah. Ditungguin di teras. Ada lima orang maa”


Aku khawatir akan keselamatan Bright karena seringnya Penagih hutang datang kerumah pada saat dia tak ada.


🌾🌾🌾


Aku pun belajar tenang dari Bintang. Ketika Bintang, dikala senang juga tetap tenang tak pernah memberikan apa yang menjadi kewajibannya, aku pun dengan tenang mengambil hakku. Naluri istri untuk bertahan.


Aku langsung mengambil uang dari dompet Bintang tanpa banyak bicara. Minta ijin akan panjang urusannya. Tetapi anehnya, Bintang seperti tak tau apa yang dilakukan istrinya. Ajaib. Ketika di dompet ada uang satu juta, aku ambil setengahnya, Bintang tak kehilangan. Pernah disaku celananya ada amplop berisikan uang 5 juta, aku mengambil 2 juta, Bintang pun tak menanyakan. Apalagi uang sepuluh ribu, lima puluh ribu atau seratus ribu, mungkin buat Bintang hanya hadiah hiburan.


Aku sempat heran. Apakah Bintang benar benar tak tahu. Atau pura pura tak tau. Atau memang sengaja memancingku? Untuk mengetes kejujuranku, tapi untuk apa?


Ini sungguh sungguh hal baru buatku. Aku belum pernah mengalami kejadian ini sebelumnya. Tau gitu dari dulu ngga usah minta sampai berantem berantem, berisik, malu sama tetangga, tinggal ambil selesai. Kalo pas lagi ada.


Kenapa baru sekarang ya?


Atau jangan jangan itu uang haram. Uang haram didapat dengan cara haram hasilnya jadi tak haram. Hush! Aku geli sendiri.


Tetapi bukankah Tuhan juga mengatakan, wanita baik baik untuk laki laki baik baik. Dan sebaliknya. Kalau laki lakinya tidak baik? Mungkin aku harus menjadi tidak baik dulu menyamakan frequensi agar ballance dan menjadi baik, Pikirku mulai ngaco.


Ah, sesungguhnya jauh dalam lubuk hati ada yang terusik. Integrityku. Integrity dihadapan Tuhan.


DAN


Aku baru berhenti mengambil uang dari dompet suami tanpa ijin bukan karena nasihat Pa ustad atau takut dosa.


Aku baru berhenti mencuri ketika pada suatu hari, saat tiba tiba masuk kekamar, aku memergoki seorang sedang membuka buka dompetku.


Bright!!!


🌾🌾🌾