
"kalau meminta maaf, itu harus kamu lakukan memang, tapi saat ini bukan itu yang aku ingin kan" kata Suho
Suho menarik Ayara masuk kamar Ayara, Suho tau kamar Ayara yang sebelah mana karna ia sempat mencari tau dimana kamar Ayara ketika waktu pertama kali ia masuk diam diam lewat kamar Raiya itu
setelah menarik paksa Ayara ke kamar Ayara, Suho menutup pintu kamarnya dan mendorong Ayara keatas ranjang, tapi saat Suho membuka beberapa bajunya, Ayara mencoba kabur tapi Suho menahan kakinya
"Suho, jangan, jangan lakukan ini, aku mohon" kata Ayara
Suho tidak peduli, ia sudah diujung nafsunya dan memaksa Ayara melakukannya, membuka paksa satu persatu baju Ayara, daaaan nyaris memasukkan miliknya, Ayara mendorongnya dengan sekuat tenaga sampai Suho terpelanting
seketika itu Ayara berlari tapi Suho kembali menahannya, Ayara membalikkan badan badannya dan memohon untuk Suho melepaskannya
"aku mohon, jangan lakukan ini Suho" ucap Ayara memohon kembali
"kamu mendapatkan ini pantas Aya, beruntung saja aku tidak membunuhmu" ucap Suho
Suho tidak peduli, ia memaksa Ayara dengan menciumi leher Ayara, Suho mengambil ikat rambut, lalu mengikat rambut Ayara keatas agar tidak memgganggunya
Ayara sudah tidak bisa fokus, ia membiarkan saja apa yang akan dilakukan Suho, ia pasrah
kini Ayara sudah dengan situasi telanjang dan rambut di kuncir keatas seketika membuat Suho yang menghadap kearah cermin meja rias kamar Ayara melihat tatto yang ada dileher belakang Ayara
ia kaget dengan tatto tulisan Kill Dark, jadilah ia semakin emosi dan memaksa Ayara, beruntung seseorang datang membuka rumah Ayara secara paksa
Seokjin datang, ia mendapati kamar Ayara terbuka dan betapa kagetnya ketika Suho memaksa Ayara untuk melakukan itu, seketika itu, Seokjin mendorong Suho
"gila kamu ya?" bentak Seokjin
Ayara seketika berlari ke belakang Seokjin dan memeluk Seokjin karna ketakutan, akhirnya Seokjin yang mengurus Suho
Suho memakai semua pakaiannya dan melawan Seokjin disana
"kamu berhati hatilah dengan dia, kamu tidak tau siapa dia" ucap Suho
"jangan bilang itu, aku tau siapa Aya, kamu jelas yang kurang ajar hampir memperk*sa nya kan" bentak Seokjin
"dia pantas mendapatkan ini, kamu bayangkan saja bagaimana gila nya dia mendekati 4 member EXO bersamaan dan menghancurkan EXO hanya dengan ciuman dan permainan nakal dia" ucap Suho
perdebatan terjadi terus terjadi diantara Suho dan Seokjin disana, pada akhirnya Suho pun pergi meninggalkan disana
beruntung Seokjin datang tepat waktu
"kamu baik baik saja?" tanya Seokjin
Ayara memeluk kembali Seokjin..
"iya baik baik saja, jangan tinggalkan aku oppa, tunggu aku sampai tertidur ya, jaga aku" ucap Ayara
"iya sudah tidurlah"
Seokjin pun menemani Ayara disana, Ayara tidur sambil memeluk Seokjin disana hingga beberapa saat kedatangan Raiya, Yonjin dan Heejin
"astaga rumah berantakan begini ya kalian?" tanya Yonjin
"aku tinggal rapi kok pa, biasanya onni juga bersih bersih" kata Raiya
saat mencari dikamar Ayara, mereka langsung mengecilkan suaranya atas kode dari Seokjin, mereka pun keluar dan menunggu didepan televisi sampai Seokjin keluar dan menyapa mereka
"apa yang terjadi berantakan begini oppa?" tanya Raiya
"ahh, paman sama bibi masuk saja deh, istirahat habis perjalanan, biar Seokjin bantu bersihkan rumahnya" kata Seokjin
"beneran ini? makasih ya" jawab Heejin
Yonjin dan Heejin pun masuk kamar dan istirahat, tinggallah Seokjin dengan Raiya disana, Seokjin menjelaskan semuanya kepada Raiya sambil membersihkan rumah yang berantakan itu
"apa? jadi Suho yang menghancurkan ini?" tanya Raiya
"serius oppa?" tanya Raiya
"iya, aku tidak habis pikir juga, semua memang salah kakakmu, dia yang menghancurkan EXO" kata Seokjin
"tapi oppa, tunggu, lalu apa kamu tau kalau ayah ibumu dan ayah ibu ku menjodohkan kamu dengan onni?" tanya Raiya
"iya sudah tau"
"tau? lalu kamu mau?"
"mau, aku cinta sama Aya" kata Seokjin
"tapi jujur saja sekarang aku mau bicara sama kamu, apa kamu masih mau ketika tau kalau Aya onni itu..." ucap Raiya terpotong
"hatter" jawab Seokjin
"kamu tau?"
"aku tau, sejak aku tanya sama kamu tentang siapa Kill Dark, tapi kamu bilang tidak tau, tatto dileher belakang Aya ada tulisan Kill Dark" jawab Seokjin
"kamu tau semuanya?"
"oya tau, kamu yang kenapa tidak mengatakannya kepadaku"
"aku juga baru tau oppa, lagipula kalau aku katakan kepadamu, aku yang salah, karna onni meminta ku untuk tidak mengikuti campur urusan itu" kata Raiya
esok paginya, dimana Ayara sudah kembali bangun, Ayara melihat keluar sudah ada ayah dan ibunya, dan mereka pun makan berempat
disini barulah Yonjin dan Heejin yang menjelaskan tentang rencana perjodohan Ayara dengan Seokjin
"apa ma, pa? kalian ini serius? menjodohkan aku dengan Jin?" tanya Ayara
"iya, ayah ibu nya sudah datang kepada kami dan mereka meminta perjodohan anaknya" kata Heejin
"kami pikir kami tidak memberikan keputusan biar kamu saja jawab, tapi kami salah persepsi, mereka (orang tua Seokjin) datang untuk mendapat persetujuan kami saja" jelas Yonjin
"gini onni, jadi kan mereka memang menjodohkan, ya jelas menemui appa dan amma, jadi mereka (ayah ibu Ayara dan Raiya) kan tidak tau tentang eprjodohan macam begini, jadi mereka menyetujui" jelas Raiya
"ya iya lah pa, ma, kalau kalian iya, tidak butuh jawaban dari Aya nya buat setuju, jadi Aya harus mau kan" ucap Ayara
"ya gimana lagi Aya, appa dan amma tidak tau, baru tau ketika ceritakan kepada Rai" jawab Yonjin
"iya, jangan salah kan mereka onni" jawab Raiya
"ya gak salahkan kok Rai, tapi artinya aku harus menikah kan sama Seokjin? kalian lupa dengan Jun ah?" ucap Ayara
"kami memang lupa, jadi maafkan kami nak" ucap Heejin
Ayara tidak bisa menolak, ia tidak mungkin marah kepada ayah ibu dan adiknya, karna bagaimana pun Ayara, ia selalu menuruti apapun keputusan dari orang tuanya
"kalau begini Aya mau tidak mau menerima nya pa, ma" kata Ayara
"kamu beneran?" tanya Heejin senang
"iya, bagaimana lagi? semua terjadi?"
"iya nak, bener, itu keputusan benar, Jin dan keluarganya orang terpandang apalagi mereka sangat baik kepada kamu, kepada kita, belum lagi Jin sendiri bagaimana sikap baiknya" kata Yonjin
"bukan soal itu pa, bagaimana aku menjelaskan kepada Jun ah?" ucap Ayara
"appa yang akan bicara sama dia" kata Yonjin
"paa, jangan lah, biar Aya saja deh bilang, appa tidak usah ikut" jawab Ayara