I Hate My Heart For My Hatter

I Hate My Heart For My Hatter
40


Seokjin melihat tulisan kertas itu dan ia kaget karna ternyata tulisan Kill Dark, seketika Seokjin mencari sekelilingnya yang mana orang yang bawa kertas itu tapi tidak mungkin ditemukan karna banyak orang berlalu lalang disana


sementara Yuski ternyata mendapatkan seperti kertas bill pembayaran disalah satu tempat makan dimall itu, ia melihat namanya Narne, tidak jadi memberikan bill itu kepada Seokjin atau Shin ha


karna ternyata Yuski kenal dengan Narne, mereka berteman cukup lama, sama dengan Kimdoo dengan Ayara, jadi maksud Yuski menyembunyikan tulisan itu untuk ia mencari tau dulu tentang Kill Dark itu kepada temannya


bagaimana pun Yuski tidak mau temannya memiliki kasus, jadi jika bisa dibahas baik baik kan lebih enak


sementara Seokjin membawa kertas tulisan Kill Dark itu, sesampainya di dorm bangtan, ia memberitahu tentang ini kepada member lain


"wooh, hyung? kamu dapat dimana?" tanya Namjoon


"aku di mall tadi, tau tau si Shin Ha membawakan aku ini" kata Seokjin


"aku menemukannya disana hyung" kata Shin Ha


"tau dari mana?"


"gak tau? ity tau tau aku kelihatannya terlempar angin"


"ahh, siapa ini sih yang punya, penasaran" kata Taehyung


akhirnya mereka menyimpan tulisan itu saja..


berpindah kepada Ayara yang selesai membereskan ruangan untuk ia melakukan siaran talkstorynya, ia tak mau berlama lama jadi langsung membahas pertama di kamera baru salah satu hal yang ingin ia ceritakan


dan Ayara memulai siarannya..


judul - kebahagiaan kami sekarang karna perjuangan orangtua di masa lalu


selamat malam..


apa kabar kalian semua? Aya harap kalian baik baik saja dan akan selalu bersama Aya mendengarkan cerita Aya, nah kembali lagi bersama Aya disini,


Aya mau bercerita tentang orang dipercaya dalam keluarga bukanlah hal yang mudah


ada tidak dari pendengar Aya Luv disini yang memiliki tanggungan yaitu keluarga


ada kan pasti? kalian yang dipercaya menjadi tulang punggung mereka


jadi orang yang diharapkan mengangkat derajat keluarga, naaah aya yakin kalian strong kan


harus strong lah, nasib keluarga ada ditangan kalian apa iya kalian mau menyia nyiakan?


kalian masih muda, jangan takut gagal, gagal masih ada waktu melanjutkan lagi


percaya sama Aya, akan ada hasil baik ketika kalian meyakinkan usaha untuk dengan hal baik


yang perlu kita pikirkan, bagaimana cara


mereka, dalam kurung orang tua kita yaa,


untuk merasakan bangga kepada kalian


setidak nya tidak untuk mereka tapi untuk kamu


kamu bisa menanggung dirimu sendiri itu sangat buat mereka senang


oh ya, Aya pernah dengar sebuah kata kata


baguuus banget Aya dengar


dan Aya sangat memegang prinsip itu


kata itu adalah


semua orang tua memang menginginkan anaknya jauh lebih bahagia dari mereka


tapi kami sebagai anak bahkan ingin membalas semua apa yang mereka telah berikan


nah, menurut Aya, bukan berarti kalian ingin memberikan balasan atas semua karna tidak ingin dianggap berhutang tapi karna ingin membalas nya dan membahagiakan mereka saja


hemm jadi teringat amma dan appa ku


kalian sedang apa ma? pa? selepas ini aku akan menelfon kalian


aku mau mengatakan sesuatu disini kepada kalian ma, pa..


terimakasih atas semua hal yang telah kalian berikan kepada Aya, hingga Aya ada dititik ini.. aku berharap kalian selalu sehat dan bahagia


nah sekian dari Aya.. jika ada masukan atau saran semoga kalian sempat menuliskannya pada kolom komentarnya


dan Aya disini berterimakasih sudah meluangkan waktunya untuk menjadi pendengar cerita Aya


selamat malam, selamat tidur dan stay happy your day menjalani kerasnya dunia


setelah menyelesaikan talkstorynya, ia mengedit, mengunggah lalu membereskan semua nya


ia keluar dari ruangan talkstory disana, lalu menuju ruangan televisi tapi ia tidak mood menonton televisi, ia pun memutuskan menelfon ayah ibunya


tapi tidak diangkat, Ayara melihat jam memang sudah malam, ia tidak telfon lagi takut mengganggu tidur mereka


jadi Ayara pergi tidur lagi, paginya Ayara bersiap siap untuk pergi ke kantor radio nya, dan saat siangnya akan makan siang, ayahnya menelfonnya


"halo appa" sapa Ayara


"Aya? semalam telfon ada apa nak?"


"oh, cuma kangen saja pa sama kalian, hehe maaf pa terlalu malam, bikin kalian kuatir ya"


"oh, papa kira kenapa, iya gakpapa kok Aya"


mereka mengobrol disana membahas beberapa hal, mulai dari pekerjaan juga tentang kesehatan, karna kan sejak kedua anaknya lulus, mereka memutuskan berpisah karna pekerjaan masing masing


"kamu gak kerja? ini masuk siang" tanya Yonjin


"iya ini sudah makan siang mau berangkat lihat appa telfon"


"ahh yaudah selamat bekerja ya nak, i love u sayang" kata Yongjin


"iya paa love to pa"


Ayara menutup telfonnya, pergi ke kantor radionya dan sesampainya disana ia memulai pekerjaannya


saat mengerjakan laporan di ruang kerjanya sebelum ia memulai siarannya, adiknya masuk ruangan


oh ya belum dijelaskan ya, ruangan Raiya dan Ayara jadi satu ya, jadi mereka didalam satu ruangan untuk berdua


saat Ayara sedang sibuk sama pekerjaannya dilaptop, adiknya datang bersama seorang lelaki


"onni" sapa Raiya


"ahh, Rai, kamu dari mana?" tanya Ayara


"dari ruangan siaran onni, oh ya onni kenalin, ini temanku namanya Yang ju"


"salam kenal nuna, aku Yangju" sapa Yangju


"salam kenal, kok aku baru lihat tentang dia?"


"ia dia memang baru deket kok, maksudnya intens deket, dulu dulu gak terlalu sih" jawab Raiya


"ahh pacarmu?" tanya Ayara


"emm, onni" ucap Raiya malu malu


"ya udah ngaku, sejak kapan kamu gak jujur, mau bohongi onni, onni tau Rai"


"hehe iya iyaa"


"yaudah, pacaran yang sehat sehat, jangan suka mengatur, masukan nih ya dari aku saja, ya Yangju" kata Ayara


"iyaaa nuna"


"hubungan jangan dibawa bercanda ya, aku titip Raiya ke kamu, dia anak nya bisa jaga diri kok tapi kamu sekarang laki nya, yang bisa atur dia apasaja"


"siap nuna"


mengobrol banyak hal diruangan itu bertiga, sembari menunggu waktu Ayara mulai siaran live nya


Yangju, pacar Raiya memang baru kenal dengan Raiya tapi terlihat keseriusan dengan adiknya, tapi sang kakak kuatir jika apa yang dialami nya diamali adiknya juga, jadi Ayara memberikan masukan untuk keduanya dalam berpacaran


dipakai ya bagus, gak dipakai juga hak mereka yang penting memberikan masukan selagi ia adalah orang tertua dari Raiya dan menggantikan ayah ibu ketika Raiya dan Ayara jauh dari mereka


sejak itu, Ayara kenal dengan pacar dari adiknya


beberapa hari berikut hingga waktu berlalu, dimana Raiya menitipkan kantornya kepada Ayara untuk ke jeju