
"aku tau kamu pernah berciuman dengan beberapa member EXO, karna aku tau jika ciuman kamu itu berbis, membuat orang lain akan terhipnotis dengan itu" kata Seokjin
"memang kamu merasa itu juga?"
"iya, makanya aku berani bicara begitu karna aku merasa sejak berciuman, kamu menghipnotis ku dengan bibirmu" kata Seokjin
"ya itu urusan mu, siapa suruh kamu menciumi ku setiap hari?" ucap Ayara
dan lagi lagi malah Seokjin mencium bibir Ayara sambil mengigitnya, dan tidak terasa malah Raiya kembali ke ruangannya dan ia kaget ketika melihat Ayara dan Seokjin berciuman
"hem" ucap Raiya
seketika itu, Ayara mendorong Seokjin dan melanjutkan kegiatannya lagi, Raiya pun masuk dan duduk dimeja kerjanya
"babe" ucap Yangju
"ya, kamu kapan datang babe" sapa Raiya
"tadi sih, tapi aku tadi masuk kesini kamu tidak ada" kata Yangju
"wooh jadi kamu tadi masuk kesini?" tanya Ayara
"iya, dan melihat kalian jadi tidak mau mengganggu aku menutup lagi" jawab Yangju
Ayara melirik kesal kearah Seokjin, lalu Ayara pun menyelesaikan urusannya karna sudah beberapa menit lagi akan mulai siaran fm
Ayara keluar dan Seokjin ikut dengan Ayara, Seokjin menunggu dengan Sikyoung di balik kaca
selesainya.. Ayara keluar dan ditemani Seokjin, lalu menuju keruangan kerja nya, tapi diruangan kerjanya malah Raiya dan Yangju melihat kearah bibir Ayara yang membengkak dan merah
saat Ayara berpamitan kepada Yangju dan Raiya disana
"onni, bibirmu kenapa?" tanya Raiya dengan polos
"ohh kenapa?" tanya Ayara
Ayara melihat bibirnya di kaca cermin yang ada diruangan kerja nya itu dan bibirnya sangat merah dan bengkak, mirip digigit oleh serangga
"astagaaa pantas saja staff pada melihatku dan menahan tawa sejak tadi" gerutu Ayara
sejak Ayara selesai siaran, ia keluar dari ruangan siaran, Sikyoung pertama kali menahan tawa nya karna melihat bibir Ayara tapi Ayara masih kurang paham
lalu selama jalan sampai ke ruangan kerja, disini juga beberapa staff yang melewati Ayara juga menahan tertawa, itu juga karna Seokjin memberikan kode kepada mereka untuk diam
"nuna, pakai masker penutup wajah saja" kata Yangju
Ayara menoleh kearah Seokjin yang menutup mulutnya menahan tawa nya juga. seketika itu Ayara memukul lengan Seokjin
"aaah Ayaaa" teriak Seokjin kesakitan
mereka berdua pun pergi, selama perjalanan, Ayara bingung dengan bibirnya, ia malu jika terlihat oleh ayah ibu Seokjin nanti tapi jika tidak membuka masker saat mengobrol kan tidak sopan
sesampainya dirumah Seokjin, Ayara masuk dan disambut ayah Seokjin
"selamat datang Aya" sapa ayah Seokjin
"selamat sore paman, terimakasih sudah mengundang Aya"
"iyaa"
"mana bibi?"
"dibelakang, masuklah saja"
Ayara membantu ibu Seokjin didalam, tapi ibu Seokjin bingung sejak datang hingga sekarang Ayara tidak juga membuka maskernya
"Aya, ini kan sudah didalam rumah, kamu sejak tadi tidak membuka masker?" tanya ibu Seokjin
"ahh iya bibi, nanti saja, hidungku sedang gatal"
"ahh"
saat semua berkumpul, termasuk Seokjun dan pacarnya, Ayara duduk di samping Seokjin dan memulai makan bersama
tapi tidak mungkin kan kalau makan masih memakai masker nya jadi Ayara membuka maskernya, seketika itu, Seokjun tersedak melihat bibir Ayara
"Jun, ada apa?" tanya ibunya
"Aya, kamu?" ucap Seokjun
"ada apa dengan bibirmu?" tanya ibunya
"tidak ada bibi, ini hanya terbentur tadi" jawab Ayara
"terbentur sama bibirnya Jin itu sih" sambar Seokjun
"astaga, beneran? haduh sampai merah begini loh, kamu gigit ya?" tanya ayah Seokjin
Ayara benar benar menahan malunya karna bibirnya masih bengkak dan merah
setelah makan, mereka berkumpul membahas acara pernikahan untuk Seokjun dan setelahnya semua meminta Ayara menginap saja, Ayara pun mengiyakannya
saat masuk kamar Seokjin, Ayara duduk di kursi meja rias kamar itu sambil menatap kearah bibirnya disana, betapa merasakan malu ia kepada keluarga Seokjin atas ulah Seokjin
tak lama Seokjin menarik Ayara dan memintanya duduk di pangkuan Seokjin, lalu mencium kembali Ayara, tapi Ayara menolak
"oppa, sudah ya, jangan lagi, apa kamu mau membuat bibirku pecah?" tanya Ayara
"tidak, aku hanya membantu bibirmu kembali mengecil lagi ya"
"ahh mana ada"
tapi Seokjin terus menciumi bibir Ayara yang sudah bengkak itu, dan mendorong Ayara perlahan keatas ranjang, membuka perlahan baju Ayara dan melakukan permainan lagi seperti pada saat di resort jeju
dan paginya..
Seokjin bangun lalu melihat kearah wajah Ayara yang masih tertidur dan melihat bibir Ayara sudah kembali normal, ia pun kembali tidur dengan memeluk Ayara disana
beberapa menit kemudian, Ayara yang bangun, melihat kearah Seokjin yang tidur, dan ia langsung bangun karna tidak mau larut dalam rasa sukanya
setelah bangun, Seokjin bangun, dan mereka duduk santai diruangan tamu rumah itu, Ayara menatap kearah Seokjin, sambil ia berpikir, bagaimana ketika nanti Seokjin tau siapa dirinya
Ayara takut jika ia sudah menyukai Seokjin lalu Seokjin tau siapa dia, dan bukan tidak mungkin Seokjin meninggalkannya
"malah melihatiku? kenapa? apa mau bibirmu bengkak lagi?" tanya Seokjin
Ayara langsung menutup bibirnya dengan tangannya, tak lama Seokjin menatapnya tajam
"kenapa?" tanya Ayara bingung
"kamu belum menjawab pertanyaanku tentang siapa member dari EXO yang berciuman denganmu" kata Seokjin
sekeketika itu, Ayara takut jika lagi lagi Seokjin membuat bibirnya bengkak, jadi ia langsung berlari dan meminta perlindungan kepada Seokjun yang sedang berduaan dengan pacarnya
"kenapa Aya?" tanya Seokjun kaget
"ahh. tidak, aku hanya ingin duduk disini" jawab Ayara
Seokjin malah datang dan menarik tangan Ayara, tapi Seokjun hanya diam saja
"ehh, itu kenapa ditarik tarik" tanya pacar Jun
"biarin. itu kan urusan Jin" kata Seokjun
"tapi..."
"babe, jangan ikut urusan orang lah"
"iya"
Ayara tidak ada yang membantu menahan agar tidak hanya berduaan dengan Seokjin, malah Seokjun membiarkan mereka
Ayara kembali duduk bersama Seokjin di ruang tamu rumahnya lalu Seokjin pun kembali memaksa Ayara bicara
"siapa yang sudah kamu cium?" tanya Seokjin menatap kembali dengan tajam dan bersiap menyiksa Ayara dengan gigitannya
karna takut, Ayara akhirnya mengatakannya saja, toh yang ditanyakan member EXO, bukan member bangtan, jika member bangtan, Ayara akan memilih terus di siksa saja daripada bilang
karna tidak juga menjawab, Seokjin mulai mendekati bibir Ayara..
"iyaa aku bilang, siapa saja" jawab Ayara
"katakan" kata Seokjin
"harus dekat begini ya bicaranya"
"iya lah, biar kalau lamu bohong aku bisa menyiksamu lagi"
"okeh"
"siapa?"
"Xiumin, Lay, Baekhyun, Sehun" jawab Ayara
"D.O?"
"tidak pernah, aku serius"
"okeh"
Seokjin tidak jadi mencium kembali Ayara