
"ahh, oppa, bisa bantu aku matikan AC nya?" tanya Ayara kepada Seokjin dengan suara lirihnya
seketika itu Seokjin baru sadar jika Ayara benar benar tidak bisa dingin sama sekali, Seokjin mematikan AC nya sambil menggerutu kepada Jungkook yang masih bermain games nya
"Jekey, jangan dihidupkan, Aya kedinginan" kata Seokjin
"ahh astaga aku lupa, tadi kupikir nuna lupa nyalain AC nya sampai gerah didalam, maaf nuna"
tapi saat Jungkook melihat kearah Ayara, Ayara dengan badannya yang lemas, perlahan ia mulai turun dan terjatuh
"nuna?" teriak Jungkook kaget
"Ayaa" ucap Seokjin
seketika itu, Seokjin membawa Ayara keluar dari ruangan itu dan diam diluar saja, karna di luar pakai AC minimal sementara tadi, Jungkook menyalakan nya cukup tinggi
beberapa menit berikutnya, Ayara mulai membaik, ia tidak pingsan, ia masih sadar sejak tadi, hanya saja badannya lemas
"aduh, nuna maafkan aku. aku sungguh lupa" kata Jungkook
"yaa" jawab Ayara
"kamu membaik?" tanya Seokjin
Ayara bernapas dulu dengan normal lalu kembali ke ruangannya
"sudah mati kan?" tanya Ayara
"sudah nuna, sudah" jawab Jungkook
Ayara duduk dan melakukan kegiatannya lagi, saat Ayara sibuk, Jungkook menatapi wajah Ayara
"kamu tidak marah kan kepadaku nuna?" tanya nya
"ahh? tidak lah, kamu kan lupa, udah gakpapa"
"beneran?"
"iya"
hari berlalu, dimana setiap Ayara pergi sore, ia selalu ke kantor Agenci bangtan, disana juga tidak ada pekerjaan, tapi ia memulai persiapannya untuk tahun depan projek bersama bangtan
selang beberapa hari, dimana Ayara sedang tidak ada jadwal untuk Aya fm nya sama sekali, Ayara pun menyiapkan untuk ia pulang, bangtan menyapa nya
"hai Aya, kamu sudah mau pulang?" tanya Yoongi
"ahh, iya oppa, kenapa?"
"main ke dorm nuna, kita makan malam disana" ucap Namjoon
"hemm" ucap Ayara bingung
"kan kamu gak ada jadwal Aya fm?" tanya Taehyung
"iya sih" jawab Ayara
jadilah Ayara mau ke dorm bangtan malam itu, karna waktu masih menunjukkan jam 6
sesampainya.. Ayara duduk diruang tamu dorm itu sambil mengobrol dengan Hoseok, Seokjin dan Taehyung
sementara member lainnya bergantian mandi..
"Aya, sini coba deh, aku mau jalan ajak kamu keliling dorm" kata Hoseok
"wooh, ayo"
Ayara jalan iearah belakang dorm, ada meja makan outdoor nya juga, jadi makan disana bersama, saat akan mulai makannya, ada staff memanggil Seokjin
"Jin, ada orangtuamu" bisik staff
"ahh, okeh" jawab Seokjin
Seokjin berpamitan kemember lainnya dan berjalan mengarah keruang tamu
"amma, appa? kalian jadi hari ini kesini?" tanya Seokjin
"iya Jin, amma sama appa baru sempat hari ini, kemarin keluar negri dulu" kata ibunya
"yaudah masuk pa, ma" ajak Seokjin
sebenarnya memang minggu lalu harusnya ayah ibu Seokjin datang tapi mereka urusan keluar negri jadi baru sempat sekarang
dan kedatangan mereka untuk memastikan Seokjin dapat jatah libur seminggu di tahun baru nanti
"kamu jadi kan dapat liburnya seminggu tahun baru?" tanya ayahnya
"iya pa, dapat kok, mau kemana?"
"ke jeju"
"waah, asik, aku pengen kesana memang"
tapi tak lama member lain datang berniat menyapa ayah ibu Seokjin
"paman sama bibi datang?" sapa Namjoon
"hai, iya, apa kabar kalian?" sapa ibunya
"baik bi, bibi sama paman baik?"
"sama, kita baik, senang melihat kalian ya masih sehat, segar, jangan lupa istirahat dan olahraga teratur ya meskipun sibuk sama kerja" kata ibunya
"iya bibi, itu pasti" jawab Hoseok
"ehh iya lupa, sama mama sekalian mau bilang kalau kita jadi ke jeju bareng sama Ay...." ucap ibunya terpotong oleh Seokjin
"Ay, Ay, amma, jangan bicara apapun dulu, aku tau maksud arah pembicaraanmu" kata Seokjin berbisik
"loh, kamu tau?"
"dari hyung, hyung ikut kan sama pacarnya?"
"oh iya sih"
"iya aku tau, jangan bahas didepan bangtan ya, tidak enak ma"
"paman, bibi" sapa Ayara
"loh Aya?" sapa ibunya
"kalian datang?"
"iya Aya, Aya disini? waah sama Jin ya?" tanya ibunya
"ahh, maa, dia kan mau ada projek dengan agenciku jadi kami mengajaknya makan malam bersama bangtan" jawab Seokjin
"ahh"
"oh Aya, jadi kita per..." ucap ayah Seokjin terpotong
"ahh.. appa, sudah bahas di grup chat keluarga saja, jangan bahas disini ya" bisik Seokjin kepada ayahnya
"kamu kenapa sih?" tanya ibunya
"emmm bibi, paman, jangan bahas dulu ya disini, tidak enak kan dengan member yang lainnya, nanri Aya bantu jelaskan sama Jin oppa nya ya" bisik Ayara
"ahh baik lah Aya, aku percaya padamu" kata ibunya
selama Ayara, Seokjin dan kedua orang tua Seokjin disana sibuk sendiri, semua member bangtan merasa ada yang janggal
mereka curiga dengan ada nya hubungan antara Seokjin dan Ayara, karna melihat bagaimana Ayara dengan orang tua Seokjin sangat kenal bahkan dekat
setelah ayah ibu Seokjin berpamitan, Ayara, Seokjin dan member lain lanjut makan nya lagi tapi malah semua member mengintrogasi keduanya
"kenapa bisa saling appa dan amma hyung mengenal dan terlihat dekat dengan Aya nuna?" tanya Namjoon
"ooh, hanya kenal saja, tidak sengaja waktu itu bertemu dijalan selepas musim dingin" jawab Seokjin
"emang iya?" tanya Namjoon lagi melirik arah Ayara
"iyaa, bener sih itu" jawab Ayara
"emm tapi mereka sudah kenal sejauh itu ya?" tanya Taehyung
"yaa kan namanya juga Aya kenal aku, dan bertemu dijalan ya menyapa kan" kata Seokjin
"emm" jawab Taehyung
"ya karna mereka orangtua, tidak mungkin aku tidak menyapa mereka saat bertemu apalagi aku kenal dengan Jin oppa" jelas Ayara
"ada hubungan apa yang kalian tutupi?" tanya Jimin
"woh, pertanyaan apa itu? hubungan apa? sama saja lah sama kalian dekat dengan Aya kok" jawab Seokjin
"yaa kan aku hanya tanya, kenapa hyung segitu nya jawabnya?" jawab Jimin
"memang karna kita tidak ada hubungan Jimin"
"emm, iya nuna"
"kenapa aku merasa mereka berpacaran ya? sampai orangtua kenal" tanya Yoongi
"aduh, jangan pikiran yang aneh aneh deh" jawab Seokjin
"jangan ada salah paham, kalau aku kenal orang tua kalian, tidak mungkin kan aku cuek dan tidak sopan bersikap, meskipun tidak kenal ya akan mendekatkan diri" jawab Ayara
"iya juga sih, tapi kan gak biasa saja, apalagi tadi mereka selalu di stop bicara sama kau hyung" jawab Yoongi
"ya biar gak salah salah bicara saja gitu" kata Seokjin
dan hanya Hoseok dan Jungkook yang diam, mereka hanya mendengarkan pencakapan mereka semua, jika Hoseok berpikir yaa mungkin masih dibatas wajar karna benar kata Ayara