God Of Shinobi

God Of Shinobi
Bab 46 Bicara


Minato menghela nafas disertai senyuman.


‘’Jadi, kenapa belum tidur?’’ tanya Naruto.


‘’Itu, sebenarnya….’’


Naruto mengerutkan dahi karena Kushina tidak menyelesaikan kalimatnya. ‘’Ada apa?’’


‘’Bisakah kita bicara Naruto?’’ tanya Minato.


‘’Tentu saja dattebayo,’’ jawab Naruto.


......................


Balkon


Naruto hanya menatap Kushina dan Minato, menunggu kedua orang itu bicara. Tapi, melihat mereka berdua terdiam dengan raut wajah ragu, membuat Naruto angkat bicara.


‘’Ano, jadi apa yang Anda ingin bicarakan?’’ tanya Naruto.


‘’Sebenarnya ini mengenai dirimu,’’ kata Minato.


Eh? Aku? Ada apa dengan diriku? Apakah ayah masih ingin menanyakan hal itu? Apalagi ibu juga ada di sini, kata Naruto dalam hati.


Minato menghela nafas panjang, membuat Naruto semakin cemas.


‘’Ehehe, ada apa dengan diriku? Apakah aku melakukan kesalahan? Kalau memang ada, aku minta maaf. Aku tidak sengaja dattebayo,’’ kata Naruto.


‘’Tidak, kau tidak melakukan kesalahan apa pun. Jadi, kau tidak perlu minta maaf,’’ kata Minato.


Naruto mengerutkan dahi. ‘’Kalau bukan kesalahan, lalu apa?’’


‘’Naruto, aku ingin bertanya kepadamu,’’ kata Minato.


Heh, sudah aku duga, kan? Pasti ayah ingin menanyakan hal itu di depan ibu. Ayah menggunakan keberadaan ibu untuk membuatku mengaku, ya? Hm, kata Naruto dalam hati.


‘’Apakah di dalam tubuhmu ada sesuatu?’’


Deg!


Naruto tersentak mendengar pertanyaan itu.


‘’Eh? Se-Sesuatu?’’ tanya Naruto tanpa sadar memegang perutnya.


Melihat hal itu membuat Minato memicingkan mata. ‘’Benar. Sesuatu yang bisa membuatmu hilang kendali dan tanpa sadar menyebabkan kerusakan di sekitar, apakah itu ada di dalam tubuhmu?’’


Tunggu, apakah ayah tahu kalau di dalam tubuhku ini ada Kyuubi? Tidak mungkin, kata Naruto dalam hati.


Naruto tersadar dan menatap ke arah Kushina.


Benar juga. Kenapa aku sampai lupa? Di dalam tubuh ibu juga ada Kyuubi. Jangan-jangan ibu merasakan keberadaan Kurama di dalam tubuhku melalui Kyuubi yang ada di dalam tubuhnya, kata Naruto dalam hati.


‘’Sesuatu? Ahaha, kenapa Anda bertanya seperti itu?’’ tanya Naruto terkekeh meskipun wajahnya memperlihatkan raut tegang.


Minato semakin yakin setelah melihat reaksi Naruto. ‘’Kau menghindari pertanyaanku lagi, ya?’’


Naruto tersentak. Ia sangat bingung harus mengatakan apa. Wajahnya semakin tegang, meskipun ia berusaha bersikap tenang.


‘’Baiklah, aku tidak akan memaksamu. Aku akan memberitahumu sesuatu,’’ kata Minato.


Flashback on


Sandaime menoleh melihat kedatangan Minato.


‘’Yondaime-sama? Anda datang lebih cepat.’’


‘’Sandaime-sama, aku sudah membuat keputusan,’’ kata Minato.


‘’Jadi, apa keputusan yang Anda ambil?’’ tanya Sandaime.


Minato terdiam untuk sesaat, hingga akhirnya bicara. ‘’Aku ... Memilih pilihan kedua.’’


‘’Pilihan kedua, ya? Daripada menyerahkannya ke laboratorium, Yondaime-sama memilih menyuruh Naruto meninggalkan desa untuk selamanya,’’ kata Sandaime.


‘’Benar, tapi Naruto tidak akan meninggalkan desa dengan sia-sia,’’ kata Minato.


Sandaime menoleh menatap Minato. ‘’Apa maksud Anda?’’


‘’Aku tahu kalau Sandaime-sama mencemaskan diriku saat Naruto menolak semua fasilitas yang Anda berikan kepadanya. Anda berpikir, Naruto menolak semua itu dan ingin tinggal bersamaku karena anak itu menunggu waktu yang tepat untuk menyerangku. Tapi, aku percaya padanya, tidak. Aku bahkan menjamin Naruto seratus persen atas namaku,’’ kata Minato.


‘’Yondaime-sama sampai menjamin Naruto atas nama Anda, ya?’’ tanya Sandaime.


‘’Karena itulah, aku akan menyuruh Naruto meninggalkan desa untuk selamanya. Sebagai Hokage Keempat, aku memberinya misi untuk meninggalkan desa, dan tidak akan kembali kecuali aku yang memanggilnya. Biarkan orang-orang menganggap ini sebagai misi rahasia untuknya, dengan begitu tidak ada yang akan curiga dengan kepergian Naruto yang begitu lama. Aku percaya, dimanapun Naruto berada, dia pasti baik-baik saja,’’ kata Minato.


Sandaime terdiam hingga akhirnya menghela nafas. ‘’Jadi begitu, ya?’’


Minato yang menunduk hanya mengepalkan tangan. ‘’Moushiwake arimasen(Mohon maaf). Sandaime-sama pasti tidak menyetujui keputusanku. Tapi, hanya ini keputusan yang bisa aku ambil.’’


‘’Yondaime-sama?’’ panggil Sandaime membuat Minato mendongakkan kepala.


‘’Anda adalah seorang Hokage, keputusan apa pun yang Anda pilih, aku tahu itu bukan keputusan yang salah,’’ kata Sandaime.


‘’Selain itu, aku ingin memberi Naruto satu hari lagi untuk berada di sini, sebelum dia meninggalkan desa. Aku harap Sandaime-sama tidak keberatan,’’ kata Minato.


Sandaime tersenyum. ‘’Tidak masalah.’’


Flashback off


Deg!


Naruto tersentak mendengar hal itu. Ia menatap ayahnya dengan tatapan tidak percaya.