
‘’Eh? Belum mati?’’ tanya Obito dipenuhi tanda tanya.
Rin menoleh ke sekeliling dan membengkap mulut karena baru menyadari tempat sekitar. ‘’Ano, Sensei … apakah Sensei yang melakukan ini semua?’’
Mendengar ucapan Rin membuat Obito dan Kakashi juga menoleh. Keduanya bereaksi kaget seperti Rin barusan.
‘’Sugee! Sensei benar-benar hebat,’’ puji Obito.
‘’Sensei memang pantas dijuluki Si Kilat Kuning dari Konoha,’’ kata Rin.
‘’Mengalahkan mereka seorang diri,’’ kata Kakashi.
Minato hanya diam tanpa menanggapi ucapan anak didiknya.
‘’Misi telah selesai, sebaiknya kita kembali ke desa!’’ perintah Minato sambil membawa Naruto.
‘’Baik!’’ angguk ketiga anak itu.
Namun, Obito angkat bicara sekali lagi.
‘’Ada apa Obito?’’ tanya Rin.
‘’Misi telah selesai, dan hanya aku yang belum memberikan Kakashi hadiah setelah dia menjadi Jounin. Aku bingung … apa yang harus aku berikan untukmu, dan aku baru saja kepikiran. Jangan khawatir, ini bukan sesuatu yang tidak berguna. Aku akan memberikanmu Sharigan milikku,’’ kata Obito.
Deg!
‘’Apa yang kau katakan?’’ tanya Kakashi.
‘’Karena kau melindungiku waktu itu, mata kirimu jadi hilang, jadi terima hadiah dariku ini. Rin? Jurus Pengobatanmu … ambil dan tanamkan Sharingan-ku ke dalam mata kiri Kakashi,’’ kata Obito.
‘’Apa kau yakin Obito?’’ tanya Rin.
‘’Kakashi, kemarilah … aku akan memulainya sekarang,’’ kata Rin.
Dengan mengorbankan banyak shinobi, perang yang lama ini akhirnya berakhir. Dalam kebangkitannya, juga meninggalkan legenda-legenda. Cerita tentang pahlawan hebat, untuk diceritakan kembali bagi generasi yang ada.
Pertempuran Jembatan Kannabi, hari itu tiga pahlawan telah lahir di Desa Konoha. Obito no Katame Sharingan(Obito Si Mata Satu Sharingan). Kakashi no Sharingan(Kakashi Si Sharingan), Rin Si Jurus Pengobatan. Kekuatan Naruto disembunyikan, meskipun dialah yang paling berperan. Kisah dari keberanian mereka menjangkau ke seluruh perbatasan.
Setelah Hiruzen memilih untuk mengakhiri Perang Dunia Shinobi ke-3 dengan menandatangani perjanjian damai dengan Iwagakure meskipun kerugian yang Konoha derita membuat Danzo marah, yang akhirnya mendorong Hiruzen mundur dari jabatan Sandaime Hokage sebagai protes.
Hal ini langsung menyebar ke seluruh desa karena ulah Danzo yang membuat kontra dari sebagian penduduk.
Para anggota dewan pun berkumpul di kantor Hokage melakukan rapat untuk memilih calon Hokage berikutnya.
Hiruzen sudah lama berharap bahwa Orochimaru akan menggantikannya sebagai Hokage tetapi dia tidak memiliki keyakinan pada Kehendak Api : yang memikili arti bahwa Konoha adalah sebuah keluarga yang Hokage harus lindungi dengan penuh perjuangan agar selalu aman.
Karena tidak bisa memilih Orochimaru, Hiruzen memanggil Jiraiya sebagai penggantinya. Tapi Jiraiya menolak karena tidak percaya dia cukup bertanggung jawab.
......................
‘’Uchiha Obito membuat klan Uchiha sekali lagi dihormati, kenapa kita tidak memilih seseorang dari klan Uchiha? Aku merekomendasikan Uchiha Fugaku. Dari segi kekuatan bahkan dia dianggap setara dengan Sannin,’’ kata Danzo.
Namun, seperti Hiruzen tadi, Fugaku juga menolak menjadi Hokage sebab ia memegang jabatan kepala shinobi militer Konoha, yang artinya dia mengendalikan para shinobi untuk menjaga Konoha.
‘’Aku merekomendasikan Namikaze Minato,’’ kata Sandaime Hokage.
‘’Murid dari Jiraiya … dengan kata lain, murid dari muridmu.’’
‘’Kemampuannya memang tidak diragukan lagi.’’
Danzo langsung menggertak gigi, sebab ia sangat berambisi ingin menjadi Hokage. Tapi karena Hiruzen merekomendasikan Namikaze Minato, dan semua orang juga terlihat menyetujuinya membuatnya hanya bisa menahan raut wajahnya.