
Kediaman Minato & Kushina
"Tadaima," kata Naruto dan Minato yang bersamaan pulang.
"O ... Ka ... E ... Ri," balas Kushina.
Deg!
Naruto dan Minato gemetar melihat raut wajah Kushina.
A-Apa yang terjadi di sini? Kenapa ibu begitu marah? Aku tidak ingat sedang melakukan kesalahan, kata Naruto dalam hati.
Minato tersenyum kaku. "Kushina, kau kelihatan tidak baik, apakah semuanya baik-baik saja?"
"Aku dengar Naruto telah mendapatkan gelar Jounin. Kenapa kau tidak mengutus seseorang untuk mengabariku mengenai Naruto dattebane?! Dan kau Naruto ... Kau terlihat senang sekali, ya?" tanya Kushina tersenyum.
Bugh! Push!
Kushina dengan wajah polos menyiapkan makan malam. Sedangkan Minato dan Naruto meringis sambil mengelus kepala. Kushina benar-benar menghajar mereka.
Ibu benar-benar menakutkan, kata Naruto dalam hati.
Setelah menyajikan makan malam, Kushina bergabung dengan tenang.
"Aku bukan tidak ingin mengabarimu, tapi Sandaime-sama mengirimkan surat dan menyuruhku datang ke akademi," kata Minato berusaha menjelaskan.
Kushina masih makan dengan tenang. "Kau lebih menprioritaskan beliau, sebenarnya istrimu itu aku atau Sandaime-sama?"
Minato tersenyum kaku hingga, sedangkan Naruto membengkap mulut untuk menahan tawa.
"Aku bahkan tidak memiliki kesempatan untuk menyaksikan pelantikan Jounin Naruto, dan dia sudah mendapatkan hadiah pertama dari anggota timmu dattebane," kata Kushina.
"Lalu Naruto, dia tidak langsung pulang mengabariku, dan malah bersenang-senang," kata Kushina.
Minato dan Naruto tersenyum kaku.
Ayah dan kakek menginterogasiku mengenai Sage Mode. Bagaimana aku bisa mengatakan hal itu kepada ibu? Haa, kata Naruto dalam hati.
Aku tidak bisa memberitahu Kushina kalau aku dan Sandaime-sama berusaha menyelidiki Naruto, kata Minato dalam hati.
Kushina mengusap wajahnya. "Kalian berdua bertingkah seperti ini, apakah mungkin kalian telah berpaling dariku?"
Tatapan kedua orang itu langsung berubah saat Kushina mengepalkan tangan sambil mengernyitkan alis dan tersenyum.
"Tapi, aku akan membunuh kalian sebelum itu terjadi," kata Kushina.
Naruto dan Minato hanya menelan saliva dengan perasaan gemetar.
"Sebenarnya aku terlambat pulang karena sedang mendiskusikan kemampuan Naruto. Kau tahu ... Untuk pelajaran seperti Matematika dan Sejarah, nilai Naruto di atas rata-rata. Dasar Ninjutsu, Taijutsu dan Genjutsu miliknya melampaui para Jounin yang telah dikumpulkan untuk memberinya tes. Mereka bahkan memberinya ujian mengendalikan chakra, menciptakan taktik, melakukan segel tangan, penanganan senjata dan alat Ninja, seperti shuriken dan kunai, Naruto bisa memperoleh nilai di atas rata-rata. Dia bisa menyelesaikan semua tes. Para penguji bahkan bingung harus memberinya nilai apa. Aku dan Sandaime-sama mendiskusikan hal itu bersama para dewan," kata Minato.
"Alasan aku terlambat pulang, karena sedang berlatih dengan Obito, Kakashi dan Rin. Setelah itu, mereka memberiku hadiah," kata Naruto.
Kushina mengingat selembar foto yang dipegang Naruto tadi. "Hee~ kalian segitu seriusnya berlatih sampai plester memenuhi wajah kalian?"
"Benar. Karena tidak ingin membuat Anda khawatir, aku mengurungkan niat untuk pulang," kata Naruto.
Naruto membuang wajahnya sambil memasang raut wajah bodoh.
Heh, meskipun kenyataannya, aku dan Obito hanya tersandung ke tanah karena dia menarikku ke studio foto, kata Naruto dalam hati.
"Haa, dasar kalian berdua dattebane," kata Kushina.
Minato akhirnya lega karena Kushina tidak kesal lagi. Ia lalu menatap Naruto. "Mengenai besok, kau harus datang untuk menjalankan misi."
"Eh? Misi? Aku langsung mendapatkan misi?" tanya Naruto.
"Apakah itu salah satu dari diskusi kalian?" tanya Kushina.
"Benar," jawab Naruto.
"Jadi, siapa yang akan menjadi rekan timku?" tanya Naruto tidak sabar.
Minato tersenyum. "Kau akan tahu besok."
......................
Keesokan harinya...
Meja Penugasan Misi
Rasa gembira Naruto yang tidak sabar karena akan menjalankan misi tingkat S langsung hancur saat melihat anggota tim yang akan menjadi rekannya.
"Ada apa ini? Apakah mereka rekan misi tingkat S ku?" tanya Naruto.