
Naruto #1 yang kelelahan saat menuju ke Konoha hampir terjatuh, jika saja Shin tidak membantunya.
‘’Apakah sebaiknya Tuan berisitirahat sebenar?’’ tanya Shin.
‘’Aku tidak apa-apa. Selain itu, tidak perlu memanggilku seperti itu dattebayo,’’ kata Naruto #1.
Namun, karena tenaganya begitu terkuras membuat Naruto #1 tidak bisa berdiri lagi.
‘’Tuan!’’
Bugh!
Shin menatap sosok laki-laki dengan mata sebelah kiri menggunakan penutup. ‘’Si-Siapa kau?’’
‘’Obito?’’ tatap Naruto #1.
"Yo!" sapa Obito.
Obito menggendong Naruto dari belakang sambil Shin bersama mereka. Tidak lama kemudian, ketiga orang itu telah tiba.
‘’Naruto! Okaeri!’’
‘’Ke mana saja kau selama ini?’’
‘’Aku tahu kau pasti akan kembali!’’
Naruto #1 terbelalak menyaksikan kejadian yang sama dua kali.
Waktu itu, Katsuyu bersamaku sehingga bisa memberitahu seisi desa. Tapi, kali ini aku tidak bersamanya, kata Naruto #1 dalam hati.
‘’Katsuyu milik Tsunade-sama sempat melihatmu pergi setelah membereskan Pain terakhir. Padahal yang kau lakukan selanjutnya adalah kembali ke desa. Jadi, dia berpikir kau menemui orang yang ada kaitannya dengan semua ini,’’ kata Obito.
Aa, jadi Katsuyu lagi, ya? Humph, senyum Naruto #1 dalam hati.
Naruto #1 turun dan menginjakkan kaki sambil anak-anak mendekatinya. Saat itu juga matanya membulat melihat sosok wanita berambut merah panjang menghampirinya.
‘’Ka—‘’
Bugh!
Kushina meninju kepala Naruto #1 lalu menangkap tubuhnya yang hendak jatuh dan memeluknya. ‘’Kau terlalu lama muncul dattebane.’’
Semua orang langsung melempar Naruto #1 ke atas dan menangkapnya lalu melemparnya kembali. Para shinobi tersenyum haru melihat hal itu.
‘’Dia benar-benar mirip dengan Naruto. Naruto? Tunggu, sebenarnya Naruto mana yang aku maksud? Namanya juga adalah Naruto, eh?’’ bingung Sakura.
Hinata #2 menjadi pusing dengan wajahnya yang sudah merona. ‘’Hee~ ada dua Naruto-kun.’’
Setelah Naruto #1 menyuruh orang-orang berhenti, ia terpaku melihat wanita di antara orang-orang tersebut. Kurenai langsung tersadar setelah mengetahui kebenaran yang diceritakan Hinata #1 kepadanya.
Mereka hanya diam sambil melihat Naruto #1 menghampiri Hinata #1. Keduanya saling bertatapan hingga butiran air mata Naruto #1 terjatuh. Hinata #1 menyeka air mata itu sambil tersenyum.
‘’Naruto-kun!’’
‘’Hinata!’’
Deg!
Semua orang langsung terkejut melihat kedua orang itu berpelukan.
‘’Ahaha, kalian tidak perlu khawatir dengan dua orang ini, karena mereka berdua sudah menikah,’’ kata Kurenai.
Untuk sesaat semua orang terdiam hingga akhirnya menjadi heboh bukan main.
‘’HEH?!!’’
......................
Semenjak kejadian itu, Naruto #1 kembali menetap sambil desa Konoha dibangun ulang karena kerusakan yang terjadi.
Masih banyak orang yang terkejut mengenai berita Naruto #1 dan Hinata #1 yang sudah menikah. Mengingat kedua anak itu datang di umur 12 tahun ke desa, membuat orang-orang tidak menyangka keluarga mereka menikahkan anak seperti itu di usia dini.
Padahal, tidak ada yang tahu kalau keduanya sudah dewasa dan datang dari masa depan. Hanya saja, tubuh mereka menyusut.
Kecurigaan orang-orang juga berhasil diatasi mengenai misi yang dijalankan Naruto #1 sejak kecil. Mereka mengaitkan kalau misi yang Naruto #1 ambil selama ini berkaitan dengan keenam Pain. Ya, meskipun itu hanya kebetulan, tapi Minato berhasil menggunakan alasan itu agar tidak ada kesalahpahaman atau rasa curiga.
Tentu saja, dengan kembalinya Naruto #1 serta para shinobi yang tewas di pertempuran, membuat Danzo marah bukan main. Apalagi Naruto #1 berhasil mendahuluinya membawa Sai dan Shin yang ditemukan Danzo di sekitar pedalaman.
Padahal Danzo ingin menggunakan kedua anak itu dalam salah satu rencananya. Tapi, rencananya gagal. Bahkan Yamato juga berhenti menjadi bawahannya.
‘’Naruto,’’ kata Danzo tertahan dengan wajah merah padam.