
Tatapan kami beradu pandang, aku tak peduli siapa perempuan yang ada di hadapan ku. Aku paling tidak bisa diam untuk sesuatu yang tidak aku lakukan.
“Maaf Bu, saya rasa ibu salah objek untuk mengklarifikasi hal ini. Jika ibu bertanya apakah saya masuk ke perusahaan ini karena ada campur tangan Kak Gaffi. Maka silahkan klarifikasi dengan beliau. Saya sudah lama sekali tak pernah bertemu atau bahkan berkomunikasi dengan Kembaran Pak Akhtar. Saya rasa sekarang jam istirahat, dan ini sudah masalah pribadi bukan lagi masalah pekerjaan. Saya permisi.” Aku langsung meninggalkan ruangan yang penuh den...