
Rasanya jantung sudah mau lepas dari posisinya. Kaki bahkan lemas ketika akan melangkah ke kursi yang telah di sediakan. Lelaki tampan yang mengenakan jas silver juga dasi abu-abu dengan posisi tegap berjalan meninggalkan ruangan itu. Aku bahkan bisa mendengar alasannya berdiri dan keluar menuju pintu yang berada di belakang tim interview tersebut.
"Tinggal 2 lagi kan? Lanjutkan saja. Nanti kita rapatkan lagi, saya lihat recordnya saja." Ucap Kak Gaffi dengan cuek bebek, ia seolah tak mengenal aku. Apa dia sengaja menghindar dari ku.
Aku pun cepat menyadari jika salah satu tim tersebut menatap...