
...Lanjut cerita guys(๑˃̵ ᴗ ˂̵)و semoga bagus.Jangan lupa sempatkan berkomentar yah. ...
Pertemuan tadi selesai pukul 17.23,karna kebetulan aku lewat kantin jadi aku mampir saja untuk makan sekalian mengambil beberapa camilan untuk di kamar.
Mengingat Varro tadi ingin mengatakan sesuatu,aku langsung bergegas ke kamar menunggunya.Hampir setengah jam berlalu Varro baru kembali dan langsung mandi.
Setelah mandi dia sama sekali tidak berkata apapun padaku,sedikit kesal melihat tingkahnya yang tadi tiba-tiba memanggil ku dan ingin mengatakan sesuatu padaku namun sekarang menatapku saja dia tidak mau.
Wajahnya terlihat sedih dan serasa ingin mengatakan sesuatu membuat ku jengkel hingga akhirnya aku tak tahan melihatnya.
"Sial!!, apa yang ingin lu bicarain ke gua tadi hah. Jangan buat gua tidak ingin bicara ke lu lagi!!!" Teriak ku dengan emosi yang akhirnya membuatnya terkejut dan menatap ke arah ku.
"Bukan apa apa,lupakan soal tadi(´。_。`)" Jawab Varro yang akhirnya membuat ku benar benar naik pitam.
"Gausah bicara lagi ke gua,gua udah kesal banget ke lu" Ucap ku
Mau tidak mau aku harus mengatakan sesuatu yang sedikit kasar ke dia, tapi jujur aku sudah sangat muak dengan sikapnya yang kekanak kanakan itu. Jika memang ada sesuatu atau alasan kenapa sikap mu seperti itu,maka katakan saja.
Dengan rasa kesal aku melangkahkan kaki ku keluar dari ruangan untuk menenangkan diri ku.
Siapa sangka Varro yang di kenal pandai bersosialisasi tiba tiba saja tidak dapat mengatakan kata kata selain bukan apa apa"
Aku tau kalau ada sesuatu yang ingin dia ketahui dari caranya mendekatiku,padahal dia bisa saja meminta tolong padaku sejak awal tanpa harus akrab dengan ku dulu. Bahkan berpura-pura menjadi teman ku.
~sementara itu di lain tempat~
"Bagai mana tentang orang yang kita awasi,apa pendapat mu tentang nya" Ucap seorang perempuan.
"Kalau ditanya bagai mana,menurut gua sih dia cukup unik.Dia sama sekali tidak pernah menggunakan kemampuan nya, tapi apa benar dia orang yang selama ini kita cari? " Ucap seorang laki-laki
"Jika aku berkata benar,maka benar"
"Hahaha tentu saja sih,kemampuan mu memang sangat luar biasa"
~kembali ke Cakkra~
Tanpa disadari aku sudah cukup lama keluar dari ruangan,aku harus cepat cepat kembali sebelum petugas sekolah melihat ku.
Memasuki ruangan, aku melihat Varro masih duduk dengan posisi menundukkan kepalanya.
Karena masih kesal, aku langsung berbaring membelakangi nya.
"Cakkra!" Panggil Varro dengan suara serak
"Sudah gua bilang jangan berbicara ke gua lagi kalau lu cuma mau bilang sesuatu yang selalu lu ulang ulang"
"Kali ini gua bakalan jujur ke lu,tentang kenapa gua ngedeketin lu dan berpura pura menjadi teman lu. Jujur gua gada niat buruk tentang itu,hanya saja aku merasa tidak enak jika meminta tolong langsung ke lu padahal kita baru ketemu"
Dia mulai mengatakan semua satu persatu,mulai dari informasi yang ia dapatkan tentang diriku yang dapat melihat roh hingga sampai ke masalah yang sebenarnya.
~Flashback Varro~
Varro yang dikenal sebagai anak yang tidak biasa oleh orang orang sekitar karna pada usia 7 tahun Varro tidak sengaja kehilangan kendali yang mengakibatkan dua orang dewasa yang merupakan orang tua angkat Varro mengalami luka parah hanya karena anak berusia 7 tahun.
Sejak saat itu para orang tua memberitahu anak anaknya agar menjauh dari Varro bahkan tidak diperbolehkan bicara sedikit pun padanya. Itu membuat mental Varro menjadi menjadi sangat terganggu hingga harus ditangani oleh psikiater.
Pada usia 10 tahun akhirnya Varro sudah tidak terganggu lagi oleh mentalnya. Walaupun tidak merubah kekhawatiran orang orang yang dekat dengannya,Varro tetap menjalani kehidupan nya tanpa mempedulikan orang lain.
Menginjak usia ke 12 tahun Varro akhirnya di adopsi kembali oleh seorang mantan petarung dan pindah ke kota lain agar Varro bisa lebih nyaman. Di kota itu Varro menjadi primadona para perempuan karna ketampanan nya,tidak ada satupun perempuan yang tidak menyukainya,mengetahui hal itu Varro pun menjadi orang sombong yang mengira dirinya lebih baik dari orang lain.
Hingga suatu hari Varro bertemu dengan salah satu murid pindahan yang ternyata satu angkatan dengannya namun mereka beda kelas. Varro merasa telah jatuh cinta pada orang itu,karna merasa bahwa dia mampu mendapatkan hati yuna yang merupakan murid pindahan tersebut,ia pun mengajaknya untuk bertemu di taman setelah pulang sekolah.
Namun siapa yang menyangka yuna menolak ajakan Varro yang akhirnya membuat Varro menjadi semakin ingin memilikinya.
Varro mengirim kan surat kepada yuna yang berisi kata "aku akan membuat mu menyukai ku". Tidak lama setelah mengirimkan nya surat,yuna akhirnya membalas suratnya dengan kata " Aku berjanji kalau itu tidak akan perna terjadi".
Setiap harinya Varro selalu memperhatikan dan mencuri curi perhatian kepada yuna. Sejak saat itu Varro dan Yuna semakin dekat, karna kedekatannya itu membuat beberapa orang membenci Varro dan Yuna.
Salah satu orang yang sangat menyukai Yuna akhirnya tidak tahan akan keakraban Varro dan Yuna. Dengan gilanya dia berniat untuk menculik Yuna dan menyekapnya untuk memenuhi pemikiran gilanya.
Karna dia merupakan anak pengusaha maka sangat mudah untuk nya menyewa orang untuk menculik Yuna.Namun saat aksinya di lakukan betapa tidak beruntung nya dia karna Varro berada di dekat tempat kejadian.
Varro yang pandai bela diri membantu Yuna yang hendak di culik.Setelah membereskan semuanya dengan kesal Varro bertanya ke penculik tersebut tentang siapa yang ada di balik aksi penculikan itu.
Karna tidak ingin di hajar lagi akhirnya penculik itu menyebutkan nama orang nya yang merupakan anak dari teman ayah angkatnya.
Dengan raut wajah yang sangat kesal Varro berniat untuk menghajar Arya namun Yuna menghentikannya,dia berkata kepada Varro kalau dia tidak apa apa dan sebaiknya penculinya saja yang kita bawa ke kantor polisi saja agar tidak melakukan aksi yang serupa lagi.
Karna itu permohonan Yuna akhirnya Varro mengiyakan dan membawa kedua penculik itu.
Esoknya tanpa sepengetahuan Yuna,Varro menemui Arya dan dengan tangannya yang kuat ia mendorong Arya hingga terbentur ke tembok.
Arya yang tidak tau ada apa langsung bertanya mengapa Varro mendorongnya dengan suara yang tegas.Tanpa basa basi Varro langsung menyodorkan handphone nya ke depan wajah Arya,di dalam video tersebut berisi pengakuan kedua penculik kemarin dengan menyebut nama Arya.
Arya yang melihatnya tiba-tiba kaget,kedua bola matanya membulat sempurna seperti ingin keluar saja,mulutnya termangap.Tidak terima dengan yang dia lihat dia pun berkata bahwa bukan dia yang menyuruh orang-orang itu,di berkata bahwa dia sedang di tuduh.
Mendengar itu Varro langsung melayangkan pukulannya tepat di wajah Arya dan menyuruh Arya untuk berkata jujur serta memberitahukan alasan Arya ingin menculik Yuna.
Karna ketakutan akhirnya Arya mengatakan semuanya dan meminta maaf kepada Varro,Varro menyuruh Arya agar meminta maaf langsung kepada Yuna bukan kepadanya. Varro juga memperingati Arya agar tidak melakukan kesalahannya kembali.
Rasa takut mengisih penuh kepala Arya yang nampaknya hanya berisi hal bodoh.Arya mengiyakan semua permintaan Varro dan tidak berniat lagi mengulangi perbuatannya.