
Soal terakhir akhirnya di bacakan dengan peraturan seperti pada saat babak pertama. Siapapun yang gagal menjawab,maka satu poin mereka akan dikurangi. Dan akhirnya setelah beberapa menit setelah soal di bacakan, hanya satu kelas yang berani menjawab soal terakhir dan dengan jawaban yang benar.
Perlombaan final akhirnya berakhir dengan suasana yang menegangkan,para juri berdiskusi terkait penjumlahan poin dan siapakan yang menduduki juara pertama, kedua, dan ketiga.
Dan hasilnya
Kelas ku memang tidak berhasil meraih juara pertama, namun setidaknya kami berhasil mengalahkan kelas Kak Ciel. Dan sesuai janjinya, dia akan masuk organisasi OSIS, dan memberitahukan masalah apa yang sedang dia hadapi sekarang ini.
* * * *
Seluruh lampu di dalam ruangan langsung di nyalakan untuk penerimaan piagam kepasa kelas yang mendapatkan juara. Semua orang bersorak dan bertepuk tangan memberi selamat kepada setiap kelas, baik yang juara maupun yang tidak juara.
"Wu..........kerja yang bagus Cakkra, Rafli!!" Teriak Teman-teman ku.
Acara selesai dan ditutup, besok akhirnya merupakan hari jadi sekolah dengan lomba terakhir yaitu fashion show dari Kerajaan yang telah di buat oleh setiap kelas.
"Wah hebat banget,di kelas sepuluh hanya kelas kitalah satu-satunya yang dapat melaju ke babak final, sekaligus juara dua di perlombaan dan berhasil mengalahkan beberapa kelas 11 dan 12." Ucap Yuda kagum
"Iyalah, kan mereka berdua yang paling pintar di kelas. Aku bahkan sampai bingung,kenapa mereka berdua gak di masukin di kelas 10 IPA 1 yang isinya mayoritas anak pintar." Ucap Vani
"Gaboleh gitu,ntar gaada orang pintar di kelas kita" Balas Satria
"Ah......mending kita ke tempat yang lain ajah buat ngabarin ini,sekaligus party hahahaha" Ucap Varro bercanda.
"Party apaan coba, anak SMA mana boleh party" Ucap Riana sipaling ustazah di kelas.
"Yah party versi HALAL ukhty" Balas Varro dengan nada halus dan senyum lebar.
* * * *
"Aaaaaaa guys. Bener kan yang gua maksud, cowo-cowo disini tuh cakep-cakep,lihat deh cowo-cowo yang lagi ngobrol di sana. Andai gua masuk sekolah ini" Ucap B histeris, kayak gapernah lihat cogan ajah.
"Iya nih,cakep banget,apalagi cowo yang lagi senyum itu." Balas A
"Gua sampai Reflek ngucap masyaAllah sangking cakepnya" Ucap C
* * * *
"Yaudah ayo buruan, yang lain pasti lagi pada nungguin nih" Ucap Rafli
"Ayo......!!" Balas semuanya secara bersamaan
"Eh gua mau ke tempat orangtua gua dulu yah,pasti mereka lagi nyariin" Pamit ku
"Yaudah, kalau mau ke tempat orangtua pastinya kita gak ngelarang. Jangan lupa langsung ke tempat yang lainnya nanti ok." Jawab Yuda.
-Di tempat lain-
"Laura. Temenin aku ke toilet dong, aku lagi kebelet nih" Ucap Sinta merapatkan kedua kakinya menahan diri.
"Kamu masih bisa tahan kan?, sebentar aku tanya letak toilet nya dulu" Ucap Laura panik. Dia langsung bertanya ke orang-orang yang dia temui dan langsung menarik Sinta pergi ke toilet setelah tau letaknya.
"Ah....hampir ajah gua pipis dicelana" Ucap Sinta bercanda
"Ih,kenapa gak pergi ke toilet sebelum kebelet sih? Kenapa harus pergi pas kebelet?. Kan itu bisa bikin penyakit kalau terus-terusan ditahan" Ucap Laura memberitahu.
* * * *
"Halo Bos. Kami menemukan salah satu orang yang bos tunjukkan tadi,tempatnya sepi jadi sangat mudah untuk menculiknya" Ucap preman yang tengah bersembunyi di semak-semak dekat toilet.
"Bagus. Kalau begitu langsung culik saja, ingat jangan sampai ada yang lihat."
"Masalahnya dia lagi bareng temennya bos,dan temennya gaada di salah satu foto yang bos lihat kan tadi"
"Tangkap saja dulu dua-duanya,siapa tau temannya itu sama seperti dia"
"Baik bos. Ayo tangkap"
* * * *
"Yaudah ayo ke tempat bazar, disini serem tau" Ajak Sinta
"Yaudah a-" Ucap Laura namun tiba-tiba saja dari belakang seseorang menarik dan mengunci tangan Laura dan juga Sinta.
Laura dan Sinta kaget dan langsung berteriak meminta tolong, namun di tempat yang sepi itu tidak ada satupun orang yang dapat mendengarkan mereka.
Karena mereka berdua terus memberontak dan berteriak,penculik tersebut akhirnya mengancam mereka agar diam dengan berkata bahwa mereka akan membunuh salah satu diantara mereka berdua.
Karena tidak ingin itu terjadi, mereka berdua pun terdiam dan ikut perintah saja. Tapi siapa sangka Laura merupakan salah satu anak berkemampuan, dia menggunakan kemampuannya untuk meminta bantuan dari orang orang yang berjarak kurang dari 1 meter dari tempatnya berada.
Keberuntungan berpihak kepadanya untuk sekarang, karena yang menerima pesan bantuannya adalah Cakkra yang berada tidak jauh dari tempat Laura berada.
"Siapapun yang mendengarnya, tolong bantu saya,sekarang saya berada tidak jauh dari toilet" Suara seseorang melintas kedalam pikiran ku yang membuat ku terdiam,awalnya aku hanya mengira bahwa itu hanya firasat ku saja, tapi tiba-tiba saja suara itu terdengar lagi yang akhirnya membuat ku memutuskan untuk mencari tahu dari mana suara itu berasal.
"Ayah,ibu. Aku boleh pergi sebentar gak?" Ucap ku meminta izin
"Boleh, tapi kemana?" Tanya Ayah ku
"Mau ganti baju dulu,soalnya baju ini bikin aku sedikit kedinginan" Ucap ku berbohong
"Ih...bilang ajah kakak mau pergi sama temen-temen kakak" Ucap Adik perempuan ku
"Udahlah. Yaudah nak sanah ganti baju, nanti kamu bisa flu kalau pakai baju itu" Ucap Ibu ku, walaupun sedikit merasa bersalah karena telah berbohong, tapi aku harus tetap mencari tau letak suara itu. Bisa saja kalau itu beneran suara orang yang sedang dalam masalah, kan bisa gawat kalau dia kenapa-napa.
Di tengah perjalanan, tiba-tiba saja aku baru ingat kalau toilet di sekolah ini tentu saja sangat banyak. Tidak mungkin aku bisa mengeceknya satu-persatu sendirian,tapi untung saja aku bertemu dengan Kak Kyo dan juga Kak Ciel yang sedang mengobrol.
"Kak Kyo,Kak Ciel!!" Panggil ku dengan suasana hati cemas
"Ah Cakkra,kebetulan banget lu ada di sini. Gua mau ngomong se-" Ucap Kyo
"Kak aku mau minta bantuan,tolong bantuin gua ngecek semua toilet yang ada di sekolah ini" Ucal ku memotong perkataan Kak Ciel untuk meminta tolong.
"Tenang dulu, emangnya kenapa?" Tanya Kyo
"Ini memang sedikit tidak masuk akal, tapi tadi waktu gua bicara sama ortu gua,tiba-tiba saja ada suara meminta bantuan yang melintas di kepalaku. Gua kira itu cuma firasat gua saja,tapi suara itu terdengar lagi yang kedua kalinya,itu buat gua sedikit khawatir" Jawab ku menjelaskan panjang lebar.
Dari raut wajah mereka berdua memang tampak tidak percaya, tapi untung saja mereka ingin membantuku. Beberapa menit berlalu dan dua toilet sudah aku cek, namun tidak ada sama sekali yang mencurigakan.
Sampai akhirnya Kak Kyo menemukan beberapa pria yang sedang mengikat dua perempuan di samping nya. Kak Kyo mengabari kami berdua untuk pergi ke tempat yang dia kirimkan.
Letaknya ternyata sedikit dekat dari tempat awal ku tadi,Kak Kyo tidak langsung menghampiri para pria itu, dia memilih untuk mengamati gerak-gerik mereka dulu.
"Kak Kyo" Bisik ku
"Yarobal!!, lu ngapain tiba-tiba ada di belakang gua." Ucap Kyo kaget
"Maaf kak,oiya mana orang yang kakak maksud?" Tanya ku
"Itu di sana,mereka seperti sedang mencari jalan keluar dari hutan sekolah" Jawab Kyo sedikit kesal karena telah ku buat kaget
"Oiyaa,si Ciel mana?" Tanya Kyo
"Gatau,gua kira udah bareng kakak tadi" Jawab ku
"Si kamprett lama banget" Kesal Kyo
* * * *
"Bist....Laura" Panggil Sinta berbisik
"Ada apa?" Jawab Laura berbalik menatap Sinta dengan mata yang tampak berkaca kaca
"Gua ada rencana, jadi dengarkan baik-baik berhubung para penculik itu lagi cari cara buat keluar dari sekolah ini" Bisik Sinta
Dapatkah kedua perempuan itu bebas dari para penculik tersebut? , dan apa yang akan Cakkra dan Kyo lakukan?. Nantikan kelanjutannya di Bab berikutnya