
"Kami meminta kelas 10 IPA 2 dan kelas 12 IPS 2 untuk menulis jawaban masing-masing untuk dan berikan kepada juri" Ucap Panitia 2
Aku menaikkan catatan hasil kerjaku ke juri, begitu pula dengan kelas yang satunya. Kami tinggal menunggu hasil pemeriksaan para juri.
"Kami telah melihat jawaban dari kedua kelas,dan salah satu kelas berhasil mendapatkan satu poin dan kelas yang satunya mendapatkan penurunan poin" Ucap Panitia 1 memberitahu.
"Kelas yang berhasil mendapatkan satu poin tambahan adalah........kelas 10 IPA 2" Ucap Panitia 2 membuat semuanya bersorak memberi selamat.
Untung saja aku tidak salah menjawab soal, itu membuat diriku yang tadi gelisah menjadi lega. Aku hanya sedikit tidak nyaman dengan tatapan Rafli yang seolah kesal pada ku,sedikit aneh padahal aku berhasil menjawab jawabannya, apakah dia kesal karna bukan dia yang menjawabnya.
Lomba cerdas cermat babak pertama telah selesai dengan hasil poin yang di dapat oleh masing-masing kelas berkat usaha mereka.
-Hasil babak pertama
Poin tidak dapat diubah atau direkayasa. Selesainya babak pertama membawa kita ke babak final,dimana dari hasil keputusan para juri telah di pilih 12 kelas dari total 27 kelas. Kelas yang terpilih menuju ke final akan berlomba kembali pada malam hari nanti.
"Cakkra!" Panggil Ciel
"Iya" Balas ku berbalik mencari orang yang memanggil ku "Kak Ciel, ada apa?" Tanya ku
"Wah tadinya gua kira lu bakalan kalah,tapi ternyata lu mulai serius di menit menit terakhir" Ucap Ciel memegang pundak ku
"Gua kan udah buat kesepakatan ke Kak Ciel,jadi gua sebisa mungkin harus ngelawan dengan serius agar Kakak tidak meremehkan ku" Ucap ku sedikit tersenyum
"Hahaha. Untuk sekarang Poin mu boleh lebih tinggi dariku,tapi pertandingan final nanti malam yang akan menentukan siapa pemenangnya" Ucap Ciel dengan sedikit sombong.
"Ciel ayo kita ke tempat yang lainnya" Ajak teman Ciel.
"Oke bentar.Nanti malam pastikan lu ngelakuin yang terbaik lagi, gua pergi dulu" Ucap Ciel dan pergi meninggalkan ku
Karena waktu masih lama sebelum perlombaan di mulai,jadi sebaiknya aku juga pergi ke tempat teman-teman ku yang lainnya sekalian memberitahu kalau aku dan Rafli berhasil lolos babak awal, dan akan melaju ke babak final nanti malam.
Di lapangan terbuka tempat bazar akan di laksanakan sangatlah ramai, semua orang sedang mempersiapkan toko kelas mereka masing-masing. Bazar ini di buat untuk membuka sedikit kebebasan kepada murid yang ada di sekolah ini, dan juga memberi kesempatan untuk orang lain melihat lihat sekolah ini secara langsung dari depan sampai ke lapangan bazar.
Walaupun tempat yang boleh orang lain kunjungin di sekolah ini terbatas,setidaknya mereka tau sedikit tentang sekolah ini, dan bagai mana kegiatan murid-murid di tempat ini.
Tentu saja semua orang sangat senang akan acara ini,tapi kami yang merupakan anak berkemampuan harus tetap waspada oleh sekitar,karena sementara acara ini berlangsung maka pihak keamanan di sini akan sedikit sibuk.
Sedikit berjalan dari pintu masuk bazar,toko kelas ku sudah bisa di temukan dengan jelas karena pernak-pernik yang sangat heboh.
"Cakkra,Rafli!!! " Teriak teman satu kelas ku yang di berikan tugas untuk menyiapkan toko kelas.
"Aaaaaa bagai mana,kalian berdua masuk final kan?" Tanya Varro penasaran, begitu juga dengan yang lainnya.
"Iya mereka berhasil" Ucap salah satu teman kelas ku yang ikut memberi dukungan.
"Yey.............!!" Teriak gembira semuanya.
Mereka sangat gembira dan memberi selamat kepada Aku dan juga Rafli,kebahagiaan mereka tiba-tiba menumbuhkan rasa semangat ku untuk memenangkan perlombaan.
"Ya.....padahal aku mau ngedukung Cakkra sama Rafli lagi,gimana dong?" Ucap Rina dengan ekspresi wajah sedih
"Yah mau bagai mana lagi,tidak ada yang ingin mengantikan mu disini, karena semuanya juga ingin mendukung Cakkra dan Rafli" Ucap Riana yang merupakan kembaran Rina.
"Sudahlah Riana,kamu kan tadi sudah nonton jadi biarkan yang lainnya lagi yang mendukung mereka berdua" Ucap Yuda memberitahu Riana.
"Yaudah deh,maaf yah karna sudah egois" Ucap Riana.
Setelah berbincang-bincang sedikit lama,kami pun kembali fokus mengerjakan toko, toko kami menyediakan menu cemilan kekinian yang bernama Churros,tentu saja itu ide koki kelas kita yang mendapatkan juara di lomba masak kemarin.
Biaya setiap toko di berikan oleh sekolah sebagai bentuk dukungan dan untuk mengajarkan kita juga cara menggandakan uang melalui bisnis kecil, sisanya tinggal kita saja yang pikirkan ingin menggunakan nya seperti apa.
Seperti biasa,kami akan membagi masing-masing menjadi tiga kelompok.
Kelompok pertama menyiapkan adonan, kelompok kedua bagian menggoreng,dan kelompok ketiga bagian kasir dan mengantarkan makanan. Kelompok tiga jumlahnya lebih banyak karna untuk berjaga jaga saja, siapa tau pelanggan kita banyak.
Sekolah akan dibuka untuk umum pada jam 06.30 nanti,jadi karna persiapan kita sudah selesai maka kita akan bergiliran kembali untuk bersih-bersih dan ganti baju.
Karna giliran ku masih sedikit lama, jadi aku disuruh oleh Akbar si koki kelas untuk mengambil alat adukan di tempat penyimpanan peralatan dapur sekolah. Di perjalanan menuju ke tempat itu,aku sekali lagi tidak sengaja bertemu dengan Kak Kyo yang juga kebetulan ingin ke sana.
"Loh Cak,lu mau kemana?" Tanya Kyo
"Ambil adukan di tempat penyimpanan" Jawab ku.
"Wah sama dong berarti,ayo barengan" Ucap Kyo
Kami berdua melanjutkan perjalanan bersama sambil berbincang-bincang random.
"Kak,gua boleh nanya gak?" Ucap ku bertanya.
"Boleh,tanya ajah" Ucap Kyo sambil terus berjalan.
"Perempuan yang masuk cerdas cermat sebagai perwakilan Kelas kakak itu siapa yah?" Tanya ku
"Em?. Apakah kamu menyukainya,hayooo" Jawab Kyo sambil merayu ku
"Engga lah,mana berani gua suka sama kakak kelas. Gua cuma mau nanyain seberapa pintar dia, itu doang ko, soalnya dia jago banget mecahin soal" Ucap ku sambil menatap Kyo penasaran.
"Emmmm,gimana yah. Dia sangat pintar, katanya dia selalu menangin semua perlombaan Olimpiade loh. Untung ajah gua bukan tetangganya, kalau bertetangga pasti gua udah di banding bandingin sama nyokap gua"
"Berarti sedikit sulit untuk mengalahkannya di perlombaan ini" Ucap ku sambil berfikir
"Haha. Mimpi ngalahin dia boleh-boleh ajah sih,tapi mimpinya jangan di seriusin, soalnya dia sangat sulit untuk di kalahkan kalau soal kepintaran. Nanti juga lu tau seberapa pintar dia" Ucap Kyo dengan serius yang membuat ku semakin penasaran dengan perempuan itu.
Karena sibuk berbincang, akhirnya tanpa sadar kita sudah berada di depan penyimpanan dapur sekolah. Tempat penyimpanan nya juga sangat besar,disitu bukan cuma alat memasak saja yang ada, tapi bahan makanan juga ada banyak.
Karena Kak Kyo butuh gula dan tempat bahan makanan dan peralatan terpisah,jadi aku dan Kak Kyo pergi ke tempat barang yang ingin di ambil masing-masing. Aku lagi-lagi masih tidak percaya dengan besar sekolah ini, pantas saja banyak orang mulai dari kalangan menengah sampai kalangan atas yang berlomba-lomba memasukkan anaknya ke sekolah ini.
Sekolah ini sudah seperti sekolah di dalam cerita fiksi saja, ah..berhentilah berfikir banyak dan fokuslah dengan tujuan mu kesini Cakkra. Sebentar lagi sudahlah hampir giliran ku untuk berganti, jadi aku harus buru-buru.