
Jam pelajaran pertama sampai ke tiga berjalan seperti biasa untukku , tidak untuk Varro. Karna lupa mengerjakan PR minggu lalu akhirnya Varro diberikan tugas tambahan oleh guru.
"Aaaaaaa Cak bantuin ಥ‿ಥ , ini gimana caranya,nyesel rasanya gua nerima undangan masuk sekolah ini." Keluh Varro
"Var itu soalnya gampang banget loh,lagipula kenapa sekolah ini harus ngundang lu bukan gua ajah sih?." Ucap ku sambil menatapi Varro
"Gatau nih sekolah gak jelas,dikiranya gua pintar apa!."
"Udahlah kerjain ajah tu soal sampai selesai,gua mau ngumpulin tugas yang lain ke tempat Bu Siti dulu."
Aku melangkah meninggalkan Varro yang sedang mengeluh menuju ke ruang guru. Aku meletakkan buku teman teman ku di atas meja kerja Bu Siti dan berbincang bincang sedikit dengannya lalu kembali ke kelas.
Di perjalanan menuju ke kelas,aku melihat para murid sedang berkumpul di depan perpustakaan. Karna merasa penasaran akhirnya aku mendekat dan melihat ada kejadian apa di sana. Disana aku melihat dua orang laki-laki sedang berselisih.
"Kenapa lu bisa masuk kesini!!!." Teriak salah satu siswa laki-laki kepada orang yang sedang berlutut di hadapannya. Dan ternyata laki-laki itu merupakan siswa kelas dua. Dan orang yang sedang berlutut itu adalah siswa dari sekolah lain yang sedang menyelinap masuk ke sini.
"Bos kenapa kamu masih belum juga keluar dari sekolah ini!?. Karna bos tidak ada, kelompok kita menjadi kacau." Ucap pria itu.
"Kenapa kalian semua diam saja,panggil satpam. Kenapa orang seperti ini bisa masuk dengan bebas ke sekolah ini." Teriak kakak kelas ku.
Perselisihan itu berlangsung beberapa menit sampai satpam datang untuk mengurus orang yang menyelinap masuk ke dalam sekolah.
"Apa apaan ini!, lepaskan. Bos kumohon kembali, kami sudah tidak sanggup menjadi bawahan ayah bos,aku juga menemukan surat terakhir almarhum teman bos" Ucap laki-laki itu memohon kepada kakak kelas ku.
Kakak kelas ku mendekat ke arah orang itu dan membisikkan sesuatu,lalu menatapnya dengan tatapan tajam. Dalam sekejap laki-laki itu terdiam dan tanpa perlawana dia di bawa oleh satpam keluar dari gedung sekolah.
"Kenapa kalian masih berkumpul, bubar!!" Bentak kakak kelas ku menyuruh semuanya untuk pergi dari tempat itu.
Semua orang kecuali aku pergi meninggalkannya,memikirkan tentang apa yang terjadi tadi dan suasana yang berbeda disaat dia menatap orang tadi serasa tidak asing bagiku.
Dia pergi begitu saja setelah aku menatapnya, kurasa dia tidak peduli dengan orang-orang di sekitarnya.
"Tring.........." Suara bel sekolah
"Ah gawat,aku harus buru buru ke kelas." Ucap ku
Sampai di kelas aku langsung duduk di tempat ku yang letaknya berada di barisan kedua di samping jendela. Saat ingin menaruh buku di bawa laci,aku menemukan sebuah surat lagi.
Untung saja itu bukan surat seperti yang ku terima dulu,ini berkat Pak Ali yang membantuku menemukan orang yang memberiku surat itu, dan katanya pelakunya adalah kakak kelas ku yang hanya sekedar bercanda.
Di depan surat tertulis."bukalah ketika sedang sendiri,wajib dibaca karna penting. " Karna disitu tertulis kata penting, jadinya akan aku baca saja nanti setelah kembali ke kamar.
Seharian penuh ku jalani seperti biasa, belajar,istirahat, kegiatan klub dan belajar di perpustakaan jika ingin, semuanya berjalan tanpa ada kendala.
Saat sampai di kamar, aku langsung buru buru mandi sebelum Varro datang,karna kalau dia datang bersamaan dengan ku,bisa-bisa kita berebutan lagi dan itu memakan waktu yang cukup lama dan menganggu murid lain.
Surat yang tadi ku dapat di bawa laci ku langsung kubuka dan di dalam surat itu hanya tertulis kata "Pergilah ke ruang OSIS malam ini,dan pastikan kau pergi tanpa ada satupun orang bersamamu atau mengikutimu. " Awalnya aku tidak percaya dengan suratnya karna kukira itu surat dari orang iseng saja yang ingin mengerjai ku.
Di sekolah ini terdapat peraturan dilarang berkeliaran atau bahkan sampai masuk ke dalam ruangan OSIS jika tidak berkepentingan,jika melanggar akan dapat sanksi atas ketidak taatan terhadap peraturan.
Tapi saat aku membalikkan kertasnya, di balik kertas itu tertulis nomor OSIS.Dan untuk memastikan suratnya asli,akupun menghubungi nomor tersebut.
Ten........suara telfon bergetar
"Hallo,Cakkra(suara perempuan)" Ucap seseorang.
"Kenapa kau tau kalau aku yang menghubungimu?" Tanya ku
"Ini beneran OSIS ka-" Ucap ku,tapi telefon nya keburu di matimatikan.
Dengan perasaan yang masih sedikit ragu,akupun melangkah keluar dari kamar menuju ke ruang OSIS. Saat membuka pintu tiba-tiba saja aku berpapasan langsung dengan Varro.
Dia bertanya padaku ingin ke mana dan kujawab saja ingin ke kantin sebentar. Untung saja dia tidak ingin ikut jadinya aku bisa pergi tanpa harus membujuk nya untuk tidak pergi juga.
Sebelum masuk ke dalam ruang OSIS, aku terlebih dulu melihat keadaan untuk memastikan apakah ada yang melihat atau mengikuti ku. Setelah merasa aman akupun menggenggam pegangan pintu dan membukanya perlahan.
Aku terkaget ketika pintu terbuka,di depan mataku berdiri seseorang yang sangat aku kenali,dia adalah kak Kyo ketua dari klub bela diri yang ku masuki. Kak Kyo langsung menarik tangan ku masuk kedalam ruangan karna takut ada yang melihatnya.
"Kak Kyo?, kaka ternyata OSIS!!?. " Tanyaku dengan ekspresi kaget
"Kau melihat ku berada disini,berarti aku adalah bagian dari OSIS dong." Jawab kak Kyo.
"Cara bicara kakak ko berubah?" Bisikku ke kak Kyo.
"Hust......gua harus bicara formal di depan wakil ketua OSIS,nanti gua bisa dimarahin karna gak kasih contoh baik kepada adik kelas" Bisik kak Kyo memberitahu ku.
"Siapa wakilny-"
"Apa yang dari tadi kalian bisikkan disitu Kyo?" Ucap seorang perempuan memotong ucapan ku.
"Heheh bukan apa apa ko Sofi. Cuma berbincang tentang klub saja, kita kan satu klub."
Ucap kak Kyo berbohong.
Pantas saja saat di telfon tadi aku merasa tidak asing dengan suaranya, ternyata itu kak Sofi yang membantu menunjukkan ku aula pertemuan saat pertama kali ke sini. Tapi kenapa rasanya dia sedikit berbeda,dia lebih terlihat tegas dibandingkan waktu itu.
"Hai Cakkra,mungkin kau sedikit kaget dan bertanya tanya tujuan kami memanggil mu kesini" Ucap kak Sofi sambil menatap ku.
"Iya,apa alasan kakak memanggil ku ke sini? dan kenapa harus aku? , apakah aku berbuat kesalahan?" Tanya ku.
"Karna kami tau kamu memiliki kemampuan khusus yang tidak dimiliki oleh orang lain" Jawab kak Sofi sambil menatap ku dengan tatapan tajam yang membuat ku menelan saliva ku.
"Maksud kakak apa yah?" Tanyaku menyangkal ucapannya.
"Kamu tidak usah menyangkalnya karna kami disini sudah tau bahkan sudah punya informasi terkait dirimu dan kemampuan mu." Ucap kak Sofi yang membuat ku tidak bisa lagi menyangkalnya karna dia memperlihatkan seluruh berkas berkas terkait diriku.
"Darimana kakak tau tentang diriku sampai serincih ini?, kakak memata matai ku?" Tanyaku curiga.
"Yaa. Memang tidak sopan memata matai seseorang, tapi kami juga punya alasan untuk itu. Kamu tidak perlu khawatir kita membocorkan informasi tentang mu. Karna aku dan Kyo tidak, Aku dan semua Anggota OSIS adalah manusia yang memiliki kemampuan sepertimu jadi sebisa mungkin kita akan saling menjaga satu sama lain."
"Lalu tujuan kakak memanggil ku ke sini untuk apa?." Tanya ku
"Duduklah terlebih dahulu" Ucap Kak Sofi sambil menunjuk ke arah sofa besar yang ada di dekat meja Ketua OSIS.
"Akan ku buatkan minum,jadi tunggu sebentar" Ucap Kak Kyo.
Akupun duduk berhadapan dengan Kak Sofi sambil membahas tujuannya memanggil ku ke ruang OSIS dan kenapa hanya anak ber kemampuan saja yang menjadi OSIS.
Kak Sofi mulai mengatakan alasannya mengundang ku,dia berkata ingin mengajak ku masuk ke dalam organisasi OSIS untuk menambah jumlah OSIS dan membantu beberapa pekerjaan OSIS dalam menangani siswa-siswi bermasalah.
Dan alasan kenapa hanya para anak berkemampuan saja yang menjadi bagian dari OSIS karena setelah ingatan mereka semua kembali,mereka berencana untuk bekerjasama mengungkap organisasi apa yang telah merubah mereka.
Berkat bantuan kemampuan salah satu anggota OSIS,mereka berhasil mengumpulkan beberapa informasi terkait organisasi tato Laba-laba yang sering mengincar kita.