Dia Adik Kelasku

Dia Adik Kelasku
Mencoba Berhenti Menyukai


Malam ini aku duduk di teras bersama Alisa sambil mendengarkan musik kesukaan kami. Tiba-tiba aku mengingat kejadian di sekolah tadi sebenarnya aku ingin menceritakan itu kepada Alisa tadi siang sepulang sekolah akan tetapi Alisa tidak ada di rumah dia sedang sedang ada urusan dengan sepupunya jadi dia pulang agak malam. Aku mematikan musik lalu duduk lebih dekat lagi dengan Alisa.


"Lah kok di matiin sih Alen? " tanya Alisa yang sedang mendalami setiap lirik lagunya.


"Aku mau cerita soal tadi siang di sekolah".jawabku.


" Oh yaudah silahkan cerita".jawab Alisa dengan wajah serius. Aku pun mulai menceritakan semua yang terjadi di sekolahan tadi siang. Alisa sesekali mengangguk seolah-olah mengerti semuanya.


"Menurut kamu gimana Alisa, Jen beneran suka sama aku ga sih? ".Jawabku berharap.


" Kalau menurut aku sih kayaknya ada benernya juga soalnya kan dia kalau ngeliatin lo itu tatapannya beda".Jawaban Alisa membuat aku kegirangan.


"Tapi gak mungkinlah kalau dia suka sama aku pasti langsung di ungkapin".Kataku masih ragu


" Ya mungkin aja dia malu ngungkapinnya".Alisa menambahkan. Aku berpikir sejenak sepertinya yang dikatakan Alisa ada benarnya juga.


"Tapi kan Alen bukan Jen yang ngomong langsung ama lo jadi jangan berharap dulu deh ntar sakit hati loh, apalagi lo denger dari orang lain".Alisa menatapku dengan wajah tersenyum.


" Emm yaudah lah makasih yah Alisa buat sarannya, kita tidur aja yuk besok sekolah takut kesiangan lagi".ajakku.Aku dan Alisa menuju ke kamar untuk istirahat.


" Cieee Jen ama Alen udah jadian aja nih yeh".kata Alisa meledek.


"Ah bisa aja kamu Alisa, tapi aku seneng sih bisa dapetin Jen setelah sekian lama aku menyukainya".Jawabku sedikit malu.


" Eh itu Jen, kayaknya mau nyamperin lo".Alisa menunjuk ke arah Jen.


"Hai sayang".sapa Jen dengan senyum manisnya.


" ehmm aku duluan yah".Alisa berjalan meninggalkan kami. Aku hanya tersenyum melihat kelakuan sahabatku itu. Seketika aku terbangun dari tidurku karena alarm ku berbunyi.


"Ah sial ternyata mimpi lagi".Aku melihat Alisa masih tidur ternyata baru pukul 04:00 subuh, aku duduk sejenak menenangkan pikiranku karena perasaanku seperti tidak enak setelah mimpi yang tadi.


" kok bisa aku mimpi kayak gitu? Apa mungkin karena aku benar-benar berharap bisa jadian ama Jen".Kalau waktu bisa diputar aku tidak mau mengenal Jen. Dan bahkan jika aku mengenalnya aku berharap tidak pernah menyukainya.


"Pokoknya mulai besok aku gak boleh salting kalau berpapasan dengan Jen".ucapku dalam hati. Aku menghela nafas panjang lalu kembali berbaring, sebelum tidur aku kembali menguatkan tekadku untuk berhenti menyukai Jen, dan tidak lama kemudian akupun tertidur.