Dia Adik Kelasku

Dia Adik Kelasku
Mulai Mengagumi


Malam itu aku dan Alisa duduk di teras rumah menikmati pemandangan malam yang indah.


"Alen, tadi waktu aku ngasih materi di kelas siswa baru itu kan".Ucap Alisa membuka percakapan


" Iya, terus? "Tanyaku penasaran.


" Lo tau ga? ".Sambung Alisa semakin membuat aku penasaran.


" Ya gatau lah Alisaaa kan belum di kasih tau. Apaan emang?.


"Tadi waktu gue ngasih materi itu yah gue nyampein materi lah" jawab Alisa sambil tertawa.


"Ah gue kira juga apa. Gue udah serius dengerinnya ternyata cuma bercanda".


" Hehe... ngomong-ngomong udah mau jam 11 nih tidur yok"Ajak Alisa.


"Ayok gue juga gamau kesiangan kayak kemarin-kemarin".Aku dan Alisa beranjak dari tempat duduk menuju ke kamar.


************************************************************************************************


Keesokan harinya di sekolah. Aku dan Alisa berjalan memasuki ruang kelas karena jam pelajaran pertama akan segera dimulai.


" Alen, nanti temenin gue ke perpustakan yah gue mau minjem buku".Kata Alisa sambil mengeluarkan buku mata pelajaran.


"Oh oke".


Akhirnya jam pelajaran pertama pun segera dimulai, aku sangat bosan mendengarkan guru itu dari tadi yang diomongin itu-itu saja. Ucapku dalam hati.


Dan akhirnya bel istirahat pun berbunyi hatiku sangat lega seperti langsung menikmati indahnya dunia ini.


Semua siswa berhamburan keluar dari kelas menuju ke kantin ada juga yang ke perpustakaan. Aku dan Alisa pun ikut keluar dari ruang kelas menuju ke perpustakaan. Di jalan menuju perpustakaan aku tidak sengaja melihat Jen yang sedang asik ngobrol dengan teman-temannya dia melihat ke arahku lalu aku hanya tersenyum, Jen membalas senyumanku hingga membuat aku salting sendiri.


" Ah untung saja Alisa tidak melihat keadaan ini, hampir saja aku di bully sampai keturunan ketujuh"Ucapku dalam hati sambil tertawa kecil.


"Kenapa Alen? "tnya Alisa membuatku kaget.


" Ah tidak aku hanya tidak sabar mencari komik kesukaanku".jawabku mencoba berbohong.


Sesampainya di perpusatakaan aku terus memikirkan senyuman Jen tadi. Sampai-sampai aku tidak sadar salah mengambil buku.


"Loh Alen, sejak kapan kamu suka membaca buku pengetahuan?"


"Astaga aku salah mengambil bukunya. Tunggu sebentar yah".


" Oalah ada apa sih Alen? Kok kayaknya dari tadi lo bengong aja deh".


Aku dan Alisa menyerahkan buku yang akan kami pinjam kepada bu Tuti si penjaga perpusatakaan. Setelah itu kami kembali ke kelas untuk membaca buku di sana. Perjalanan ke kelas aku melihat ke tempat Jen dan teman-temannya tadi tetapi sudah tidak ada orang. "Sepertinya orang-orang itu sudah pergi".Ah kok aku jadi mikirin Jen sih. Dia kan cuma adik kelas gue lagian gue juga ga saling kenal sama dia cuma sekedar tahu nama aja".ucapku dalam hati. Sesampainya di kelas aku duduk disamping Alisa yang sudah sampai di kelas dari tadi.


" Alisa kok lo ninggalin gue sih".


"Lah gue kira lo dari tadi di belakang gue. Gue aja baru sadar pas udah nyampe di kelas. Gue kira lo lagi ke toilet jadi gue ga balik nyariin lo".


" Tega banget si lo Alisa ".


" Yaelah Alen kan lo juga udah di sini gak terjadi apa-apa sama lo.Udah ah gue mau lanjut baca buku ini dulu. "


Bel masuk pun berbunyi. Kelas yang tadi sunyi kembali dipenuhi oleh siswa dengan wajah-wajah yang lesuh karena belum puas dengan jam istirahat. Ditambah lagi hari ini full mata pelajaran matematika. Selain bosan dengan penjelasan dari gurunya juga bosan karena tidak satupun bisa aku pahami. Rasanya ingin pulang saja.


"Sabar Alen, bentar lagi pulang kok".Aku menghela nafas.


" Kenapa Alen? "Tanya Alisa yang sadar dengan kelakuanku.


" Hehe gapapa kok, aku lagi nyoba buat memahami rumus matematika nya kok".jawabku berbohong.


Mau tidak mau aku harus duduk tenang dengan pikiran yang entah sudah sampai dimana karena tidak bisa memahami satupun rumus matematika yang ada di papan tulis putih itu. Hingga akhirnya bel pulang pun berbunyi aku hampir berteriak kegirangan, untung saja aku sadar masih ada bu Mery guru matematika di kelasku.


"Alena lo nunggu gue di depan gerbang aja yah gue masih ada urusan".kata Alisa sambil beranjak dari tempat duduknya.


" Oh yaudah jangan lama-lama yah gue ngantuk".Aku berjalan keluar dari kelas menuju gerbang sekolah.


Aku duduk di depan gerbang sekolah menunggu Alisa, tiba-tiba Jen lewat. Entah angin darimana tiba-tiba aku sangat ingin menyapanya lalu aku memberanikan diri berbicara.


"Hai Jen. " sapaku.


"Hai kak Alen, lagi nunggu siapa? " tanyanya.


"Oh lagi nunggu Alisa".


" Oh yaudah kak kalau gitu aku duluan yah".ucapnya sambil tersenyum lalu berjalan meninggalkan tempatku duduk. Aku seperti sedang bermimpi, baru kali ini aku merasakan hal aneh dalam diriku seperti ada rasa suka tapi juga seperti mimpi. Apa aku suka sama Jen? Tapi masa iya aku suka sih sama dia, aku kan baru kenal dia, lagian dia juga cuma adik kelas ku. Pertanyaan inilah yang muncul di pikiranku.Aku terus memikirkan tentang Jen yang senyum kepadaku.


"Ah jangan gila Alena, lo ga boleh suka sama siapa-siapa, ingat yang kemarin aja nyakitin lo".Aku mencoba membuang jauh-jauh pikiranku tentang Jen.


" Alen.... ".Teriak Alisa dari jauh.


" Buruan Alisa".jawabku.


"Maaf yah lama soalnya tadi masih ada urusan lain, yok pulang".


Aku dan Alisa pulang ke rumah seperti biasa di perjalanan tidak terlalu banyak bicara karena sangat kelelahan.